← Beranda
Batik Bukan Sekadar Kain: Identitas Bangsa yang Harus Dijaga Melalui Kompetisi
Nanda Prayoga• Jumat, 24 April 2026 | 03.26 WIB
Batik dapat terus hidup sebagai simbol kebanggaan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berakar pada budaya Indonesia.

 

JawaPos.com - Batik bukan sekadar kain bermotif, melainkan identitas budaya yang merekam sejarah, filosofi, dan kearifan lokal dari berbagai daerah di Indonesia. Di tengah arus globalisasi dan tren fesyen yang terus berubah, pelestarian batik menjadi semakin penting agar warisan ini tidak kehilangan makna dan tetap relevan bagi generasi muda.

Upaya menjaga eksistensi batik tidak hanya sebatas mempertahankan tradisi, tetapi juga mengembangkannya melalui inovasi desain dan pemanfaatan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, batik dapat terus hidup sebagai simbol kebanggaan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berakar pada budaya Indonesia.

Sejalan dengan ini, Perkumpulan Perusahaan Air Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) mengambil langkah konkret dalam mendukung pelestarian budaya dengan menginisiasi kompetisi desain batik bertema Nusantara. Karya terpilih nantinya akan dijadikan seragam resmi nasional.

Hal ini diumumkan langsung oleh Ketua AMDATARA, Karyanto Wibowo, dalam acara Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H. Dia menegaskan pentingnya menghadirkan batik.

“Ini juga menjawab tantangan bapak Samuel Wattimena waktu kunjungan ke salah satu pabrik AMDK yang menyampaikan bahwa industri AMDK harus bisa berkontribusi bagi ekonomi kreatif,” kata Karyanto dalam keterangannya.

Ia menambahkan, dengan lebih dari 100 perusahaan anggota, AMDATARA melihat peluang besar dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif yang dapat bersinergi dengan industri AMDK.

“Kami melihat peluang ini, dan kami ingin memulainya dengan membuat batik AMDATARA ini. Harapannya, ini nantinya bisa menarik publik, termasuk juga dunia kampus karena tentunya mereka punya banyak mahasiswa yang bisa desain dan orisinil,” katanya.

Merrijantij Punguan Pintaria juga memberikan apresiasi terhadap inisiatif ini. Menurutnya, langkah AMDATARA menunjukkan kepedulian terhadap pelestarian batik sebagai warisan budaya nasional, meskipun organisasi tersebut bukan berasal dari sektor industri kreatif.

“Jadi, saya berharap semoga melalui ini juga nanti lahir kreasi-kreasi baru dari anak-anak muda harapan kita. Dan tidak menutup kemungkinan ada motif baru yang ditawarkan dengan filosofi baru. Itu yang kita harapkan,” tukasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi & Hubungan Antar Anggota AMDATARA, Evan Agustianto, menjelaskan bahwa hal ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang selaras dengan pengelolaan sumber daya air berkelanjutan.

Kompetisi ini terbuka bagi masyarakat umum, mahasiswa, serta anggota AMDATARA. Periode pendaftaran dan pengumpulan karya berlangsung mulai 16 April hingga 30 Juni 2026. Tahap seleksi akan dilaksanakan pada 1–15 Agustus 2026, dengan pengumuman pemenang dijadwalkan pada 17 Agustus 2026, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia.

Adapun ketentuan desain mengharuskan peserta mengintegrasikan logo perkumpulan secara harmonis dalam motif batik, mengangkat kekayaan budaya Nusantara terkait air dan keberlanjutan, serta mendukung pengembangan ekonomi kreatif. Desain juga diharapkan mampu mengampanyekan pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan sekaligus memperkuat nilai batik sebagai warisan budaya yang diakui UNESCO.

 

EDITOR: Estu Suryowati