JawaPos.com - Pernahkah Anda merasa suasana rumah atau kamar terus-menerus sesak hingga membuat pikiran makin jenuh? Banyak orang tanpa sadar memiliki kebiasaan menimbun barang-barang yang sebenarnya sudah tidak terpakai lagi. Rasa enggan membuang ini umumnya dipicu oleh rasa bersalah, nostalgia emosional, hingga ketakutan akan pemborosan uang.
Padahal, membiarkan tumpukan barang yang tak berguna terus mengendap dapat memicu stres kronis dan mengganggu kenyamanan hidup sehari-hari. Dikutip dari Your Tango, ketahui 7 barang yang paling sering ditimbun di rumah serta solusi terbaik untuk membersihkannya:
Baca Juga: Anti Ribet! Resep Kebab Ayam Gurih yang Cocok Jadi Bekal Sehari-hari
1. Sisa Makanan yang Terlalu Lama di Kulkas
Menyimpan sisa makanan restoran dengan niat menghemat uang memang langkah bijak. Namun, membiarkannya membusuk di sudut kulkas berisiko membahayakan kesehatan keluarga.
Mengutip panduan resmi Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), sisa makanan matang idealnya hanya disimpan di lemari es selama 3 hingga 4 hari, atau 3 hingga 4 bulan jika dibekukan dalam freezer. Jika sudah melewati batas tersebut, segera buang demi menghindari kontaminasi bakteri.
2. Surat Lama dan Kartu Ucapan Bermuatan Emosional
Rasa sentimental kerap menjadi alasan utama seseorang sulit berpisah dengan tumpukan kartu ucapan, surat lama, atau suvenir masa lalu. Ada kekhawatiran bahwa membuang fisik barang tersebut sama saja dengan menghapus kenangan bersama orang terkasih.
Jika tumpukan kertas tersebut mulai memenuhi ruang dan hanya menumpuk debu, cobalah mengabadikannya dalam bentuk foto digital sebelum didaur ulang.
Baca Juga: Seringai, DIIV hingga Last Dinosaurs Hidupkan Blok M District Lewat Festival Musik Dua Hari
3. Pakaian Rusak atau yang Sudah Tidak Muat
Alasan klasik menyimpan pakaian lama adalah harapan bahwa mode akan berputar atau bentuk tubuh akan kembali seperti semula. Sayangnya, lemari yang terlalu padat justru menyulitkan Anda saat memilih pakaian sehari-hari.
Laporan Global Fashion Agenda mencatat bahwa sampah tekstil dunia mencapai 92 juta ton setiap tahunnya. Jika pakaian Anda masih layak pakai namun tak lagi muat, menyumbangkannya ke lembaga sosial atau menjualnya kembali (thrift) jauh lebih bijak daripada membiarkannya lapuk di lemari.
4. Kabel Elektronik dan Pengisi Daya Misterius
Hampir setiap rumah memiliki satu laci khusus yang dipenuhi gulungan kabel USB usang, adaptor rusak, hingga pengisi daya ponsel (charger) dari perangkat yang bahkan sudah tidak dimiliki lagi.
Kumpulkan seluruh kabel tersebut dan pisahkan mana yang benar-benar masih berfungsi. Salurkan kabel dan perangkat elektronik usang yang sudah tak terpakai ke tempat penampungan daur ulang sampah elektronik (e-waste) terdekat.
5. Koleksi Buku yang Tidak Akan Dibaca Ulang
Buku memang barang yang bernilai tinggi, sehingga membuangnya sering kali terasa seperti menyia-nyiakan uang. Namun, menumpuk puluhan novel yang sudah selesai dibaca hanya akan menyita area ruang tamu atau kamar tidur.
Daripada dibiarkan berdebu, donasikan koleksi buku Anda ke perpustakaan daerah, komunitas taman bacaan, atau jual secara online agar manfaatnya terus mengalir ke pembaca baru.
Baca Juga: Siap-Siap Panen Cuan! Cek Hari Paling Beruntung 12 Zodiak 3-9 Agustus 2026
6. Tumpukan Tagihan dan Dokumen Usang
Menumpuk tagihan fisik, formulir asuransi lama, atau kuitansi di atas meja kerja sering kali dilakukan sebagai pengingat. Sayangnya, tumpukan kertas yang tak teratur justru berubah menjadi pemicu stres kecemasan (visual clutter).
Buatlah sistem penataan satu folder khusus untuk dokumen penting yang masih aktif. Untuk tagihan bulanan atau berkas yang sudah diselesaikan, beralihlah ke format digital (paperless) dan musnahkan salinan fisiknya.
7. Perlengkapan Hobi Lama yang Terbengkalai
Kanvas yang mengering, peralatan rajut yang terbengkalai, atau alat olahraga yang menganggur kerap disimpan karena pemiliknya berharap bisa kembali melanjutkan hobi tersebut suatu hari nanti.
Baca Juga: Pramono Sebut Modifikasi Cuaca di Jakarta Dimungkinkan saat Kemarau
Jika hobi tersebut sudah tidak disentuh selama berbulan-bulan atau berproses bertahun-tahun, bersikap jujurlah pada diri sendiri. Menjual atau mendonasikan peralatan hobi tersebut kepada orang lain yang lebih membutuhkan akan memberikan kepuasan batin sekaligus melapangkan ruang rumah Anda.