JawaPos.com - Psikologi mengakhiri telepon menunjukkan berbagai trik sederhana yang sering dipakai orang anti basa-basi saat menerima panggilan.
Sebagian orang benar-benar tidak menyukai obrolan basa-basi, baik karena rasa cemas sosial maupun sifat introvert.
Meski tidak menyukai obrolan ringan, mereka tetap mampu mengakhiri percakapan tanpa membuat suasana menjadi canggung.
Dilansir dari laman YourTango pada Kamis (24/9), berikut sembilan trik psikologi mengakhiri telepon yang biasa dipakai orang anti basa-basi agar tetap terkesan sopan.
1. Mengucapkan kata pembuka yang menandakan akhir percakapan
Sebuah percakapan terkadang hanya membutuhkan isyarat sederhana agar lawan bicara mulai mengakhiri pembicaraannya.
Kata transisi atau helaan napas kecil sudah cukup menjadi tanda bahwa seseorang ingin segera menutup telepon.
Beberapa detik keheningan pun dapat menjadi sinyal yang cukup jelas bagi kenalan yang sedang bertelepon.
Cara ini sering digunakan secara sengaja untuk melindungi ketenangan pikiran saat merasa sibuk atau terganggu.
2. Menyatakan harus segera pergi
Banyak orang menghabiskan sepertiga waktu terjaganya untuk berbicara meski sebenarnya tidak menginginkannya.
Kebanyakan percakapan berakhir bukan karena keinginan seseorang, melainkan karena kebiasaan sosial yang sulit dihindari.
Meski terkesan dingin, kalimat tegas semacam ini membantu seseorang melindungi energi dari percakapan yang melelahkan.
Cara ini menjadi pilihan bagi orang yang ingin menjaga waktu tanpa harus menyakiti perasaan lawan bicaranya.
3. Menyampaikan kesan menyenangkan sebelum menutup telepon
Kehangatan dalam sebuah percakapan ternyata memiliki pengaruh besar meski hanya diucapkan sebagai penutup.
Orang merasa lebih dihargai ketika mendengar ucapan yang menunjukkan kesan baik dari lawan bicaranya.
Ucapan semacam ini jauh lebih halus dibanding pernyataan langsung yang menyatakan harus segera pergi.
Kalimat penutup yang hangat ini membantu mengakhiri percakapan tanpa meninggalkan kesan buruk bagi siapa pun.
4. Berdalih ada telepon lain yang masuk
Terkadang seseorang terpaksa menggunakan alasan tertentu untuk benar-benar mengakhiri percakapan yang berlarut-larut.
Alasan semacam ini menjadi cara mengakhiri telepon tanpa harus mengucapkan sesuatu yang menyakiti perasaan orang lain.
Niat di balik alasan ini biasanya untuk menghindari pemborosan energi sekaligus menjaga hubungan tetap baik.
Selama tidak digunakan untuk menyakiti orang lain, alasan ini tetap dianggap sebagai cara yang wajar.
5. Mengajukan pertanyaan sebelum benar-benar pergi
Mengajukan pertanyaan sebelum menutup telepon justru membuat lawan bicara merasa dihargai sebelum percakapan berakhir.
Cara ini menjadi pengingat bahwa percakapan akan segera diakhiri, namun tetap disampaikan dengan sopan.
Mengajukan pertanyaan juga terbukti membuat seseorang terlihat lebih disukai dalam interaksi sosial sehari-hari.
Sikap ini menunjukkan bahwa seseorang tetap ingin membuat lawan bicaranya merasa penting sebelum telepon ditutup.
6. Menunda pembahasan untuk lain waktu
Percakapan memang bermanfaat bagi kesejahteraan seseorang ketika berjalan lancar dan penuh perhatian.
Namun jika obrolan justru menguras energi, menunda pembahasan menjadi cara yang cukup efektif digunakan.
Alasan ini sangat berguna terutama ketika obrolan mulai terasa mendalam namun tetap terasa dangkal.
Menyatakan akan kembali membahasnya nanti menjadi cara sopan menghindari percakapan yang terus berlarut-larut.
7. Menyatakan akan memikirkannya terlebih dahulu
Menjauh dari layar atau menyendiri sejenak menjadi kebiasaan penting bagi orang yang butuh waktu berpikir.
Bagi orang introver, memikirkan jawaban terasa lebih sulit ketika seseorang menunggu jawaban di ujung telepon.
Meminta waktu untuk berpikir menjadi cara melindungi energi meski sebenarnya tidak ada masalah besar yang dipikirkan.
Alasan ini sering digunakan sebagai cara halus mengakhiri percakapan tanpa terkesan menolak secara langsung.
8. Mengucapkan salam perpisahan dengan janji bertemu lagi
Mengakhiri percakapan dengan janji bertemu kembali membuat penutupan terasa lebih hangat bagi lawan bicara.
Ucapan ini membuat orang lain merasa istimewa meski tidak selalu diiringi niat untuk benar-benar bertemu lagi.
Kehangatan semacam ini tetap efektif meski tidak sepenuhnya tulus disampaikan oleh orang yang mengucapkannya.
Cara ini memberi kesan baik sekaligus membantu mengakhiri telepon tanpa menimbulkan kesan menolak secara kasar.
9. Menyatakan akan membiarkan lawan bicara pergi
Membuat lawan bicara merasa dialah yang memutuskan mengakhiri percakapan dapat mengubah keseluruhan suasana telepon.
Ucapan ini memberi kesan bahwa lawan bicara mendapatkan kembali waktu dan kebebasannya secara sukarela.
Meski berisiko dianggap sebagai cara halus mengakhiri telepon, kebanyakan orang tetap memahami maksud tersebut.
Cara ini menjadi pilihan umum bagi orang yang ingin mengakhiri percakapan tanpa terlihat terlalu terburu-buru.
***