← Beranda
Dari Tradisi Jepang ke Menu Sehari-hari, Matcha Makin Dekat dengan Gaya Hidup 
Mustika Pertiwi• Jumat, 2 Oktober 2026 | 16.09 WIB
Ilustrasi matcha. (Magnific)
 
JawaPos.com - Matcha semakin mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya disajikan sebagai minuman, bubuk teh hijau asal Jepang ini kini hadir dalam berbagai makanan, dessert, hingga produk berbasis susu. 
 
Fenomena tersebut terlihat dari semakin banyaknya menu matcha yang ditawarkan kafe dan restoran di Jakarta. Bagi masyarakat Jepang sendiri, matcha sebenarnya telah lama menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. 
 
Japanese Content Creator sekaligus matcha enthusiast, Miyu Okazaki menjelaskan matcha di Jepang memiliki dua sisi dalam kehidupan masyarakat. Matcha dapat dinikmati secara santai dalam keseharian, tetapi juga memiliki kaitan dengan tradisi dan seremoni. 
 
Baca Juga: 10 Tips Sederhana Meredakan Nyeri Haid Alami Tanpa Obat 
 
Matcha sebagai Bagian dari Keseharian 
 
Bagi masyarakat Jepang, matcha tidak selalu berkaitan dengan acara khusus atau tradisi tertentu. Matcha telah hadir dan dapat ditemukan dalam berbagai produk yang dikonsumsi secara kasual. 
 
Miyu menceritakan pengalamannya ketika masih kecil. Saat itu, produk dengan cita rasa matcha sudah mudah ditemukan di berbagai tempat. 
 
"Waktu saya kecil, semua ada matcha, di minimarket, di pasar, di restoran. Matcha untuk kehidupan sehari-hari oleh masyarakat Jepang," ujar Miyu dalam sesi peluncuran Gelato Yogurt Drink Matcha, pada Rabu (30/9). 
 
Kehadiran matcha dalam produk sehari-hari membuat bahan tersebut tidak hanya dipandang sebagai bagian dari tradisi. Matcha juga berkembang menjadi pilihan rasa yang dekat dengan aktivitas dan konsumsi masyarakat. 
 
Matcha dalam Tradisi Minum Teh 
 
Di sisi lain, matcha memiliki tempat dalam tradisi minum teh Jepang. Dalam konteks ini, menikmati matcha tidak hanya berfokus pada rasa minuman, tetapi juga proses dalam menyajikannya. 
 
Matcha dapat dinikmati bersama kue sebagai makanan pendamping. Jenis kue yang disajikan juga dapat menyesuaikan musim sehingga pengalaman menikmati matcha memiliki keterkaitan dengan perubahan musim di Jepang. 
 
"Setiap musim kue yang disajikan berbeda. Kami menikmati cara membuat matcha dan menikmati minum matcha," pungkas Miyu. 
 
Proses menyiapkan hingga menikmati matcha tersebut menjadi bagian dari pengalaman yang membedakannya dari konsumsi matcha secara kasual. Dua bentuk konsumsi tersebut menunjukkan bagaimana matcha dapat hadir dalam kehidupan masyarakat Jepang, baik sebagai bagian dari keseharian maupun tradisi. 
 
Ketika Matcha Menjadi Bagian dari Lifestyle 
 
Kedekatan matcha dengan kehidupan sehari-hari membuat bahan tersebut mudah beradaptasi dengan berbagai bentuk konsumsi  modern. Di Jakarta, perkembangan tersebut terlihat dari semakin beragamnya makanan dan minuman berbahan matcha yang ditawarkan kepada konsumen. 
EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah