← Beranda
5 Tanda Kucing Punya Ikatan Emosional yang Kuat dengan Pemiliknya
Leni Setya Wati• Jumat, 2 Oktober 2026 | 22.30 WIB
Ilustrasi kucing dan pemiliknya (magnific/prostooleh)

JawaPos.com - Kucing sering dianggap sebagai hewan peliharaan yang sulit ditebak. Berbeda dengan anjing yang cenderung menunjukkan kasih sayang secara terang-terangan, kucing biasanya memiliki cara tersendiri untuk memperlihatkan rasa nyaman dan kedekatan dengan manusia.

Tak jarang, perilaku kucing justru membuat pemiliknya bingung. Misalnya, ketika kucing berguling dan memperlihatkan perutnya, tetapi kemudian mencakar atau menggigit saat disentuh.

Sikap yang berubah-ubah tersebut memang menjadi salah satu karakter khas kucing. Namun, bukan berarti kucing tidak menyayangi pemiliknya.

Ada sejumlah perilaku sederhana yang sebenarnya dapat menjadi tanda bahwa seekor kucing merasa aman, percaya, dan memiliki ikatan yang kuat dengan orang yang merawatnya. Sayangnya, tanda-tanda tersebut sering kali dianggap sebagai kebiasaan biasa.

Amanda Campion, ahli perilaku hewan klinis asal Inggris yang telah bekerja dengan hewan selama lebih dari tiga dekade, termasuk menangani kucing yang mengalami trauma dan kecemasan, menjelaskan beberapa cara kucing menunjukkan kasih sayang.

Dirangkum dari laman YourTango, berikut lima perilaku kucing yang bisa menjadi tanda adanya ikatan mendalam dengan pemiliknya.

1. Mengedipkan Mata Secara Perlahan

Pernah melihat kucing menatap Anda kemudian perlahan menutup dan membuka matanya?

Bagi manusia, gerakan tersebut mungkin terlihat seperti kucing sedang mengantuk. Namun, kedipan mata yang dilakukan secara perlahan dapat menjadi salah satu bentuk komunikasi sosial pada kucing.

Campion menyarankan pemilik untuk membalasnya dengan kedipan perlahan. Respons tersebut dapat menjadi cara sederhana untuk menunjukkan bahwa Anda merasa aman dan nyaman berada di dekatnya.

Kucing juga diketahui dapat merespons kedipan perlahan dari manusia secara positif. Karena itu, jika kucing menatap Anda lalu memberikan slow blink, jangan buru-buru menganggapnya sedang mengantuk. Bisa jadi, ia sedang menunjukkan rasa percaya.

2. Sering Menanduk atau Menggosokkan Kepala

Jika kucing sering mendekat lalu menggosokkan kepala atau wajahnya ke tubuh Anda, jangan menganggapnya sekadar kebiasaan lucu.

Perilaku tersebut dikenal sebagai salah satu bentuk interaksi sosial kucing. Pada bagian kepala terdapat kelenjar aroma yang membantu kucing memberikan penanda bau sekaligus memperkuat hubungan sosial.

Ketika kucing melakukan hal tersebut kepada pemiliknya, ia dapat sedang menunjukkan bahwa Anda adalah bagian dari lingkungan sosial yang dianggapnya aman.

Jadi, ketika kepala Anda ditanduk atau digosokkan ke kaki, tangan, maupun tubuh, itu bisa menjadi salah satu bentuk kedekatan versi kucing.

3. Membawakan "Hadiah"

Kucing terkadang membawa sesuatu kepada pemiliknya. Hadiah tersebut bisa berupa mainan, kaus kaki, benda kecil yang ditemukannya, bahkan dalam beberapa kasus berupa hewan mati.

Meski bagi manusia hal tersebut mungkin terlihat menjijikkan atau aneh, perilaku ini dapat memiliki makna sosial bagi kucing.

Campion menjelaskan bahwa tindakan berbagi benda dapat menjadi salah satu cara kucing menunjukkan kedekatan dan memperlakukan seseorang sebagai bagian dari kelompok sosialnya.

Jadi, jika kucing tiba-tiba membawa mainan dan meletakkannya di dekat Anda, tidak perlu langsung menganggapnya sebagai perilaku aneh. Bisa saja itu merupakan salah satu cara uniknya berinteraksi dengan Anda.

4. Memilih Tidur di Dekat Pemilik

Kucing merupakan hewan yang sangat rentan ketika sedang tidur. Dalam kondisi tersebut, mereka tidak berada dalam keadaan sepenuhnya waspada terhadap lingkungan sekitar.

Karena itu, ketika kucing memilih tidur di dekat seseorang, perilaku tersebut dapat menunjukkan bahwa ia merasa aman berada di dekat orang tersebut.

Tempat tidur juga menjadi ruang yang nyaman bagi kucing. Jika ia secara rutin memilih kasur, sofa, atau tempat lain yang dekat dengan Anda untuk beristirahat, hal itu dapat menjadi tanda bahwa keberadaan Anda memberikan rasa aman.

Bagi kucing, memilih seseorang sebagai tempat untuk tidur bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi juga dapat berkaitan dengan rasa percaya.

5. Melilitkan atau Mengaitkan Ekor

Ekor merupakan salah satu bagian tubuh yang penting dalam komunikasi kucing. Posisi dan gerakannya dapat memberikan berbagai sinyal, mulai dari rasa penasaran hingga ketegangan.

Ketika kucing melilitkan atau mengaitkan ekornya pada tubuh seseorang, perilaku tersebut dapat menjadi bagian dari interaksi sosial dan menunjukkan kedekatan.

Kucing juga memiliki kelenjar aroma di bagian tubuhnya, termasuk ekor. Karena itu, kontak tersebut dapat membantu pertukaran aroma sekaligus memperkuat hubungan sosial.

Gerakan ekor yang melilit tubuh pemilik bahkan kerap diibaratkan seperti bentuk "berpegangan tangan" dalam komunikasi manusia.

Namun, bukan berarti Anda perlu memegang atau menarik ekornya. Meski kucing menggunakan ekor untuk berkomunikasi dan menunjukkan kedekatan, banyak kucing tetap tidak nyaman jika bagian tubuh tersebut disentuh secara langsung.

EDITOR: Hanny Suwindari