← Beranda
Perawatan Wajah dengan DNA Salmon, Regenerasi Kulit untuk Lebih Glowing
Nurul Adriyana Salbiah• Senin, 5 Oktober 2026 | 23.19 WIB
Ilustrasi perawatan kulit wajah. 

JawaPos.com – Kulit yang sehat bercahaya alias glowing menjadi salah satu benefit yang didapatkan ketika rutin perawatan wajah. Salah satunya treatment atau perawatan wajah menggunakan DNA salmon.

Perawatan wajah menggunakan DNA Salmon memang terkenal bagus untuk meregenasi kulit dan merangsang produksi kolagen. Tak heran jika treatment DNA salmon masih menjadi tren di kalangan beauty enthusiast.

Tapi, seiring dengan perkembangan di dunia kecantikan, penggunaan DNA Salmon ternyata bisa ‘dikawinkan’ dengan treatment lainnya agar hasil lebih maksimal. Seperti perawatan DNA Salmon LHALA Glass Skin dari Dermies Max.

Baca Juga: Tagih Janji Prabowo Gratiskan TK hingga Kuliah, Ratusan Mahasiswa BEM SI Demo di DPR

Treatment ini merupakan kombinasi LHALA Peel dan Vitaran PN DNA Salmon Skin Booster yang memberikan efek double glowing secara instan. Tentunya dengan efek regenerasi dan peningkatan kualitas kulit untuk hasil yang lebih tahan lama.

Diungkapkan Alisa Agustine selaku GM Marketing of Erha Clinic Group, DNA Salmon LHALA Glass Skin bisa dikatakan treatment inovasi baru. Kombinasi treatment ini menggunakan injeksi dan cairan peeling.

“Cairan peeling-nya sendiri terdiri dari beberapa step. Jadi dilakukan injeksi terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan peeling,” ujar Alisa dalam peluncuran DNA Salmon LHALA Glass Skin di acara Glow Up Gala di Jakarta, baru-baru ini.

Karena ini menyasar pada regenrasi kulit dan merangsang produksi kolagen, maka treatment ini sebenarnya bisa dilakukan mulai 25 tahun ke atas. Dengan frekuensi satu bulan sekali. Hal ini perlu dilakukan sedini mungkin karena produksi kolagen menurun sekitar 1 persen setiap tahunnya.

Tapi, tidak menutup kemungkinan kalau treatment DNA Salmon ini bisa juga dilakukan sejak usia 16 tahun.  “Sebenarnya treatment ini cocok untuk sebagian besar jenis kulit. Namun, kembali lagi, semuanya harus berdasarkan hasil diagnosis dari dokter,” tukasnya.

Bagi ERHA, ungkap Alisa, semua produk treatment yang dihasilkan sudah melalui tahap studi internal. Terlebih ada ERHA Innovation dan ERHA Institute.

RH Innovation merupakan tim yang mengembangkan atau memformulasikan setiap produk maupun treatment. Misalnya, alat yang digunakan mungkin sama dengan klinik lain, tetapi yang membedakan adalah melakukan studi khusus, mulai dari parameter, power, hingga kemungkinan kombinasi untuk mendapatkan hasil yang lebih efektif.

Setelah mendapatkan formula terbaik, hasilnya akan diberikan kepada RH Institute. Tim ini bertugas melakukan training kepada seluruh dokter.

“Jadi, dokter baru tidak langsung praktik, tetapi harus menjalani training terlebih dahulu sesuai standar yang sudah ditentukan. Tujuannya agar seluruh SOP yang berjalan benar-benar terstandardisasi,” paparnya.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah