← Beranda
Jangan Sepelekan, 8 Kebiasaan Pagi Ini Bisa Menguras Energi Seharian
Lania Monica• Kamis, 8 Oktober 2026 | 23.32 WIB
Ilustrasi seseorang yang tidak pernah merasa kelelahan di sore hari (geediting)

JawaPos.com – Merasa bersemangat ketika baru bangun tidur, tetapi tiba-tiba kehilangan tenaga saat memasuki sore hari merupakan hal yang cukup umum. Menjelang pukul 3 sore, tubuh mulai terasa berat, konsentrasi berkurang, dan pekerjaan yang sebelumnya mudah dikerjakan terasa lebih melelahkan.

Rasa lelah tersebut memang dapat dipengaruhi oleh ritme tubuh dan aktivitas sepanjang hari. Namun, kebiasaan yang dilakukan sejak pagi juga dapat menentukan seberapa banyak energi yang tersisa beberapa jam kemudian.

Dikutip dari laman Geediting, ada sejumlah kebiasaan pagi yang sebaiknya dihindari jika ingin menjaga energi dan konsentrasi tetap stabil hingga sore. Beberapa di antaranya bahkan sering dilakukan tanpa disadari.

Lantas, kebiasaan apa saja yang perlu diperhatikan?

1. Terlalu sering menekan tombol snooze

Godaan untuk tidur kembali selama lima atau sepuluh menit setelah alarm berbunyi memang sulit ditolak. Namun, kebiasaan tersebut dapat membuat proses bangun menjadi lebih berat.

Ketika kembali tertidur setelah alarm pertama, tubuh berpotensi memasuki tahapan tidur berikutnya sebelum akhirnya dibangunkan lagi. Akibatnya, Anda justru dapat merasa lebih mengantuk dan kurang segar.

Cobalah menempatkan alarm agak jauh dari tempat tidur. Dengan begitu, Anda perlu benar-benar bangun dan bergerak untuk mematikannya.

2. Tidak segera memenuhi kebutuhan cairan tubuh

Selama tidur beberapa jam, tubuh tetap kehilangan cairan meskipun tidak melakukan aktivitas berat. Karena itu, minum air setelah bangun dapat menjadi kebiasaan sederhana untuk memulai hari.

Sebagian orang langsung mencari kopi begitu membuka mata. Tidak masalah menikmati kopi, tetapi jangan sampai air putih justru dilupakan.

Segelas air putih pada pagi hari dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan setelah tidur dan menjadi pilihan yang lebih baik sebelum memulai aktivitas.

3. Mengawali hari dengan sarapan yang terlalu manis

Makanan tinggi gula mungkin memberikan rasa kenyang dan energi dengan cepat. Namun, pola sarapan seperti ini belum tentu membuat energi bertahan lama.

Makanan seperti pastry, roti manis, atau sereal dengan kandungan gula tinggi dapat menyebabkan asupan gula meningkat dengan cepat. Jika pola makan tidak seimbang, energi pun bisa terasa menurun beberapa jam kemudian.

Sebagai alternatif, pilih menu yang mengandung protein, lemak sehat, serta karbohidrat kompleks. Telur dengan roti gandum atau oatmeal yang dilengkapi buah dan biji-bijian dapat menjadi pilihan.

4. Langsung membuka media sosial atau email

Membuka ponsel sesaat setelah bangun mungkin terlihat sebagai kebiasaan kecil. Namun, notifikasi, pesan, berita, dan berbagai unggahan dapat membuat otak langsung menerima banyak informasi.

Alih-alih memulai hari dengan tenang, perhatian justru sudah tersedot oleh berbagai hal dari luar.

Jika memungkinkan, beri jeda sekitar 30 menit sebelum membuka media sosial atau email. Gunakan waktu tersebut untuk minum air, melakukan peregangan, berdoa, bermeditasi, atau menentukan agenda hari itu.

5. Tidak memberikan kesempatan bagi tubuh untuk bergerak

Setelah berjam-jam berada dalam posisi tidur, tubuh membutuhkan gerakan untuk kembali aktif.

Tidak perlu langsung melakukan olahraga berat. Peregangan ringan, berjalan kaki selama beberapa menit, atau melakukan yoga sederhana sudah dapat menjadi cara untuk mengawali aktivitas fisik.

Kebiasaan bergerak di pagi hari juga dapat membantu tubuh terasa lebih siap menghadapi berbagai aktivitas sepanjang hari.

6. Mengonsumsi kafein secara berlebihan

Kopi dapat menjadi bagian dari rutinitas pagi banyak orang. Dalam jumlah yang sesuai, kafein dapat membantu meningkatkan kewaspadaan.

Namun, terlalu banyak mengonsumsinya bukan berarti semakin banyak energi yang akan diperoleh. Konsumsi berlebihan dapat membuat tubuh terasa terlalu terstimulasi dan pada sebagian orang dapat mengganggu kualitas tidur.

Jika membutuhkan kopi, perhatikan jumlah yang dikonsumsi dan tetap imbangi dengan air putih. Minuman berkafein lain dengan kadar lebih rendah juga bisa menjadi alternatif.

7. Bekerja tanpa menentukan prioritas

Bangun pagi lalu langsung mengerjakan berbagai hal secara bersamaan dapat membuat perhatian mudah terpecah.

Ketika terus berpindah dari satu tugas ke tugas lainnya, energi mental bisa lebih cepat terkuras. Akibatnya, menjelang sore konsentrasi sudah menurun meskipun pekerjaan yang dilakukan sebenarnya tidak terlalu berat.

Sebelum memulai aktivitas, luangkan beberapa menit untuk menentukan tiga pekerjaan yang paling penting. Dengan prioritas yang jelas, waktu dan tenaga dapat digunakan dengan lebih efisien.

8. Mengabaikan kondisi pikiran

Kondisi mental juga berpengaruh terhadap bagaimana seseorang menjalani hari. Memulai pagi dengan rasa cemas, stres, atau pikiran yang terlalu penuh dapat membuat energi mental terkuras sejak awal.

Karena itu, menjaga kesehatan bukan hanya soal tidur cukup dan makanan bergizi. Memberikan waktu untuk menenangkan pikiran juga penting.

Anda dapat mencoba menarik napas dalam beberapa kali, berdoa, melakukan meditasi singkat, atau mengucapkan afirmasi positif sebelum mulai beraktivitas.

Pada akhirnya, cara memulai pagi dapat memengaruhi bagaimana tubuh dan pikiran menghadapi sisa hari. Tidak perlu mengubah seluruh rutinitas sekaligus. Mulailah dengan meninggalkan satu atau dua kebiasaan yang paling sering membuat energi cepat terkuras.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho