JawaPos.com – Perubahan cuaca kerap membuat tubuh perlu beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang berbeda. Pada periode tertentu, keluhan seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, hingga demam juga lebih sering muncul.
Namun, perlu diketahui bahwa flu bukan disebabkan langsung oleh perubahan cuaca. Flu merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza dan dapat menular melalui percikan saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin, serta melalui tangan atau permukaan yang terkontaminasi.
Gejala flu umumnya meliputi demam, batuk, sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek, nyeri tubuh, dan rasa lelah. Pada sebagian orang, terutama mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, infeksi saluran pernapasan dapat menimbulkan risiko yang lebih serius.
Karena itu, menjaga kebersihan dan menerapkan kebiasaan hidup sehat menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko tertular. Dilansir dari English Jagran, berikut sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah flu musiman.
1. Jaga Pola Makan agar Tubuh Tetap Bugar
Asupan makanan bergizi berperan penting dalam menjaga fungsi sistem kekebalan tubuh. Pastikan menu sehari-hari terdiri dari makanan yang beragam, termasuk sayuran, buah-buahan, sumber protein, serta makanan bergizi lainnya.
Buah dan sayuran yang kaya vitamin serta senyawa antioksidan dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang. Jeruk, sayuran hijau, jahe, bawang putih, dan kunyit dapat dikonsumsi sebagai bagian dari menu harian, bukan sebagai pengganti pengobatan flu.
2. Rajin Mencuci Tangan
Menjaga kebersihan tangan merupakan salah satu kebiasaan sederhana yang penting untuk mengurangi penyebaran berbagai infeksi saluran pernapasan.
Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama setelah berada di tempat umum, sebelum makan, dan setelah batuk atau bersin. Jika air dan sabun tidak tersedia, pembersih tangan berbahan dasar alkohol dapat digunakan sebagai alternatif.
Selain itu, hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dibersihkan karena virus dapat berpindah dari permukaan tangan ke bagian tubuh tersebut.
3. Pastikan Tubuh Mendapat Cukup Cairan
Menjaga tubuh tetap terhidrasi penting untuk menunjang kondisi tubuh secara keseluruhan. Air putih dapat menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan setiap hari.
Sup hangat, buah, dan sayuran dengan kandungan air tinggi juga dapat menjadi bagian dari pola makan. Jika sedang mengalami sakit, kebutuhan cairan tetap perlu diperhatikan agar tubuh tidak mengalami dehidrasi.
4. Jangan Mengabaikan Waktu Tidur
Istirahat yang cukup membantu tubuh menjalankan berbagai proses pemulihan. Sebaliknya, kurang tidur secara terus-menerus dapat memengaruhi fungsi kekebalan tubuh.
Karena itu, usahakan memiliki jadwal tidur yang teratur dan memperoleh waktu istirahat yang cukup setiap malam. Orang dewasa umumnya membutuhkan setidaknya tujuh jam tidur setiap malam, meski kebutuhan setiap orang dapat berbeda.
Selain durasi, kualitas tidur juga penting. Kurangi aktivitas yang dapat mengganggu waktu istirahat agar tubuh memiliki kesempatan untuk pulih secara optimal.
5. Kurangi Paparan di Tempat yang Sangat Padat
Virus pernapasan dapat lebih mudah menyebar ketika seseorang berada di lingkungan yang ramai dan memiliki kontak dekat dengan banyak orang.
Jika sedang terjadi peningkatan kasus flu atau infeksi pernapasan, pertimbangkan untuk mengurangi kunjungan ke tempat yang sangat padat, terutama jika tidak diperlukan.
Ketika harus berada di tempat ramai, penggunaan masker yang sesuai dapat menjadi salah satu langkah tambahan untuk mengurangi paparan terhadap virus pernapasan. Tetap perhatikan kebersihan tangan dan usahakan menjaga jarak dengan orang yang sedang mengalami gejala infeksi.
Dengan menerapkan kebiasaan sederhana seperti menjaga pola makan, mencuci tangan, mencukupi kebutuhan cairan, tidur cukup, dan mengurangi paparan di tempat ramai, risiko terkena infeksi saluran pernapasan dapat diminimalkan.
Jika mengalami gejala yang berat, memburuk, atau memiliki kondisi kesehatan yang meningkatkan risiko komplikasi, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.