JawaPos.com - Melihat orang tiba-tiba jatuh, kaku, dan tubuhnya bergetar hebat sering membuat panik.
Banyak orang menganganya epilepsi dan dengan spontan melakukan hal yang justru berbahaya, seperti memasukkan sendok ke mulut korban atau menahan tubuhnya.
Padahal, pertolongan kejang atau epilepsi yang tepat cukup sederhana dan bisa dilakukan siapa saja.
Langkah yang benar membantu mencegah cedera dan menjaga jalan nafas tetap terbuka sampai kejang berhenti atau bantuan medis tiba.
Karena kejang bisa terjadi di rumah, kantor, maupun jalan, mengetahui langkah yang tepat sama pentingnya dengan mengetahui apa yang tidak boleh dilakukan.
Melansir dari laman The Ohio State University pada Jumat (09/10), menjelaskan bahwa kejang seperti badai listrik di otak, yaitu sinyal listrik yang biasanya teratur menjadi kacau atau menyala bersamaan secara abnormal.
Tidak semua orang yang pernah kejang menderita epilepsi, yang memengaruhi sekitar 1 persen populasi dan ditandai kejang berulang tanpa pemicu jelas.
Pemicunya antara lain stres, kurang tidur, lupa minum obat anti-kejang, kepanasan, kelelahan, alkohol, menstruasi, dan cahaya berkedip pada sebagian penderita.
Jika seseorang di dekat Anda kejang, epilepsi, hampir pasti itu bukan salah Anda. Berikut enam langkah pertolongan kejang yang disarankan dalam membantu:
- Hubungi layanan darurat
Terutama bila Anda tidak mengenal riwayat korban. Kejang bisa menjadi tanda awal kondisi mendesak lain seperti, infeksi, stroke, atau tumor otak.
- Catat waktunya
Gunakan jam atau ponsel, kejang lebih dari 5 menit membutuhkan penanganan medis segera.
- Lindungi dari cedera
Bantu korban berbaring di lantai, jauhkan benda keras atau tajam, dan alasi kepala dengan sesuatu yang lembut dan rata.
- Miringkan tubuhnya saat aman
Terutama ketika kejang berakhir, agar air liur atau muntahan mengalir keluar dan tidak tersedak.
- Hindari kesalahan umum
Jangan memasukkan apa pun ke mulut, karena lidah tidak bisa tertelan dan benda atau jari justru bisa melukai.
Jangan menahan gerakan korban, memberi air, obat, atau makanan sebelum ia sadar penuh, menarik anggota badannya yang kaku, atau melakukan napas buatan dan CPR saat fase kejang.
- Dampingi sampai pulih
Pemulihan bisa 30 menit hingga satu jam atau lebih, dengan bingung, mengantuk, dan lemas.
Tetap di sisinya dan sampaikan pengamatan Anda kepada petugas medis, berapa lama kejang, apakah kepala atau mata menoleh ke satu sisi, dan bagaimana ia bernapas.
Kejang tidak selalu berupa gerakan tubuh. Pada kejang fokal, penderita tampak menatap kosong, tidak merespons, bingung, atau mengulang gerakan tertentu.
Tetap hubungi bantuan, temani, dan arahkan perlahan menjauhi bahaya tanpa menahannya.
Dalam studi The Pharmaceutical Journal, menyebut sekitar 80 persen kejang berhenti kurang dari dua menit.
Kejang berkepanjangan lebih dari 30 menit disebut status epileptikus, kondisi darurat yang fatal pada sekitar 10 hingga 20 persen kasus.
Pedoman pertolongan kejang pertama dari berbagai organisasi epilepsi pun konsisten, panggil ambulans bila kejang lebih dari 5 menit, berulang, merupakan kejang pertama, atau korban terluka.