← Beranda
Beginilah Tempat Fitnes Homo Beroperasi, Ada Lantai Khusus
Fadhil Al Birra• Selasa, 23 Mei 2017 | 23.35 WIB
polisi menggelar rekonstruksi di Fitnes Atlantis Jaya, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

JawaPos.com - Polres Metro Jakarta Utara terus mengusut kasus pesta homo seks yang terjadi di Fitnes Atlantis Jaya, Kelapa Gading. Hari ini (23/5) polisi menggelar rekonstruksi secara tertutup di lokasi.


Setelah rekonstruksi, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Dwiyono mengatakan, dari situ diketahui sejumlah penyimpangan dan aktivitas berbeda di fitnes itu dengan fitnes lainnya. Menurut dia, memang tak sembarangan bisa masuk ke fitnes itu, terlebih mencicipi fasilitas para homo yang ada di lantai dua, tiga dan empat bangunan yang ada di Jalan Boulevard Bukit Gading Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara itu.


Ketika pengunjung hendak fitnes, maka akan diperhatikan benar-benar. Bahkan harus memperlihatkan kartu tanda pengenal kepada sekuriti. Bagi orang biasa harus membayar Rp 185 ribu, bila tak bisa menunjukan kartu tanda pengenal, maka harus menambah Rp 100 ribu. “Setelah bayar itu bebas sampai kapan saja,” kata dia.


Di lantai satu, memang tampak seperti lokasi fitnes pada umumnya. Sejumlah alat-alat untuk membentuk otot dan stamina tersedia dan bisa digunakan dengan bebas oleh pengunjung.


Bila diyakini bahwa yang fitnes itu adalah kaum homo juga, maka pengunjung diberikan handuk, kunci loker serta air mineral. Bila ingin ke lantai dua, harus melalui pintu khusus.


Namun untuk masuk ke lantai dua ini pengunjung harus melepas semua pakaiannya alias bugil. Di lantai dua hanya boleh mengenakan handuk saja. Untuk di lantai dua adalah tempat mandi dan spa untuk berendam bersama pria lainnya.


Pengelola, kata mantan Kapolres Jakarta Pusat ini, tak menyediakan yang namanya ruang ganti. Semuanya berganti pakaian di depan loker dan langsung menuju le lantai dua. “Berganti bajunya di loker,” ucap dia.


Di lantai dua juga kata dia hanya ada kamar mandi dan sejumlah wastafel dengan kolam air yang terletak di tengah ruangan. Untuk lantai dua ke atas, kata dia, biasanya ramai saat libur panjang atau libur akhir pekan.


Pasalnya, saat penggerebekan di hari Minggu (21/5) lalu, pria penyuka sesama jenis itu banyak diamankan dengan jumlah mencapai 141 orang. Dan saat itu kebetulan ada even bertema The Wild One. (elf/JPG)

EDITOR: Fadhil Al Birra