JawaPos.com - Sejak sains diterima oleh manusia, terdapat fantasi akan adanya portal atau lubang cacing di alam semesta kita. Dilansir dari BBC, lubang cacing adalah sebuah konsep ide dimana terdapat terowongan yang mengaitkan satu dimensi dengan dimensi lain.
Konsep ini menjadi populer setelah penulis Carl Sagan merilis novel fiksi sainsnya, "Contact" (1985), tentang seorang ahli fisika yang berhasil membuktikan adanya jalan bagi manusia untuk melakukan perjalanan luar angkasa.
Tentunya belum ada peneliti satu pun yang bisa membuktikan bahwa teori itu benar atau nyata. Namun, teori ini tidak pernah meninggalkan pikiran banyak orang dan masih memiliki pengikut yang berharap dapat membuktikannya.
Keluarga Platt tidak akan pernah menyangka bahwa mereka menjadi korban dari penemuan lubang cacing ini.
Baca Juga: Sinopsis Film The Tomorrow War (2021): Perjuangan Generasi Sekarang demi Menyelamatkan Masa Depan
Keluarga ini berisikan pasangan Denise (Anne Hathaway) dan Greg (Ewan McGregor), serta kedua anak mereka, Audrey (Maisy Stella) dab Brian (Christian Convery).
Pernikahan Denise dan Greg terguncang karena kondisi finansial keluarga mereka. Greg diam-diam bekerja sebagai pengantar pizza setelah kehilangan pekerjaan hariannya. Sedangkan Denise sangat ingin menjadi penulis novel.
Denise dan Greg menyembunyikan pekerjaan Greg dari anak-anak. Denise juga diam-diam menulis novel semi-autobiografinya, menceritakan keinginannya untuk meninggalkan keluarganya.
Denise meminta salah satu tetangganya yang dulunya seorang editor novel. Tetangganya mengerti bahwa novel karya Denise ini adalah proyeksi keinginan Denise yang tidak bisa ia kabulkan.
Setelah berbincang, tetangga itu menunjukkan kepada Denise sebuah pohon yang tiba-tiba muncul di halaman belakangnya. Ia juga meminta tolong kepada Denise untuk mencari tahu pohon apa itu, karena mereka berdua tidak mengenalinya.
Denise mengambil foto tanaman lalu pergi ke perpustakaan lokal. Ia telah mencari-cari di berbagai buku botani, namun tidak ada satupun tanaman disana yang memenuhi deskripsi. Pustakawan merekomendasikan buku tentang paleobotani, yaitu fosil tanaman, dan ia menemukan satu yang mirip.
Keesokan harinya tetangga mereka, Tuan Jacobs (P.J. Byrne) mengeluhkan kemunculan segunung kotoran binatang di halaman belakangnya. Tuan Jacobs menuduh Denise karena mereka sering bertengkar tentang anjing peliharaan Keluarga Platt, Starbuck.
Malam harinya, Brian terbangun karena melihat kilatan cahaya aneh dari luar kamarnya dan terjadi mati lampu. Ia dan keluarganya kembali tidur karena mengira itu hanya petir hujan badai. Ternyata sinar menyelimuti seluruh Jalan Oak, tempat mereka tinggal.
Keesokan paginya, listrik masih belum nyala dan air tidak mengalir. Brian menengok keluar dan melihat Starbuck tidak terikat di rumah anjingnya. Mengeluhkan hilangnya anjing mereka, Denis dan Greg pergi keluar untuk mencari tahu apa yang terjadi serta mencari anjing mereka.
Tidak hanya menemukan pompa air yang meledak di beberapa rumah dekat mereka, Denise dan Greg juga menemukan bahwa kompleks tempat tinggal mereka dikelilingi oleh hutan dengan pohon-pohon yang tidak mereka kenali. Dan dari pepohonan, muncul makhluk-makhluk mirip dinosaurus ganas.
Denise dan Greg langsung lari ke rumah mereka, mengunci pintu dan menutupi jendela-jendela mereka agar tidak dimasuki oleh dinosaurus. Namun, dinosaurus juga menyerang tetangga-tetangga mereka.
Baca Juga: Sinopsis Film Don't Worry Darling (2022): Jangan Sampai Cinta Buta Membuatmu Termanipulasi
Audrey menyimpulkan bahwa kilatan sinar yang muncul semalam adalah lubang cacing, dan lubang cacing ini telat memindahkan kompleks perumahan mereka ke jutaan tahun yang lalu. Dan kemungkinan besar, kompleks yang hilang ini tergantikan oleh apa yang seharusnya ada dimana mereka berada.
Film The End of Oak Street (2026) mengangkat tema fiksi sains perjalanan waktu dan drama keluarga. Tidak hanya itu, film ini juga menggunakan penempatan waktu era tahun 80an, sehingga Carl Sagan menjadi tokoh penting dalamnya.
Film ini cukup menghibur dan membuat para penontonnya ikut tegang pada saat para dinosaurus muncul. Penulis film ini berhasil menemukan waktu yang pas untuk menaruh adegan komedi dan drama keluarga pula. Serta pada beberapa adegan film, aksi yang terjadi terlihat lebih realistis.
Sayangnya penutupan film ini cukup membuat para penonton menggaruk-garuk kepala, hingga menciptakan teori-teori mereka sendiri terhadap apa yang terjadi pada tokoh-tokohnya. Film ini mendapatkan skor 6.2/10 di IMDb dan 86% Tomatometer di Rotten Tomatoes.