← Beranda
Konser Badai Pasti Berlalu Surabaya Hadirkan Berlian Hutauruk hingga Once Mekel
Abdul Rahman• Jumat, 2 Oktober 2026 | 23.15 WIB
Konser Badai Pasti Berlalu di Surabaya menghasilkan penyanyi Berlian Hutauruk, Vina Panduwinata hingga Once Mekel. (istimewa)

 

JawaPos.com - Badai Pasti Berlalu Live in Concert akan kembali membawa salah satu karya penting dalam sejarah musik Indonesia ke atas panggung. Setelah menggelar pertunjukan di Jakarta, konser yang mengangkat karya-karya Erros Djarot tersebut akan hadir di Surabaya pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Yang membuat pertunjukan kali ini berbeda adalah hadirnya Berlian Hutauruk, penyanyi yang memiliki kaitan langsung dengan sejarah lahirnya lagu Badai Pasti Berlalu. Ia akan tampil satu panggung bersama Once Mekel dan Vina Panduwinata di Auditorium Gedung Q Universitas Kristen Petra, Surabaya.

Berlian merupakan penyanyi pertama yang membawakan Badai Pasti Berlalu untuk film garapan Teguh Karya yang dirilis pada 1977. Karakter vokalnya kemudian menjadi salah satu identitas kuat lagu tersebut dan membuat namanya sulit dipisahkan dari perjalanan karya Erros Djarot itu.

Kehadiran Berlian di Surabaya menjadi semakin menarik karena hampir lima dekade setelah rekaman pertamanya, ia kembali membawakan lagu yang menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya.

Baca Juga: Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah 

Erros Djarot melihat pertemuan tersebut sebagai momen khusus, terutama karena Berlian merupakan bagian langsung dari proses awal lahirnya Badai Pasti Berlalu.

“Berlian adalah bagian penting dari lahirnya ‘Badai Pasti Berlalu’. Sejak awal, saya merasa suaranya memiliki karakter dan kekuatan emosi yang dibutuhkan untuk menghidupkan lagu ini. Hampir lima dekade kemudian, mendengarkan Berlian kembali membawakan karya tersebut tentu menjadi momen yang sangat istimewa, bukan hanya bagi saya, tetapi juga bagi penonton di Surabaya,” ujar Erros Djarot.

Album yang Menjadi Tonggak Musik Indonesia

Badai Pasti Berlalu bukan sekadar soundtrack film. Album yang menjadi sumber lagu-lagu dalam pertunjukan ini melibatkan sejumlah musisi penting Indonesia, di antaranya Chrisye, Yockie Suryo Prayogo, Keenan Nasution, Debby Nasution, Fariz RM, dan Berlian Hutauruk, dengan Erros Djarot sebagai pengarah musik.

Karya tersebut kemudian mendapat pengakuan luas dalam sejarah musik Indonesia. Pada 2007, album Badai Pasti Berlalu dinobatkan Rolling Stone Indonesia sebagai album Indonesia terbaik sepanjang masa.

Jejak panjang itulah yang coba dihidupkan kembali melalui konser ini. Lagu-lagu yang lahir dari era 1970-an dipertemukan dengan penyanyi dari generasi berbeda sehingga pertunjukannya tidak hanya menjadi perjalanan nostalgia, tetapi juga memperlihatkan bagaimana karya lama dapat terus menemukan pendengar baru.

Selain Berlian Hutauruk, konser Surabaya juga menghadirkan kembali Once Mekel dan Vina Panduwinata. Keduanya sebelumnya tampil dalam Badai Pasti Berlalu Live in Concert di Balai Sarbini, Jakarta, pada April 2026.

Dalam pertunjukan tersebut, Once membawakan sejumlah lagu, termasuk Selamat Jalan Kekasih, Pelangi, dan Merpati Putih. Sementara Vina tampil bersama Ardhito Pramono membawakan Hening, kemudian melanjutkan penampilannya dengan Matahari dan Rindu.

Penampilan keduanya mendapat sambutan dari penonton dan turut menjadi alasan penyelenggara membawa konser tersebut ke kota lain.

“Setelah konser Jakarta, kami menerima banyak respons dan permintaan agar ‘Badai Pasti Berlalu’ dibawa ke Surabaya. Once dan Vina kembali kami hadirkan karena penampilan mereka begitu berkesan bagi penonton. Kali ini, dengan hadirnya Berlian Hutauruk, pertunjukan di Surabaya akan terasa lebih lengkap karena ada sosok yang menjadi bagian langsung dari sejarah lahirnya lagu ‘Badai Pasti Berlalu’,” kata Iwan Kurniawan, Project Director Kolam Ikan Creative Communication.

Dengan komposisi tersebut, konser Surabaya menawarkan pertemuan antara suara yang menjadi bagian dari sejarah awal Badai Pasti Berlalu dengan interpretasi penyanyi lintas generasi.

Pertunjukan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi penonton untuk mendengarkan kembali karya-karya Erros Djarot dalam format panggung, hampir 50 tahun setelah lagu-lagu tersebut pertama kali hadir melalui film dan album Badai Pasti Berlalu.

EDITOR: Abdul Rahman