← Beranda
Ada Tambahan Pengadaan Tanah Tol Kediri-Tulungagung Seluas 18,5 Hektare, Simak Penjelasannya
Ajilan Fauza Fathayanie• Rabu, 24 Januari 2024 | 17.31 WIB
Tambahan Pengadaan Tanah Tol Kediri – Tulungagung Seluas 18,5 Hektare./Radar Kediri

 

 

JawaPos.com – Tol Kediri-Tulungagung yang menjadi salah satu akses menuju Bandara Dhoho Kediri, dikabarkan akan mengadakan tambahan tanah seluas 18,5 Hektare.

Dilansir dari Radar Kediri (JawaPos Group) Linanda Krisni Susanti selaku Ketua TPT Jalan Tol Kediri-Tulungagung menyatakan bahwa tambahan tanah seluas 18,5 Hektare ini digunakan untuk pembuatan zona bebas atau clear zone tol.

Linanda mengungkapkan keberadaan zona bebas sangatlah penting untuk menambah keamanan saat terjadinya kecelakaan di tol. 

“Jika terjadi kecelakaan, mobil yang terpental masih tetap berada di area tol (clear zone, Red)” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa selain untuk pembuatan zona bebas di seluruh trase tol, juga ada pula transformasi sejumlah underpass menjadi overpass.

“Ada juga penambahan beberapa titik kaki-kaki jembatan,” jelasnya.

Selain itu, adanya pemindahan exit tol dari Jl. Jaksa Agung Suprapto ke Jl. Suparjan Mangun Wijaya ini juga memicu peningkatan kebutuhan tanah, terutama pada tapper jalan di sekitarnya.

Setelah diperhitungkan, kebutuhan lahan tambahan pada tahap II mencapai 18,5 hektare.

Dalam proses pengadaan tanah tahap II ini, Tim Pengadaan Tanah (TPT) tetap memprioritaskan pengadaan tanah untuk ruas tol yang menjadi akses utama menuju ke bandara.

Baca Juga: Pengadaan Tanah Tol Kediri-Tulungagung Tahap II Dimulai! TPT Yakin Pematokan RoW di 4 Kelurahan Dapat Rampung pada 24 Januari 2024

Proses dimulai dari Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota, dan melibatkan pula Kelurahan Mojoroto, Gayam, dan Bujel di Kecamatan Mojoroto. Tak hanya itu, di tingkat Kabupaten, pembebasan tanah di Desa Tiron dan Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan, juga tengah dipercepat.

Di akses bandara Kelurahan Gayam, Mojoroto, kini telah dimulai proses pemasangan patok tol.

Hingga kemarin siang (23/1), tercatat sekitar 50 patok berwarna kuning-merah telah dipasang, menciptakan pemandangan yang menarik dan memberikan tanda nyata akan kemajuan proyek tersebut.

Selain di Kelurahan Gayam, Mojoroto,n pemasangan patok juga akan dilakukan di Desa Tiron dan Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan.

Petugas lapangan Tim Pengadaan Tanah (TPT), Achmad Ardhansyah Pramana menyatakan bahwa pengadaan tanah tahap II, TPT melakukan penambahan di seluruh trase tol.

Sehingga pemasangan patok juga akan bertambah lokasi lainnya yakni, di Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota. Serta, Kelurahan Bujel dan Kelurahan Mojoroto, Kecamatan Mojoroto.  

Baca Juga: Hingga Minggu ke-4 Januari, Lahan Tol Kediri-Tulungagung yang Akan Menjadi Akses ke Bandara Dhoho Kediri Baru Siap 35,40 Persen

“Kami estafet (di sepanjang) kanan dan kiri (trase). Biar lebih mempercepat dan mempermudah pengerjaan, kami bagi dua tim. Yang satu tim untuk penentuan koordinat,” ujarnya.

Tim selanjutnya akan memulai tugasnya setelah patok-patok tersebut tersebar di titik koordinat jalan tol. Tim kedua ini bertanggung jawab menancapkan patok-patok pada lahan yang sudah ditetapkan sebelumnya,

Achmad juga mengungkapkan bahwa penambahan luas tanah di tahap II ini memiliki jumlah yang bervariasi, yang mana setiap titik menunjukkan peningkatan yang berbeda-beda dengan titik yang lain.

“Untuk ukurannya kami perlu mengukur ulang bidang yang terdampak tahap II dari tim satgas A BPN,” pungkasnya.

Pamuji, selaku Kasi Pengadaan Tanah dan Pengembangan Badan Pertanahan Nasional (BPN) mengungkapkan bahwa BPN akan mengambil alih sesudah pemasangan patok RoW selesai dilakukan oleh TPT jalan tol. Pihaknya akan melakukan sosialisasi terkait luas tanah yang terdampak.

“(Setelah pemasangan patok RoW) akan ada tahap sosialisasi di tingkat kelurahan,” ujarnya.

***

 

EDITOR: Novia Tri Astuti