JawaPos.com - Gunung Ibu di Pulau Halmahera, Maluku Utara, kembali meletus dan memuntahkan abu vulkanik setinggi 2,5 kilometer ke udara, dikutip dari ANTARA.
"Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker), dan mata (kacamata)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Ibu, Gradita Trihadi, dalam laporan yang diterima di Jakarta, Jumat (14/6).
Baca Juga: PBNU Ingatkan Masyarakat Dukung Palestina dengan Rasional
Erupsi itu tercatat pada alat seismogram dengan amplitudo maksimum 9 milimeter dan durasi lebih kurang 2 menit 7 detik.
Sejak 16 Mei 2024 sampai hari ini, Gunung Ibu masih menyandang status awas atau level IV lantaran aktivitas vulkanik dan kegempaan masih terbilang tinggi.
PVMBG merekomendasikan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius bahaya tersebut.
"Masyarakat agar selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah," kata Gradita.
Gunung Ibu merupakan gunung api tipe strato dan memiliki ketinggian puncak 1.340 meter di atas permukaan laut yang secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara.