← Beranda
Pemerintah Dorong Kawasan Transmigrasi Jadi Pusat Ekonomi Baru, Bukan Sekadar Pindah Mukim
Ardini Pramitha• Kamis, 1 Oktober 2026 | 00.24 WIB
Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi (berdiri) saat memberikan kuliah tamu Program Doktor Agribisnis di Kampus Universitas Pembangunan Negara (UPN) Veteran Jawa Timur, Surabaya pada Rabu (30/9). (Dok Ardini Pramitha/JawaPos.com)

JawaPos.com - Program transmigrasi memasuki babak baru. Pemerintah menargetkan kawasan transmigrasi berkembang menjadi pusat ekonomi produktif yang mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan data yang ada, program transmigrasi telah melahirkan 1.567 desa definitif, 466 kecamatan, dan 116 kabupaten/kota. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi saat memberikan kuliah tamu Program Doktor Agribisnis di Kampus Universitas Pembangunan Negara (UPN) Veteran Jawa Timur, Surabaya pada Rabu (30/9).

“Program transmigrasi salah satunya adalah untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Viva Yoga.

Menurutnya, perkembangan kawasan transmigrasi tersebut menunjukkan adanya proses pemerataan penduduk. Selain itu, transmigrasi sekaligus mendistribusi aktivitas ekonomi dan pendapatan ke berbagai wilayah Indonesia. Kawasan yang sebelumnya belum berkembang, dapat tumbuh menjadi pusat aktivitas ekonomi baru melalui program transmigrasi.

Viva Yoga menegaskan pemerintah kini ingin memastikan program transmigrasi memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pengembangan kawasan transmigrasi tidak hanya berfokus pada aspek permukiman. Melainkan juga pada peningkatan produktivitas lahan, pengembangan sektor pertanian dan perikanan, hingga pengolahan produk unggulan daerah.

 

Pemerintah mendorong agar potensi ekonomi di masing-masing kawasan dikembangkan sesuai karakteristik wilayahnya. Di Sulawesi Tengah misalnya. Terdapat komoditas durian dan kopi. Sementara Papua memiliki potensi pala yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan bernilai tambah.

 

“Kami ingin berupaya agar peningkatan produksi pertanian, kemudian produksi nelayan mereka itu bisa semakin meningkat,” ujarnya. Peningkatan produksi tersebut diharapkan berdampak pada kenaikan pendapatan masyarakat yang tinggal di kawasan transmigrasi.

 

“Kalau semakin meningkat, maka pendapatan masyarakat transmigrasi juga meningkat, dan nilai kesejahteraan juga meningkat,” kata Viva Yoga.

Viva Yoga menekankan transformasi program transmigrasi tidak hanya ditujukan bagi masyarakat yang berasal dari luar daerah. Masyarakat lokal yang telah tinggal di kawasan transmigrasi juga menjadi bagian dari sasaran peningkatan kesejahteraan.

 

“Tujuan transmigrasi bukan sekadar berorientasi kepada perpindahan penduduk, tapi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat transmigrasi, baik itu masyarakat yang ada di kawasan transmigrasi yang lokal, maupun yang berasal dari luar tapi tetap ada di kawasan transmigrasi,” tutur Viva Yoga."Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pengembangan potensi ekonomi daerah sekaligus mendukung pemerataan pembangunan," tambahnya.

 

EDITOR: Diar Candra