JawaPos.com - Pernyataan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka yang meminta korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk membawa bekal dari rumah dan tidak dimakan menyita perhatian publik. Hal itu disampaikan Gibran saat meninjau korban dugaan keracunan MBG di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Senin (28/9).
Pernyataan itu dinilai sebagai bentuk keretakan hubungan antara Gibran dengan Presiden Prabowo Subianto, maupun Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo.
"Saya sih sudah berulang kali mengatakan hubungan antara Pak Jokowi dengan Pak Prabowo itu retak, gitu lho," kata pengamat politik Ray Rangkuti ditemui JawaPos.com, di Jakarta, Rabu (30/9).
Ia menilai, sikap empati Gibran terhadap para korban dugaan keracunan MBG dinilai ingin menunjukkan antitesa dengan Prabowo. Sebab, Pemerintah dinilai tidak begitu menyingung korban dugaan keracunan MBG.
"Kalau pemerintah kita ini kan berkesan denial ya, terhadap korban-korban keracunan ini. Menutupinya tidak mungkin, tetapi mau mencoba bahwa tidak ada masalah lah, kira-kira gitu. Nah, di posisi yang berbeda dilakukan oleh Gibran, gitu lho," ucapnya.
"Artinya kan Gibran itu mau menunjukkan perasaan yang sama dengan yang dihinggapi oleh banyak orang hari ini," sambungnya.
Ia juga menyoroti sikap berpakaian Gibran yang dinilai berbeda dengan Prabowo. Menurutnya, Gibran dalam kunjungannya ke Batang mengenakan berpakaian berwarna hitam, berbeda dari biasanya yang kerap menggunakan pakaian berwarna putih, senada dengan Prabowo.
"Ya itulah lanjutan yang saya sebut berpisah. Karena intinya sekarang harus dibuat figur yang berbeda dengan Pak Prabowo, dia itu. Nah, jadi kalau Pak Prabowo putih, dia hitam," imbuhnya.
Gibran Minta Bawa Bekal dari Rumah MBG Jangan Dimakan
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mendatangi sejumlah korban dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin (28/9). Dalam kunjungan tersebut, Gibran berbincang dengan para siswa serta orang tua yang terdampak.
Momen dialog Gibran dengan salah satu orang tua siswa turut terekam dalam video yang kemudian beredar di media sosial. Dalam percakapan itu, Gibran meminta siswa kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar setelah kondisi kesehatannya membaik.
“Kamu hari ini pulang, besok sekolah ya,” kata Gibran kepada salah satu orang tua siswa.
“Nggih, siap," timpalnya.
Selain mengingatkan soal sekolah, Gibran juga menyampaikan pesan mengenai makanan yang dikonsumsi anak selama masa pemulihan. Ia meminta agar kebutuhan makanan anak untuk sementara dipersiapkan dari rumah.
“Bawa bekel dari rumah, MBG jangan dimakan,” tegas Gibran.
Dalam kesempatan yang sama, Gibran menyoroti proses investigasi terkait dugaan keracunan yang dialami para siswa. Ia meminta penanganan kasus tersebut dilakukan secara cepat agar penyebab kejadian dapat segera diketahui.
Gibran juga menekankan pentingnya penyampaian hasil investigasi kepada keluarga korban. Menurutnya, informasi mengenai perkembangan dan hasil pemeriksaan harus diberikan secara terbuka kepada orang tua siswa.
"Proses investigasi sedang berjalan, tapi saya pastikan dilakukan dengan cepat dan hasil investigasi akan diinformasikan kepada Bapak-Ibu secara terbuka dan transparan. Kejadian ini tidak boleh berulang,” pungkasnya.