← Beranda
Jenderal Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, Kompolnas Ingatkan Pengawasan Internal dan Eksternal
Syahrul Yunizar• Jumat, 2 Oktober 2026 | 01.08 WIB
Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menjadi kapolri dan Komjen Wahyu Hadiningrat yang dipercaya menjadi wakapolri. (YT Setpres)

JawaPos.com - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengingatkan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto untuk terus memperhatikan pengawasan internal dan eksternal. Itu penting untuk memastikan seluruh jajaran kepolisian menjalankan tugas sesuai dengan mandat, aturan, dan ketentuan. 

”Yang nggak kalah penting adalah pengawasan, baik internal maupun eksternal. Misalnya Propam itu harus diperkuat agar memastikan tidak ada pelanggaran dan kalau ada pelanggaran juga ada mekanisme sanksi yang kuat,” terang Komisioner Kompolnas Choirul Anam kepada awak media pada Kamis (1/10). 

Tentu saja penguatan Propam bukan satu-satunya jalan untuk memperkuat pengawasan. Anam menyatakan bahwa penguatan Kompolnas juga penting sebagai instrumen pengawasan eksternal. Menurut Anam, skema rekomendasi yang sempat muncul dari Komite Percepatan Reformasi Kepolisian bisa menjadi contoh. 

Baca Juga: Dua PTKIN Tembus 10 Besar Kampus Terbaik di Indonesia Versi THE WUR

”Disamping itu juga membuat berbagai terobosan untuk ruang pengawasan oleh publik. Itu yang perlu dilanjutkan oleh Pak Suyudi,” kata Anam. 

Sebagai jenderal polisi yang sudah puluhan tahun bertugas, Anam percaya Suyudi adalah figur yang mumpuni. Apalagi jabatan terakhirnya adalah kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Selama bertugas di BNN, Suyudi sudah mengungkap beragam kasus besar. 

”Selain itu, kepiawaian untuk membangun sistem saya kira rekam jejak Pak Suyudi juga baik, oleh karenanya Kompolnas berharap Pak Suyudi bisa melanjutkan yang terbaik diberikan Pak Listyo Sigit, memperkuatnya dan menjadikan di beberapa titik lebih konkret,” terang dia.

Berkaitan dengan program 100 hari sebagai kapolri yang dibawa oleh Suyudi, Anam menyatakan bahwa memastikan proses pelayanan di masyarakat berjalan maksimal adalah salah satu poin penting. Dia kembali menekankan keberlanjutan atas peninggalan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Baca Juga: Lautaro Martinez Sumbang Gol Kemenangan Timnas Argentina dan Tunggu Laga Perpisahan Lionel Messi

”Melanjutkan apa yang dilakukan oleh Pak Jenderal Listyo Sigit dan beberapa catatan yang penting satu pelayanan kepada masyarakat yang dibangun melalui digitalisasi harus diteruskan,” jelasnya. 

Dalam fit and proper test di Komisi III DPR pagi tadi, Suyudi menyampaikan bahwa dirinya membawa semangat Polri Bersama Masyarakat. Hal itu ditekankan oleh Suyudi dalam fit and proper test di Komisi III DPR. Dia memastikan bahwa semangat itu bukan sekadar jargon. Melainkan kebijakan yang berorientasi kepada publik.

”Polisi Bersama Masyarakat bukan sekedar jargon yang bukan pengganti grand strategi, renstra, promoter, presisi, atau polmas, dia adalah doktrin kepemimpinan yang menyatukan seluruh kebijakan kepada satu orientasi masyarakat,” ucap Suyudi.

Secara tegas, Suyudi menyatakan bahwa dirinya tidak ingin jika setiap pergantian kapolri selalu dimaknai sebagai memulai kembali dari nol. Menurut Suyudi, institusi harus lebih besar dari pada figur pimpinannya. Karena itu, seluruh kebijakan sistem dan program terdahulu yang terbukti baik dan bermanfaat akan dia lanjutkan.

”Saya perkuat dan institusionalisasikan, yang belum optimal akan saya sempurnakan, yang tumpang tindih akan saya sederhanakan, dan yang menyimpang dari hukum etika serta kepentingan masyarakat akan saya koreksi dengan tegas,” ujarnya.

Dari promoter Suyudi berniat mempertahankan semangat profesionalisme, modernisasi pelayanan publik, quick wins, dan manajemen perubahan. Dari presisi, dia akan melanjutkan pendekatan prediktif, transparansi berkeadilan, digitalisasi pelayanan ETLE, Call Center 110, dumas, serta restorative justice sesuai hukum.

EDITOR: Bintang Pradewo