JawaPos.com — Pergantian pimpinan sejumlah lembaga pemerintah terjadi berulang selama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Sedikitnya ada lima lembaga negara di era Prabowo-Gibran yang sering ganti pimppinan, bahkan dalam kurun waktu kurang dari dua tahun.
Dalam periode sejak awal pemerintahan hingga awal Oktober 2026, Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) dan Kantor Staf Presiden (KSP) tercatat sudah mengalami tiga kali pergantian kepala.
Berikut data lengkap sejumlah lembaga negara yang mengalami pergantian pimpinan paling banyak sejak era Prabowo:
Baca Juga: Syahganda Jadi Kepala Bakom RI, Siapkan Strategi Komunikasi Pemerintah Berbasis AI
1. Bakom RI Tiga Kali
Bakom mengalami tiga kali pergantian dengan empat pimpinan berbeda sejak Prabowo-Gibran mulai menjabat.
Hasan Nasbi yang sebelumnya memimpin Kantor Komunikasi Kepresidenan digantikan Angga Raka Prabowo pada 17 September 2025.
Pergantian tersebut kemudian dilanjutkan dengan pengangkatan Muhammad Qodari sebagai Kepala Bakom pada 27 April 2026.
Terbaru, Prabowo melantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom pada 2 Oktober 2026. Pengangkatan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 106/P Tahun 2026.
Dengan demikian, dalam waktu kurang dari dua tahun, posisi kepala lembaga komunikasi pemerintah itu telah diisi oleh Hasan Nasbi, Angga Raka Prabowo, Muhammad Qodari, dan kini Syahganda Nainggolan.
Baca Juga: Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan jadi Kepala Bakom RI, Fadli Hartono Wakil
2. KSP Tiga Kali
Pola serupa terjadi di KSP. Prabowo pada awal pemerintahannya melantik AM Putranto sebagai Kepala Staf Kepresidenan pada 21 Oktober 2024. Saat itu, Muhammad Qodari dilantik sebagai wakilnya.
Pada 17 September 2025, posisi Kepala Staf Kepresidenan beralih kepada Muhammad Qodari. Selanjutnya, pada 27 April 2026, Prabowo melantik Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
Pergantian kembali terjadi pada 1 Oktober 2026. Prabowo melantik Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Dudung Abdurachman.
Dudung pada hari yang sama dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.
Artinya, posisi Kepala Staf Kepresidenan telah mengalami tiga kali pergantian sejak awal pemerintahan Prabowo, dengan urutan AM Putranto, Muhammad Qodari, Dudung Abdurachman, dan Listyo Sigit Prabowo.
3. Menkeu Dua Kali
Kementerian Keuangan juga masuk dalam daftar teratas dengan dua kali pergantian menteri.
Baca Juga: Tak Lagi jadi Kapolri, Listyo Sigit Akui Kabar Dirinya Akan Dilantik sebagai KSP
Saat Kabinet Merah Putih diumumkan pada 20 Oktober 2024, Sri Mulyani Indrawati dipercaya kembali menjabat sebagai Menteri Keuangan.
Namun, posisi tersebut berubah pada 8 September 2025. Prabowo melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 86/P Tahun 2025.
Sekitar satu tahun kemudian, pergantian kembali terjadi. Pada 14 September 2026, Prabowo melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026.
Dengan demikian, ada tiga Menteri Keuangan yang menjabat di dua tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran, yakni Sri Mulyani, Purbaya Yudhi Sadewa, dan Suahasil Nazara.
Baca Juga: Prabowo Sudah 6 Kali Reshuffle Jelang Dua Tahun Pemerintahan, 2 Kali Ganti Menkeu
4. Menko Polkam Dua Kali
Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan juga mengalami dua kali pergantian pimpipnan.
Saat Kabinet Merah Putih diumumkan pada 20 Oktober 2024, Budi Gunawan ditunjuk sebagai Menko Polkam.
Pada September 2025, Budi Gunawan diberhentikan dari posisi tersebut dan digantikan Djamari Chaniago. Prabowo melantik Djamari sebagai Menko Polkam pada 17 September 2025.
Pergantian kembali terjadi pada 1 Oktober 2026. Dudung Abdurachman ditunjuk sebagai Menko Polkam menggantikan Djamari Chaniago. Dudung sebelumnya menjabat Kepala Staf Kepresidenan.
Dengan demikian, posisi Menko Polkam telah mengalami dua kali pergantian sejak Prabowo menjabat, dari Budi Gunawan kepada Djamari Chaniago, kemudian kepada Dudung Abdurachman.
Baca Juga: Resmi Jadi Menko Polkam, Dudung Bakal Sinkronkan Beberapa Kementerian dan Lembaga
5. BGN Dua Kali
Sementara itu, BGN juga menjadi salah satu lembaga yang mengalami pergantian kepala dalam waktu relatif singkat.
Dadan Hindayana merupakan kepala BGN pertama. Ia diangkat sebagai Kepala BGN pada 19 Agustus 2024, sebelum Prabowo resmi dilantik sebagai presiden.
Setelah hampir dua tahun memimpin, Dadan diberhentikan dari jabatannya pada 2 Juni 2026. Prabowo kemudian menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN.
Keputusan tersebut disampaikan Mensesneg Prasetyo Hadi yang menyebut pergantian dilakukan setelah pemerintah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja BGN.
Namun, kepemimpinan Nanik tidak berlangsung lama. Pada 22 Juli 2026, Prabowo melantik Sudaryono sebagai Kepala BGN berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 78/P Tahun 2026.
Baca Juga: BGN Minta Kepala Daerah Terlibat Awasi Dapur MBG, Sudaryono: Tidak Perlu Takut Buat Sidak!
Dengan demikian, sejak awal pemerintahan Prabowo, BGN telah mengalami dua kali pergantian kepala, yakni dari Dadan Hindayana kepada Nanik S. Deyang, kemudian kepada Sudaryono.
Jika dihitung berdasarkan jumlah pergantian orang, Bakom dan KSP menjadi dua lembaga dengan frekuensi tertinggi, masing-masing tiga kali.