← Beranda
4.524 Pramuka Santri dari 34 Provinsi Tuntaskan Perkemahan, Kemenag Ungkap 6 Capaian
Syahrul Yunizar• Selasa, 6 Oktober 2026 | 18.52 WIB
Sebanyak 4.524 santri dari 34 provinsi menuntaskan rangkaian Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al-Murtadlo, Bululawang, Kabupaten Malang, Jatim. (Kemenag)

 

JawaPos.com - Sebanyak 4.524 santri dari 34 provinsi menuntaskan rangkaian Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al-Murtadlo, Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim). Perkemahan berlangsung sejak 30 September sampai 5 Oktober 2026. 


Dalam keterangan resmi pada Selasa (6/10), Direktur Bina Pendidikan Muadalah dan Diniyah Formal pada Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) Mastuki menyampaikan, kehadiran perwakilan dari 34 provinsi menunjukkan luasnya partisipasi pesantren dalam kegiatan dan gerakan kepramukaan di Indonesia. 


Dari kegiatan tersebut, Mastuki mengungkap 6 capaian ribuan santri dalam kegiatan perkemahan tersebut. Pertama, peluncuran Saka Amal Bakti Kemenag. Dia berharap, Saka Amal Bakti Kemenag menjadi awal pengembangan kegiatan kepramukaan yang lebih terarah dan berkelanjutan di lingkungan pesantren di bawah naungan Kemenag.


Kedua, terlaksananya rangkaian kegiatan kepramukaan dan pembinaan karakter santri. Selama 7 hari, seluruh Pramuka Santri mengikuti aktivitas yang dirancang untuk mengembangkan kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, kerja sama, dan kebersamaan. 

”Pertemuan antarkontingen juga menjadi ruang pertukaran pengalaman dan penguatan persaudaraan antar pesantren,” kata Mastuki.

Baca Juga: Menperin Sarmuji Ungkap Risiko Izin Impor Terbuka bagi Industri Dalam Negeri

Ketiga, gerakan penanaman 1.000 pohon di lingkungan Pondok Pesantren An-Nur II pada 3 Oktober lalu. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama bupati Malang, pengasuh pesantren, dan para peserta. 


”Gerakan itu menjadi aksi nyata untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan,” imbuhnya.


Capaian keempat adalah penguatan wawasan ekologis dan nilai-nilai pendidikan pesantren. Melalui kegiatan yang edukatif seperti pembahasan ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta, peserta memperoleh pengayaan tentang kepedulian terhadap alam, nilai kemanusiaan, dan pembentukan karakter.


Kelima, terbangunnya kolaborasi lintas kelembagaan antara Kemenag, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Sako Ma'arif PBNU, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Malang, dan Pondok Pesantren An-Nur II sebagai tuan rumah. 


”Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan,” ujar Mastuki.


Terakhir, terbukanya peluang perputaran ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran ribuan peserta, panitia, pendamping, dan undangan turut menggerakkan sektor konsumsi, penginapan, transportasi, perdagangan, jasa laundry, serta produk UMKM.

 

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan