← Beranda
Rangkaian Erupsi Gunung Anak Krakatau Sejak Sore Tadi, Muntahkan Kolom Abu Hitam Tebal
Syahrul Yunizar• Sabtu, 10 Oktober 2026 | 02.16 WIB
Gunung Anak Krakatau.

 

JawaPos.com - Aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Jumat (9/10) terpantau intens. Sejak pukul 16.17 WIB sampai pukul 18.44 WIB sedikitnya terjadi 6 kali erupsi yang terdata oleh Badan Geologi dan PVMBG termonitor pada laman resmi Magma Indonesia. 

Letusan pertama pada pukul 16.17 WIB dilaporkan memuntahkan kolom abu dengan ketinggian yang teramati mencapai lebih kurang 250 meter di atas puncak atau 407 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna kelabu, coklat hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,” tulis Magma Indonesia.

Erupsi kedua terjadi pada pukul 16:30 WIB dengan tinggi kolom abu teramati lebih kurang 150 meter di atas puncak atau 307 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu, coklat hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah utara, timur laut dan barat. 

Baca Juga: Kemenkeu Tarik Utang Baru Rp 494,3 Triliun, 59,4 Persen dari Target APBN

”Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 56 mm dan durasi 36 detik,” imbuh Magma Indonesia. 

Erupsi kembali terjadi pada pukul 18:28 WIB. Namun demikian, tinggi kolom erupsi tidak teramati. Erupsi tersebut terekam dalam seismograf dengan amplitudo maksimum 66 mm dan durasi sementara ini lebih kurang 2 menit 29 detik.

Tidak berhenti sampai di situ, terjadi erupsi pada pukul 18:34 WIB. Visual letusan tidak teramati. Erupsi tersebut juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 49 mm dan durasi 36 detik.

Kemudian pada pukul 18.35 WIB dan pukul 18.44 WIB kembali terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun, kedua erupsi tersebut lagi-lagi tidak terpantau secara visual. Hanya seismograf yang mendeteksi terjadinya letusan.

”Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi masyarakat, pengunjung, wisatawan, pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif,” kata Magma Indonesia.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan