← Beranda
Mentrans Yakin Aktivitas Ekonomi Bisa Tarik Warga Lokal di Rempang Eco City
Tazkia Royyan Hikmatiar• Minggu, 11 Oktober 2026 | 01.46 WIB
Mentrans usai membuka kegiatan Festival Transmigrasi di kawasan Rempang Eco City (Royyan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman meyakini aktivitas ekonomi di kawasan transmigrasi Rempang Eco City, Tanjung Banon, Batam, Kepulauan Riau, bisa menarik masyarakat untuk datang dan mendorong perpindahan penduduk lokal (translokal). 

Keyakinan itu disampaikan Iftitah saat menggelar Festival Transmigrasi di Tanjung Banon, Sabtu (10/10).

Menurutnya, festival menjadi salah satu cara untuk menunjukkan bahwa kawasan transmigrasi memiliki potensi ekonomi dan peluang pengembangan yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

”Kita kan punya strategi ada gula, ada semut. Kita cetak gulanya terlebih dahulu supaya semutnya datang. Acara Festival Transmigrasi seperti ini sebenarnya juga adalah pengejawantahan bahwa kalau ada aktivitas ekonominya, masyarakat juga akan berbondong-bondong datang kemari,” kata Iftitah kepada wartawan, Sabtu (10/10).

Ia mencontohkan, kegiatan pengenalan beasiswa kuliah di Jerman yang digelar sehari sebelumnya berhasil menarik ratusan peserta dari Batam ke kawasan transmigrasi Rempang Eco City.

Kegiatan tersebut menghadirkan perwakilan Technical University of Munich (TUM) untuk memberikan informasi mengenai kesempatan pendidikan di Jerman.

Iftitah menilai, kegiatan yang melibatkan masyarakat dan kalangan akademisi dapat membuka wawasan sekaligus memunculkan gagasan pengembangan kawasan.

Selama lebih dari sepekan berada di Tanjung Banon, tim dari TUM memberikan sejumlah masukan terkait pengelolaan lahan, lingkungan, komunitas, dan aktivitas ekonomi.

Salah satu peluang ekonomi yang disarankan adalah pengembangan pariwisata bahari.

Masukan tersebut, kata Ifititah, akan dikembangkan bersama Tim Ekspedisi Patriot yang melibatkan akademisi dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Indonesia, IPB University, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Institut Teknologi Bandung.

”Setelah ini kita tidak berhenti hanya di ide, tapi kita sudah bicarakan juga dengan Pak Direktur Jenderal untuk diimplementasikan, digerakkan masyarakat untuk bisa mengatasi persoalan-persoalan yang ada di satuan permukiman di Tanjung Banon ini, Rempang Eco City, agar mereka betul-betul mandiri,” paparnya.

Menurut Iftitah, kemandirian masyarakat menjadi salah satu tujuan pengembangan kawasan transmigrasi.

Ia mengutip pandangan tim dari Jerman bahwa sumber daya yang tersedia di kawasan tersebut perlu dioptimalkan melalui pemberdayaan masyarakat, bukan semata-mata bergantung pada bantuan pemerintah.

Selain mendorong kegiatan ekonomi, Festival Transmigrasi juga menjadi ruang interaksi bagi warga setempat.

Iftitah menyebut sejumlah transmigran lokal mengaku merasa lebih terhibur setelah mengikuti kegiatan tersebut, termasuk karena dapat berinteraksi dengan peserta dari Jerman.

”Transmigrasi ini bukan lagi soal perpindahan penduduk dan lebih dari sekadar ekonomi. Ini adalah juga misi kemanusiaan. Bahwa pada prinsipnya orang itu ingin kehidupan yang lebih baik,” pungkas Ifititah.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra