JawaPos.com - Belum lama ini masyarakat di sejumlah daerah di Jawa mengeluhkan suhu luar ruangan yang terasa lebih panas, khususnya saat siang hari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab kondisi tersebut.
Menurut Direktur Perubahan Iklim BMKG Fachry Radjab, ada beberapa faktor yang membuat siang hari ini terasa lebih panas. Tentu saja salah satunya adalah musim kemarau yang saat ini sedang melanda Indonesia. Tahun ini kemarau lebih panjang karena El Nino.
”Panas saat ini ada beberapa hal yang menyebabkan. Pertama karena memang sebagian wilayah Indonesia masih dalam keadaan periode musim kemarau,” kata dia saat ditanyai oleh awak media pada Rabu (14/10).
Suhu luar ruangan terasa semakin panas karena radiasi sinar matahari. Fachry menyebut, radiasi sinar mahatahri bulan ini mencapai titik maksimal. Belum lagi tutupan awan sepanjang musim kemarau yang juga termonitor BMKG masih sangat minim.
Baca Juga: Bangun Tower Esplanade, Sky House BSD Tawarkan Hunian dan Kantor Baru Dekat Pusat Perbelanjaan
”Tutupan awan juga sangat minim, sehingga radiasi matahari itu (terasa) maksimal,” jelasnya.
Di luar itu, Fachry mengungkapkan bahwa posisi semua matahari pada Oktober tahun ini memang berada di belahan bumi selatan. Sehingga suhu panas terasa maksimal di wilayah selatan Indonesia. Deni, warga Jakarta Pusat (Jakpus), adalah salah seorang yang merasakan panas menyengat.
Deni heran lantaran beberapa waktu lalu sempat turun hujan. Namun suhu di luar ruangan tetap terasa sangat panas. Dia juga mengakui, belakangan ini lebih sering berkeringat, terutama saat sedang berkendara menggunakan sepeda motor di jalanan Jakarta.
”Iya, memang panas banget. Padahal Jakarta sempat hujan beberapa kali. Tapi, masih panas aja,” ucap dia.