← Beranda
Suroso Isnandar jadi Dirut PLN, Prabowo Instruksikan Transformasi Menyeluruh
Muhammad Ridwan• Kamis, 15 Oktober 2026 | 21.56 WIB
Suroso Isnandar, Direktur Utama PT PLN (Persero). Sebelumnya, Suroso menjabat sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN. (wikipedia)

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan transformasi menyeluruh di PT PLN (Persero). Perubahan tersebut mencakup pembenahan model bisnis, peningkatan efisiensi dan produktivitas, hingga percepatan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas mencapai 100 gigawatt (GW).

Arahan itu disampaikan Prabowo dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (14/10). Pertemuan tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, serta Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN Suroso Isnandar.

Pada hari yang sama, melalui rapat umum pemegang saham (RUPS) yang berlangsung Rabu malam, Suroso Isnandar resmi ditetapkan sebagai Direktur Utama PLN menggantikan Darmawan Prasodjo.

Baca Juga: Cara Sederhana Buat Minuman Mentimun yang Segar, Rendah Kalori dan Kaya Nutrisi

Pergantian kepemimpinan ini berlangsung di tengah tuntutan pemerintah untuk mempercepat pembenahan perusahaan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Suroso bukan sosok baru di lingkungan PLN. Kariernya di perusahaan pelat merah tersebut mencakup berbagai jabatan strategis yang berkaitan dengan pengelolaan sistem tenaga listrik, pembangkitan, penyaluran, serta pengembangan teknologi informasi.

Pada 2019–2021, Suroso dipercaya menjabat General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi. Setelah itu, pada 2021–2022, ia memimpin PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali.

Pengalamannya berlanjut ketika ditunjuk sebagai Kepala Satuan Digital dan Teknologi Informasi pada Direktorat Utama PLN Kantor Pusat untuk periode 2022–2023. Posisi tersebut memberinya pengalaman dalam pengelolaan infrastruktur ketenagalistrikan sekaligus mendorong transformasi digital di tubuh perusahaan.

Dari sisi pendidikan, Suroso memiliki latar belakang akademik yang sejalan dengan bidang usaha PLN. Pria kelahiran Klaten, 12 Agustus 1971, itu menyelesaikan pendidikan sarjana di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada bidang Power System Engineering pada 1994.

Ia kemudian meraih gelar Master of Science dalam bidang Power System Engineering and Management dari University of Abertay pada 1999. Pada 2025, Suroso kembali menyelesaikan pendidikan doktor di bidang Teknik Elektro di ITB.

Selain pengalaman profesional dan pendidikan, Suroso juga mengantongi sertifikasi Qualified Risk Governance Professional (QRGP), yang berkaitan dengan kompetensi tata kelola dan manajemen risiko. Rekam jejak tersebut menjadi salah satu modal yang diharapkan dapat mendukung kepemimpinannya di perusahaan setrum nasional itu.

Penunjukan Suroso mendapat respons positif dari Koordinator Nasional Relawan Listrik untuk Negeri (Re-LUN), H Teuku Yudhistira. Ia menilai pergantian pucuk pimpinan PLN menjadi momentum untuk memperbaiki kinerja perusahaan dan mendorong perubahan yang lebih baik.

"Pertama-tama tentunya kami mengucapkan selamat kepada Bapak Suroso Isnandar yang telah diberi amanah sebagai Dirut PLN sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto," ungkapnya.

Menurut Yudhistira, Suroso memiliki bekal yang memadai untuk memimpin PLN karena memahami kondisi internal perusahaan. Pengalaman panjang di berbagai posisi strategis dinilai menjadi keunggulan dalam menjalankan agenda pembenahan.

"Yang pertama, Suroso adalah murni pegawai PLN yang pastinya sangat memahami denyut nadi perusahaan. Dengan latar belakang pendidikan dan jabatan yang pernah diembannya, pastinya beliau sangat memahami tentang energi kelistrikan yang menjadi core bisnis PLN," tegasnya.

Yudhistira juga berharap kepemimpinan baru tersebut mampu memperkuat profesionalisme dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap PLN. Ia optimistis pengalaman Suroso dapat menjadi modal untuk mengatasi berbagai persoalan yang selama ini menjadi sorotan terhadap perusahaan.

"Selain itu, dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya, Suroso juga kami yakini mampu menjalankan program Asta Cita Presiden untuk memberikan pelayanan kelistrikan secara maksimal di seluruh Nusantara dan mampu mewujudkan cita-cita presiden Prabowo untuk memenuhi target realisasi kelistrikan PLTS 100 GWp dan ketahanan energi," ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan transformasi PLN tidak hanya bergantung pada direktur utama, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh jajaran perusahaan, mulai dari induk usaha hingga subholding dan anak perusahaan.

Yudhistira berharap seluruh insan PLN dapat bersinergi mendukung kepemimpinan Suroso. Menurutnya, perbaikan layanan dan pencapaian kinerja yang terukur menjadi langkah penting untuk memulihkan citra perusahaan sekaligus menjawab harapan masyarakat terhadap pelayanan listrik yang andal di seluruh Indonesia.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah