← Beranda
PLTS Tak Sekadar Panel Surya, Bisa Terintegrasi Baterai hingga Kendaraan Listrik
Nanda Prayoga• Senin, 5 Oktober 2026 | 23.34 WIB
Foto: Ilustrasi PLTS. (Istimewa)

JawaPos.com - Pemanfaatan energi surya kini berkembang dari sekadar memasang panel fotovoltaik di atap rumah atau bangunan. Teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mulai dapat diintegrasikan dengan sistem penyimpanan energi hingga infrastruktur pengisian kendaraan listrik.

Integrasi tersebut memungkinkan listrik dari panel surya dimanfaatkan lebih optimal.

Energi yang dihasilkan pada siang hari dapat disimpan dalam sistem penyimpanan energi atau baterai, kemudian digunakan kembali saat kebutuhan listrik meningkat atau ketika matahari tidak tersedia.

PT Renus Global Indonesia melihat integrasi teknologi tersebut sebagai bagian dari perkembangan PLTS di Indonesia. 

Lead Sales & Marketing PT Renus Global Indonesia, Aditya Ramadhani, mengatakan perkembangan PLTS tidak lagi hanya berfokus pada panel surya, tetapi juga bagaimana energi yang dihasilkan dapat dikelola sesuai kebutuhan pengguna.

“Transisi menuju energi terbarukan bukan hanya mengenai penggunaan teknologi baru, tetapi juga bagaimana masyarakat dan dunia usaha dapat menggunakan energi secara lebih efisien dan berkelanjutan,” ujar Aditya dalam keterangannya, Senin (5/10).

Bisa Terhubung dengan Kendaraan Listrik

Salah satu teknologi yang dapat melengkapi PLTS adalah sistem penyimpanan energi. Baterai memungkinkan listrik yang dihasilkan pada siang hari disimpan dan digunakan kembali ketika dibutuhkan.

Teknologi ini membuat pemanfaatan energi surya menjadi lebih fleksibel karena tidak sepenuhnya bergantung pada waktu panel menghasilkan listrik.

PLTS juga berpotensi terintegrasi dengan infrastruktur pengisian kendaraan listrik. Energi yang dihasilkan panel surya dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengisian baterai mobil maupun motor listrik.

Dengan kombinasi tersebut, satu sistem energi dapat menghubungkan proses pembangkitan, penyimpanan, hingga pemanfaatan listrik untuk kebutuhan mobilitas.

Perlu Disesuaikan dengan Kebutuhan

Meski menawarkan manfaat dari sisi efisiensi energi, penerapan PLTS perlu disesuaikan dengan kondisi dan pola konsumsi listrik masing-masing pengguna.

Rumah tinggal, gedung perkantoran, dan fasilitas industri memiliki kebutuhan energi yang berbeda sehingga kapasitas dan desain PLTS juga tidak bisa disamakan.

Kondisi bangunan turut menjadi faktor penting. Luas dan posisi atap, arah serta kemiringan panel, hingga bayangan dari bangunan atau pepohonan dapat memengaruhi jumlah energi matahari yang diterima panel.

Menurut Aditya, pemahaman terhadap teknologi dan kebutuhan energi menjadi penting agar PLTS dapat memberikan manfaat secara optimal.

“Kami berharap semakin banyak masyarakat dan pelaku usaha yang memahami manfaat pemanfaatan energi surya dan dapat melihat PLTS sebagai bagian dari solusi kebutuhan energi jangka panjang,” tuturnya.

Perkembangan teknologi baterai dan kendaraan listrik membuat fungsi PLTS semakin luas.

Tidak hanya menghasilkan listrik pada siang hari, sistem ini dapat menjadi bagian dari ekosistem energi yang mencakup pembangkit, penyimpanan, hingga kebutuhan pengisian kendaraan listrik.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra