← Beranda
Geely Luncurkan Smart Charge 2.250 kW, Teknologi AI untuk Pengisian Mobil Listrik
Dony Lesmana Eko Putra• Selasa, 29 September 2026 | 18.55 WIB
Geely Auto resmi memperkenalkan Geely Smart Charge, teknologi pengisian daya cepat berbasis kecerdasan buatan (AI). (CNC)

JawaPos.com - Geely Auto resmi memperkenalkan Geely Smart Charge, teknologi pengisian daya cepat berbasis kecerdasan buatan (AI) yang diklaim mampu mencapai daya puncak hingga 2.250 kW dalam satu nosel.

Teknologi ini menjadi bagian dari strategi Geely untuk mempercepat ekosistem kendaraan listrik sekaligus menjawab kebutuhan konsumen terhadap waktu pengisian baterai yang semakin singkat.

Melansir dari laman CNC, Senin (29/9) dikatakan bahwa Geely mengintegrasikan teknologi tersebut dengan Xingrui PowerMind, model energi yang dikembangkan perusahaan. Sistem ini dirancang untuk mengatur proses pengisian secara lebih adaptif dengan mempertimbangkan kondisi baterai secara real time.

Ada tiga fungsi utama yang ditawarkan Geely Smart Charge, yakni Extreme Charge, Smart Charge, dan Auto Charge.

Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah kemampuan sistem memprediksi perubahan suhu baterai hingga 30 detik sebelumnya.

Berdasarkan prediksi tersebut, daya pengisian dapat disesuaikan secara dinamis untuk menjaga temperatur baterai.

Geely menargetkan suhu rata-rata baterai tetap di bawah 55 derajat Celsius, sementara temperatur puncaknya dijaga agar tidak melewati 65 derajat Celsius.

Pengisian Tembus 1.093 kW

Kemampuan teknologi tersebut juga telah diuji pada kendaraan yang dilengkapi sistem Geely Smart Charge. Berdasarkan data pengujian dari China Automotive Technology and Research Center (CATARC), Lynk & Co 10 mampu mencatat daya pengisian puncak hingga 1.093 kW.

Dalam pengujian pengisian baterai dari level 10 persen hingga 97 persen, temperatur baterai tercatat berada di bawah 55 derajat Celsius selama 57 persen dari keseluruhan waktu pengisian.

Sementara itu, temperatur tertinggi yang tercatat mencapai 64 derajat Celsius. Data tersebut menunjukkan bahwa tantangan pengisian ultra cepat bukan hanya mengenai seberapa besar daya yang dapat disalurkan ke baterai, tetapi juga bagaimana menjaga temperatur baterai tetap berada dalam batas yang ditentukan.

Geely Siapkan Baterai 12C dan 6C

Bersamaan dengan teknologi charging tersebut, Geely juga memperkenalkan generasi terbaru baterai Aegis Golden Brick dengan kemampuan pengisian cepat.

Salah satunya adalah baterai 12C dengan panjang 395 mm yang digunakan pada Lynk & Co 10 dan Zeekr 001.

Dalam kondisi temperatur normal, baterai tersebut diklaim mampu mengisi daya dari 10 persen menjadi 70 persen dalam sekitar 4 menit 30 detik.

Sementara pengisian dari 10 persen hingga 97 persen membutuhkan waktu sekitar 8 menit 40 detik. Geely juga menawarkan baterai 6C berukuran 370 mm yang pertama kali digunakan pada Geely Galaxy E5 terbaru.

Baterai tersebut mampu melakukan pengisian dari 10 persen hingga 70 persen dalam waktu sekitar 8 menit 25 detik.

Perbedaan kemampuan 6C dan 12C ini menunjukkan bahwa teknologi pengisian cepat Geely akan disesuaikan dengan jenis baterai dan kendaraan yang digunakan.

Targetkan 100.000 Pengisi Daya hingga 2027

Pengembangan Geely Smart Charge juga tidak hanya berfokus pada kendaraan dan baterai.

Geely berencana memperluas infrastruktur pengisian daya di China. Hingga akhir 2027, Geely menargetkan lebih dari 100.000 unit pengisi daya portabel dapat tersedia di berbagai wilayah China.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 50.000 unit ditargetkan merupakan perangkat Geely Smart Charge.

Langkah ini menjadi penting karena kemampuan pengisian ultra cepat pada kendaraan listrik akan sulit memberikan manfaat maksimal tanpa dukungan jaringan charging yang memadai.

Ada Insentif untuk Konsumen Baru

Geely juga memberikan insentif bagi konsumen yang membeli model baru dengan teknologi Geely Smart Charge.

Pemilik pertama kendaraan yang memenuhi ketentuan akan mendapatkan tunjangan pengisian daya sebesar 1.000 yuan per tahun selama dua tahun, atau total 2.000 yuan.

Program tersebut berlaku untuk kendaraan yang dibeli sebelum 1 Januari 2028. Selain insentif pengisian daya, Geely juga memperpanjang garansi baterai untuk model baru dan model yang sudah ada yang memenuhi persyaratan.

Garansi tersebut meningkat dari sebelumnya 8 tahun atau 150.000 km menjadi 8 tahun atau 200.000 km.

Persaingan Charging Mobil Listrik Semakin Ketat

Peluncuran Geely Smart Charge menunjukkan bahwa persaingan kendaraan listrik kini tidak hanya terjadi pada kapasitas baterai dan jarak tempuh.

Teknologi pengisian cepat dan ketersediaan infrastruktur charging menjadi bagian penting dalam pengembangan mobil listrik generasi berikutnya.

Geely sebelumnya telah memperkenalkan teknologi ini pada April 2026. Kini, perusahaan mulai membawa teknologi tersebut ke tahap implementasi dengan menghadirkan charger berdaya sangat tinggi serta baterai yang mendukung pengisian hingga 12C.

Meski angka 2.250 kW menjadi perhatian utama, kemampuan charging kendaraan pada kondisi nyata tetap bergantung pada kapasitas baterai, temperatur, karakteristik kendaraan, serta kemampuan stasiun pengisian dan jaringan listrik.

Persaingan di sektor ini juga semakin ketat. Sejumlah produsen kendaraan listrik dan perusahaan baterai kini berlomba mengembangkan teknologi pengisian yang mampu memangkas waktu tunggu konsumen.

Dengan demikian, tantangan berikutnya bukan hanya seberapa cepat baterai dapat diisi, tetapi juga seberapa luas infrastruktur charging ultra cepat dapat dibangun dan digunakan secara konsisten oleh pemilik kendaraan listrik.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra