JawaPos.com - Baterai menjadi salah satu komponen paling penting pada mobil listrik karena menjadi sumber tenaga utama kendaraan. Karena itu, menjaga kondisinya menjadi hal yang tidak boleh diabaikan, terutama bagi pemilik yang ingin menggunakan mobil listrik dalam jangka panjang.
Tanpa disadari, beberapa kebiasaan sehari-hari saat mengisi daya maupun menggunakan kendaraan dapat memberikan pengaruh terhadap kondisi baterai. Bukan berarti baterai langsung rusak, tetapi pola penggunaan tertentu secara terus-menerus dapat memengaruhi performa dan umur pakainya.
Berikut 5 kebiasaan yang bisa membuat baterai mobil listrik cepat turun!
1. Terlalu Sering Mengisi Daya sampai 100 Persen
Mengisi baterai hingga penuh memang memberikan jarak tempuh lebih jauh. Namun, untuk penggunaan sehari-hari, kamu tidak selalu perlu mengisi daya sampai 100 persen, terutama jika produsen kendaraan memiliki rekomendasi batas pengisian tertentu untuk penggunaan rutin.
Kamu bisa mengikuti panduan pengisian yang diberikan produsen mobil. Untuk perjalanan jauh, pengisian hingga kapasitas penuh bisa menjadi pilihan sesuai kebutuhan, sementara untuk penggunaan harian kamu dapat mengikuti batas yang direkomendasikan dalam buku manual kendaraan.
2. Membiarkan Baterai Terlalu Lama dalam Kondisi Sangat Rendah
Menunggu kapasitas baterai hampir habis sebelum mengisi daya juga bukan kebiasaan yang ideal jika dilakukan terus-menerus. Kondisi baterai yang sangat rendah dapat membuat kamu kesulitan mencari lokasi pengisian, terutama ketika sedang melakukan perjalanan jauh.
Karena itu, perhatikan sisa daya baterai dan rencanakan pengisian sebelum kapasitasnya terlalu rendah. Kebiasaan tersebut juga membuat penggunaan mobil lebih nyaman karena kamu tidak perlu mencari stasiun pengisian secara mendadak.
3. Terlalu Sering Mengandalkan Fast Charging
Fast charging sangat membantu ketika kamu membutuhkan pengisian daya dalam waktu singkat. Fitur tersebut terutama berguna saat melakukan perjalanan jauh atau ketika waktu pengisian sangat terbatas.
Namun, penggunaan fast charging secara terus-menerus dapat membuat baterai bekerja dalam kondisi yang berbeda dibandingkan pengisian dengan daya lebih rendah. Karena itu, gunakan pengisian cepat sesuai kebutuhan dan ikuti rekomendasi produsen mengenai metode pengisian yang sesuai.
4. Membiarkan Mobil Terparkir Lama dalam Kondisi Baterai Penuh atau Sangat Rendah
Mobil listrik yang akan ditinggalkan dalam waktu lama juga perlu dipersiapkan dengan baik. Membiarkannya terus berada pada kondisi baterai sangat penuh atau sangat rendah selama periode panjang bukan kebiasaan yang perlu dilakukan tanpa memperhatikan rekomendasi produsen.
Jika mobil tidak akan digunakan selama beberapa hari atau lebih, periksa panduan kendaraan mengenai kondisi baterai yang disarankan. Setiap model dapat memiliki rekomendasi berbeda, sehingga buku manual tetap menjadi acuan utama.
5. Mengabaikan Suhu Baterai
Suhu juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan pada baterai mobil listrik. Kondisi suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat memengaruhi proses pengisian dan performa baterai.
Sistem mobil listrik modern umumnya sudah dilengkapi pengelolaan suhu baterai untuk membantu menjaga kondisi baterai. Meski demikian, kamu tetap perlu mengikuti petunjuk penggunaan kendaraan, terutama ketika melakukan pengisian daya dalam kondisi cuaca atau temperatur yang ekstrem.