JawaPos.com - Perusahaan yang memiliki puluhan kendaraan dengan merek, tipe, dan tahun produksi sama belum tentu memiliki kondisi armada yang seragam.
Pola penggunaan, jarak tempuh, hingga perawatan dapat membuat kondisi setiap unit berbeda setelah digunakan selama beberapa tahun.
“Armada yang digunakan dalam satu perusahaan belum tentu memiliki kondisi yang sama,” ujar CEO Garasi.id Ardy Alam.
Menurut Ardy, perbedaan kondisi tersebut perlu diketahui sebelum perusahaan mengambil keputusan terkait pelepasan kendaraan. Pemeriksaan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi aktual setiap unit.
Hal itu menjadi relevan ketika kendaraan operasional perusahaan masuk ke pasar mobil bekas. Data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada September 2026 menyebut volume pasar mobil bekas berada di kisaran 1,6–1,7 juta unit per tahun.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan penjualan mobil baru yang berada di kisaran 800 ribu unit per tahun.
Di sisi lain, kendaraan bekas juga mulai mendapat tempat dalam kebutuhan operasional perusahaan.
Data Fleet & Mobility Barometer 2026 mencatat 45 persen perusahaan telah memasukkan kendaraan bekas ke dalam armadanya.
Ardy mengatakan, kondisi kendaraan perlu dipetakan berdasarkan data sebelum unit ditawarkan kepada calon pembeli. Tahun produksi dan angka pada odometer belum cukup untuk menggambarkan kondisi sebuah kendaraan secara menyeluruh.
“Perusahaan dapat menentukan langkah yang tepat berdasarkan data,” tutur Ardy.
Sebagai contoh, dua mobil yang sama-sama telah digunakan selama lima tahun dan memiliki angka odometer serupa dapat mempunyai kondisi berbeda.
Salah satunya mungkin mendapatkan perawatan rutin dengan kondisi kaki-kaki yang masih baik, sedangkan unit lain lebih sering digunakan di jalan dengan kondisi berat sehingga membutuhkan perhatian pada sejumlah komponen.
Pemeriksaan juga tidak otomatis membuat seluruh temuan harus diperbaiki sebelum kendaraan dijual. Perusahaan dapat menentukan prioritas berdasarkan hasil inspeksi, termasuk memperbaiki komponen tertentu atau menjadikan laporan pemeriksaan sebagai informasi pendukung saat unit ditawarkan.
Temuan yang tidak membutuhkan perbaikan juga dapat disampaikan secara terbuka kepada calon pembeli. Dengan demikian, setiap kendaraan memiliki gambaran kondisi yang lebih jelas sebelum berpindah tangan.
Untuk kebutuhan tersebut, Inspeksi Mobil Garasi.id menyediakan pemeriksaan hingga 170 titik. Pemeriksaan mencakup interior, eksterior, underhood, underbody, computer diagnostic, tes jalan, surat-surat, hingga sejarah kendaraan.
Hasil pemeriksaan kemudian dapat menjadi dasar bagi perusahaan untuk memetakan kondisi setiap unit, mengidentifikasi kebutuhan perbaikan, serta menentukan langkah sebelum armada dilepas ke pasar.
Perbedaan pola operasional dan riwayat perawatan membuat kondisi setiap unit perlu dilihat secara individual, terutama ketika kendaraan tersebut akan masuk ke pasar mobil bekas. (*)