JawaPos.com - Bila mengalami kesalahan saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) jangan panik.
Ketika terjadi, salah memasukkan jenis BBM—seperti bensin ke mobil diesel atau solar ke mobil bermesin bensin—tidak boleh dianggap sepele.
Karena ini dapat memengaruhi kinerja dan berisiko menyebabkan gangguan pada komponen mesin. Lantas, apa yang harus dilakukan jika salah isi BBM?
Jangan Paksa Mobil untuk Tetap Berjalan
Jika menyadari terjadi kesalahan pengisian BBM, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah tidak menyalakan atau menjalankan mobil.
Pada mobil bermesin bensin yang terisi solar, mesin umumnya akan sulit dihidupkan karena karakteristik solar tidak sesuai dengan sistem pembakaran mesin bensin.
Jika dipaksakan tetap berjalan, kondisi tersebut berisiko mengganggu kerja mesin dan komponen terkait.
Sebaliknya, pada mobil bermesin diesel yang terisi bensin, mesin masih berpotensi menyala karena tekanan kompresi dan temperatur ruang bakar yang tinggi.
Namun, karakteristik bensin yang berbeda serta minimnya kemampuan pelumasan dibandingkan solar dapat mengganggu komponen sistem bahan bakar diesel.
Gejala yang dapat muncul antara lain kehilangan tenaga dan knocking atau suara ngelitik. Jika terus dipaksakan, kondisi tersebut berisiko menyebabkan gangguan komponen mesin yang lebih serius.
Karena itu, setelah menyadari adanya kesalahan pengisian, segera parkirkan kendaraan di tempat yang aman dan jangan menyalakan kembali mesin serta segera hubungi bengkel resmi terdekat untuk dilakukan tindakan sebelum melakukan pergantian BBM dengan jenis yang seharusnya.
Penanganan sebaiknya dilakukan oleh teknisi agar bahan bakar yang tidak sesuai dapat dikuras dan kondisi sistem bahan bakar serta komponen terkait dapat diperiksa.
Enam Tips Cegah Salah Isi BBM di SPBU
Kesalahan pengisian BBM sebenarnya dapat diminimalkan dengan lebih teliti selama proses pengisian. Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan:
1. Biasakan Turun dari Mobil
Sebagian pengemudi memilih tetap berada di dalam mobil selama proses pengisian BBM. Dengan turun dari kendaraan, pengemudi dapat memantau proses pengisian dengan lebih jelas sekaligus memastikan aspek keselamatan selama berada di area SPBU.
2. Sebutkan Jenis BBM dengan Jelas
Saat berkomunikasi dengan petugas SPBU, sampaikan jenis BBM yang akan diisi dengan jelas, termasuk jumlah yang diinginkan, baik dalam satuan liter maupun nominal rupiah.
Untuk memastikan tidak terjadi kesalahpahaman, tidak ada salahnya mengulangi kembali permintaan tersebut sebelum proses pengisian dimulai.
3. Ucapkan Permintaan dengan Tegas dan Jelas
Kesalahan komunikasi dapat terjadi ketika petugas dan konsumen memiliki pemahaman berbeda terhadap permintaan pengisian BBM.
Karena itu, sampaikan jenis dan jumlah BBM secara jelas serta pastikan kembali sebelum nozzle mulai digunakan.
4. Kenali Warna Nozzle
Setiap jenis BBM di SPBU umumnya memiliki identitas warna nozzle tertentu. Mengenali warna nozzle dapat membantu pengemudi melakukan pengecekan tambahan sebelum proses pengisian dimulai.
5. Perhatikan Proses Pengisian
Jangan langsung meninggalkan proses pengisian kepada petugas. Perhatikan jenis BBM yang dipilih dan jumlah BBM yang masuk ke tangki.
Harga per liter yang tertera pada dispenser juga dapat menjadi informasi tambahan untuk memastikan BBM yang dipilih sudah sesuai dengan permintaan.
6. Cek Kembali Sebelum Meninggalkan SPBU
Setelah pengisian selesai, periksa kembali jenis dan jumlah BBM yang telah dimasukkan. Informasi pada struk pembayaran juga dapat digunakan untuk memastikan pengisian telah sesuai.
Jika seluruhnya sudah sesuai, tutup kembali tangki BBM dan lanjutkan perjalanan.