JawaPos.com - Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan pemilik motor,
Motor yang biasanya irit bisa saja menjadi lebih boros tanpa disadari karena kebiasaan berkendara dan perawatan yang kurang tepat.
Masalahnya, sejumlah kebiasaan tersebut sering dianggap sepele sehingga terus dilakukan setiap hari. Padahal, cara membuka gas, membawa beban, hingga kondisi ban dan mesin dapat ikut memengaruhi efisiensi bahan bakar motor.
Berikut 7 kebiasaan yang seringkali membuat boros BBM!
1. Sering Membuka Gas dan Mengerem secara Mendadak
Kebiasaan memutar gas secara agresif kemudian mengerem mendadak membuat mesin bekerja lebih keras. Pola berkendara seperti ini juga membuat kecepatan motor tidak stabil sehingga konsumsi BBM bisa menjadi kurang efisien.
Sebisa mungkin, buka gas secara bertahap dan pertahankan kecepatan sesuai kondisi jalan. Selain membantu menghemat BBM, cara berkendara yang lebih halus juga membuat perjalanan terasa lebih nyaman.
2. Membiarkan Motor Menyala Terlalu Lama saat Berhenti
Memanaskan motor atau membiarkannya menyala ketika sedang berhenti dalam waktu lama tetap membuat mesin mengonsumsi bahan bakar.
Jika dilakukan berulang kali setiap hari, BBM yang terpakai bisa cukup terasa meskipun motor tidak berpindah tempat.
Karena itu, hindari membiarkan mesin menyala tanpa kebutuhan. Jika harus berhenti cukup lama dan situasi memungkinkan, matikan mesin agar konsumsi bahan bakar tidak terbuang percuma.
3. Tekanan Ban Kurang
Tekanan angin ban yang terlalu rendah membuat area ban yang bersentuhan dengan permukaan jalan menjadi lebih besar. Akibatnya, hambatan gulir meningkat dan mesin membutuhkan tenaga lebih besar untuk menggerakkan motor.
Kamu sebaiknya memeriksa tekanan ban secara berkala, terutama sebelum melakukan perjalanan jauh. Gunakan tekanan sesuai rekomendasi pabrikan agar kenyamanan, keselamatan, dan efisiensi bahan bakar tetap terjaga.
4. Membawa Beban Berlebihan
Semakin berat beban yang dibawa, semakin besar pula tenaga yang dibutuhkan motor untuk berakselerasi dan mempertahankan kecepatannya.
Kebiasaan membawa barang yang sebenarnya tidak diperlukan dapat membuat konsumsi BBM menjadi kurang efisien.
Karena itu, usahakan membawa barang seperlunya ketika berkendara. Selain membantu menjaga konsumsi BBM, mengurangi beban juga dapat membuat motor lebih mudah dikendalikan, terutama ketika melewati jalan menanjak atau lalu lintas padat. ⅚⁶⁶5⁴
5. Jarang Melakukan Servis
Motor yang jarang mendapatkan perawatan berisiko mengalami penurunan performa. Kondisi mesin, sistem pembakaran, filter udara, busi, hingga komponen lain yang tidak optimal dapat membuat kerja mesin menjadi kurang efisien.
Jangan menunggu motor terasa bermasalah baru melakukan servis. Ikuti jadwal perawatan yang direkomendasikan pabrikan dan segera periksa motor jika muncul gejala seperti tarikan berat, mesin brebet, atau konsumsi BBM tiba-tiba meningkat.
6. Kerap Terjebak Rute Berhenti dan Jalan (stop and go)
Kondisi lalu lintas juga dapat memengaruhi konsumsi BBM. Berkendara di jalan yang sangat padat dengan pola berhenti dan berjalan (stop and go) berulang kali membuat mesin terus mengalami perubahan beban dan kecepatan.
Jika tersedia, kamu bisa mempertimbangkan rute yang lebih lancar meskipun jaraknya sedikit lebih jauh.
Namun, tetap perhatikan kondisi lalu lintas secara keseluruhan karena rute yang lebih panjang belum tentu lebih hemat jika waktu tempuh dan kemacetannya jauh lebih tinggi.
Baca Juga: Berikut 7 Penyebab BBM Boros Walau Mobil Terasa Normal Banget
7. Mengabaikan Perubahan Performa Motor
Motor yang tiba-tiba terasa lebih berat, tarikan menurun, atau konsumsi BBM meningkat sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai kondisi normal. Perubahan tersebut bisa menjadi tanda adanya komponen yang perlu diperiksa.
Semakin lama masalah dibiarkan, semakin besar kemungkinan performa motor menurun dan penggunaan BBM menjadi tidak efisien. Jika Anda merasakan perubahan yang konsisten, segera lakukan pemeriksaan agar penyebabnya bisa diketahui lebih awal. (*)