← Beranda
Ban Tubeless Makin Populer, Ini Kelebihan dan Kekurangannya
Dony Lesmana Eko Putra• Selasa, 6 Oktober 2026 | 06.09 WIB
ILUSTRASI. Ban motor berdecit saat berjalan pelan. (Freepik/Wirestock)

JawaPos.com - Ban menjadi salah satu komponen penting yang berpengaruh langsung terhadap keselamatan dan kenyamanan berkendara.

Karena itu, pemilihan jenis ban sebaiknya tidak hanya berdasarkan harga atau tampilan, tetapi juga disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan.

Salah satu jenis yang banyak digunakan pada sepeda motor modern adalah ban tubeless. Berbeda dengan ban konvensional, ban tubeless tidak menggunakan ban dalam sehingga memiliki konstruksi yang lebih sederhana.

Penggunaan ban tubeless menawarkan sejumlah keuntungan, terutama untuk mobilitas sehari-hari. Namun, pengendara juga perlu memahami kekurangannya agar dapat melakukan perawatan dengan tepat.

Kelebihan ban tubeless

Salah satu keunggulan utama ban tubeless adalah ketika terkena paku atau benda tajam. Udara umumnya tidak langsung keluar seluruhnya sehingga ban tidak serta-merta kehilangan tekanan secara drastis.

Kondisi tersebut membuat risiko ban tiba-tiba kempis saat motor digunakan dapat lebih kecil. Pengendara juga memiliki kesempatan untuk mencari tempat aman sebelum melakukan pemeriksaan atau perbaikan.

Dari sisi perawatan, proses penambalan ban tubeless juga relatif praktis. Kerusakan kecil pada area tapak ban umumnya dapat ditangani menggunakan metode penambalan khusus tanpa harus melepas ban dalam.

Ban tubeless juga umumnya memiliki konstruksi yang lebih kuat pada bagian tertentu dan banyak digunakan untuk kebutuhan harian maupun perjalanan jarak jauh.

Dengan tekanan angin yang sesuai dan kondisi ban yang baik, pengendara dapat memperoleh traksi serta stabilitas yang optimal.

Kekurangan ban tubeless

Meski menawarkan banyak kepraktisan, ban tubeless bukan berarti tanpa kekurangan. Salah satunya adalah harga yang umumnya lebih tinggi dibandingkan ban dengan ban dalam.

Bobotnya juga bisa lebih berat, tergantung ukuran dan konstruksi ban. Selain itu, tidak semua jenis velg dapat langsung menggunakan ban tubeless. Karena itu, kesesuaian antara ban dan velg perlu diperhatikan sebelum melakukan penggantian.

Kerusakan pada bagian samping atau sidewall juga menjadi persoalan tersendiri. Jika kerusakannya cukup parah, ban biasanya tidak disarankan untuk diperbaiki dan perlu diganti demi menjaga keselamatan.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah tekanan angin. Pengguna motor dengan ban tubeless tetap perlu memeriksa tekanan secara rutin.

Tekanan yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi dapat memengaruhi kenyamanan, pengendalian, hingga usia pakai ban.

Dengan memahami kelebihan dan kekurangan tersebut, pemilik sepeda motor dapat menentukan jenis ban yang paling sesuai dengan kebutuhan, karakter penggunaan, serta kondisi kendaraan.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra