← Beranda
Jangan Asal Pilih BBM, Ini Risiko Mobil Hybrid Pakai Oktan Tak Sesuai
Dony Lesmana Eko Putra• Rabu, 7 Oktober 2026 | 03.52 WIB
Toyota Veloz Hybrid EV

JawaPos.com - Mobil hybrid menjadi salah satu pilihan bagi konsumen yang menginginkan kendaraan dengan konsumsi bahan bakar lebih efisien.

Teknologi ini menggabungkan mesin pembakaran internal dengan motor listrik sehingga mesin bensin tidak selalu bekerja dalam setiap kondisi.

Meski demikian, bukan berarti pemilik mobil hybrid bisa mengabaikan kebutuhan mesin bensinnya. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah penggunaan BBM sesuai rekomendasi pabrikan, terutama terkait nilai oktan atau Research Octane Number (RON).

Toyota, misalnya, menyebut mobil hybrid seperti All New Yaris Cross HEV dan Kijang Innova Zenix HEV membutuhkan bensin dengan RON minimal 92. 

Mesin dengan rasio kompresi tinggi membutuhkan bahan bakar yang mampu menahan tekanan sebelum proses pembakaran berlangsung.

Risiko Pakai BBM dengan Oktan Lebih Rendah

Menggunakan BBM dengan nilai oktan di bawah rekomendasi dapat meningkatkan risiko knocking atau mesin ngelitik. Kondisi ini terjadi ketika proses pembakaran tidak berlangsung sesuai waktu yang seharusnya.

Pada tahap awal, gejalanya bisa berupa suara mengelitik ketika mobil berakselerasi, terutama saat membawa beban berat, menanjak, atau membutuhkan tenaga lebih besar.

Jika berlangsung terus-menerus, pembakaran yang tidak optimal dapat memengaruhi performa mesin.

Tenaga bisa terasa berkurang dan konsumsi BBM justru berpotensi menjadi lebih boros karena pengemudi perlu menekan pedal gas lebih dalam.

Masalah juga tidak berhenti pada konsumsi bahan bakar. Residu hasil pembakaran dapat menyebabkan penumpukan deposit dan dalam kondisi tertentu berpotensi mengganggu komponen seperti busi, injektor, sensor oksigen hingga sistem pembuangan.

Jangan Beranggapan BBM Lebih Murah Selalu Lebih Hemat

Pemilihan BBM pada mobil hybrid sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan harga per liter. Bahan bakar dengan spesifikasi yang sesuai membantu mesin bekerja sesuai rancangan pabrikan.

Sebaliknya, penggunaan BBM yang tidak sesuai justru berpotensi membuat konsumsi bahan bakar meningkat. Artinya, penghematan dari selisih harga BBM belum tentu sebanding dengan risiko terhadap performa dan biaya perawatan kendaraan dalam jangka panjang.

Yang perlu dipahami, menggunakan BBM dengan RON lebih tinggi dari rekomendasi juga tidak otomatis membuat mobil lebih irit. Patokan utama tetap spesifikasi yang ditentukan masing-masing pabrikan dan model kendaraan.

Perhatikan Buku Manual Kendaraan

Setiap mobil hybrid memiliki spesifikasi mesin dan kebutuhan bahan bakar yang berbeda. Karena itu, pemilik sebaiknya tidak menjadikan jenis BBM yang digunakan mobil lain sebagai patokan.

Informasi mengenai BBM yang sesuai biasanya tercantum dalam buku manual kendaraan atau informasi resmi dari pabrikan.

Selain memilih BBM yang tepat, servis berkala juga tetap penting. Mobil hybrid masih menggunakan mesin pembakaran internal sehingga membutuhkan perawatan mesin seperti penggantian oli dan pemeriksaan komponen secara berkala.

Dengan menggunakan BBM sesuai rekomendasi dan melakukan perawatan secara rutin, pemilik mobil hybrid dapat menjaga performa mesin sekaligus mempertahankan efisiensi bahan bakar yang menjadi salah satu keunggulan kendaraan hybrid.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra