← Beranda
Sering Terlupakan, 6 Perlengkapan Mobil Ini Bisa Membantu Saat Darurat
Dony Lesmana Eko Putra• Selasa, 13 Oktober 2026 | 22.46 WIB
Ilustrasi komponen yang harus selalu dibawa dalam mobil.

JawaPos.com - Memastikan kondisi mesin dan bahan bakar sebelum bepergian memang penting. Namun, pengemudi juga perlu menyiapkan perlengkapan darurat untuk mengantisipasi masalah seperti ban bocor, aki lemah, atau kendala saat perjalanan malam.

Perlengkapan ini kerap terlupakan, padahal bisa membantu pengemudi menangani masalah ringan sekaligus meningkatkan keselamatan ketika kendaraan harus berhenti di jalan.

Berikut enam perlengkapan darurat yang sebaiknya tersedia di mobil.

1. Kotak P3K

Kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) berguna untuk menangani luka ringan atau kondisi darurat sebelum mendapatkan bantuan medis.

Isi kotak P3K antara lain kasa steril, perban, plester, gunting kecil, antiseptik, sarung tangan, dan obat-obatan dasar yang sesuai kebutuhan.

Periksa isi kotak secara berkala, termasuk tanggal kedaluwarsa obat. Simpan di tempat yang mudah dijangkau, tetapi tidak mengganggu pengemudi.

2. Kabel Jumper

Aki yang lemah bisa membuat mesin sulit dinyalakan. Kabel jumper dapat membantu menyalakan mobil dengan memanfaatkan sumber daya dari aki kendaraan lain yang sesuai.

Namun, penggunaannya harus mengikuti prosedur dalam buku manual kendaraan. Kesalahan pemasangan kabel berisiko menimbulkan percikan listrik atau merusak sistem kelistrikan.

Pada mobil hybrid dan listrik, perhatikan petunjuk khusus pabrikan karena prosedur penanganan sistem kelistrikannya bisa berbeda.

3. Segitiga Pengaman

Segitiga pengaman berfungsi memberi peringatan kepada pengendara lain ketika mobil berhenti akibat kerusakan atau kondisi darurat.

Saat mengalami masalah, prioritaskan keselamatan dengan menepi ke tempat yang aman, menyalakan lampu hazard, dan memasang segitiga pengaman sesuai ketentuan yang berlaku.

Hindari berdiri di jalur lalu lintas ketika memasangnya. Jika posisi kendaraan membahayakan atau situasi tidak memungkinkan, hubungi bantuan darurat.

4. Senter

Senter sangat membantu ketika pengemudi harus memeriksa kondisi kendaraan pada malam hari atau di tempat minim penerangan.
Perlengkapan ini bisa digunakan untuk melihat kondisi ban, mencari barang di bagasi, atau membantu pemeriksaan ringan. 

Pilih senter yang ringkas dan pastikan baterainya berfungsi. Meski ponsel memiliki lampu senter, perangkat khusus bisa menjadi pilihan cadangan ketika baterai ponsel menipis.

5. Ban Cadangan, Dongkrak, dan Kunci Roda

Ban bocor menjadi salah satu kendala yang dapat menghambat perjalanan. Karena itu, periksa kondisi ban cadangan, termasuk tekanan anginnya, sebelum melakukan perjalanan jauh.

Pastikan dongkrak dan kunci roda tersedia serta sesuai dengan kendaraan. Jika menggunakan ban cadangan tipe space saver, ikuti batas kecepatan dan jarak pemakaian yang tercantum dalam petunjuk pabrikan.

Apabila harus mengganti ban di jalan, lakukan hanya di lokasi yang aman dan permukaan yang stabil. Jangan bekerja di sisi kendaraan yang berdekatan dengan arus lalu lintas.

6. Toolkit Dasar

Toolkit sederhana dapat membantu menangani masalah ringan, seperti baut aksesori yang longgar atau kebutuhan perbaikan kecil.

Perlengkapan yang bisa disiapkan antara lain obeng, tang, kunci pas, dan cable ties. Sesuaikan isi toolkit dengan kebutuhan serta jenis kendaraan.

Namun, jangan melakukan perbaikan pada sistem mesin atau kelistrikan jika tidak memahami prosedurnya. Untuk kerusakan yang lebih serius, sebaiknya hubungi bengkel atau layanan bantuan jalan.

Periksa Perlengkapan Sebelum Bepergian

Perlengkapan darurat tidak menjamin semua masalah kendaraan bisa diatasi sendiri. Namun, keberadaannya dapat membantu pengemudi menghadapi situasi tak terduga dengan lebih siap.

Sebelum bepergian, terutama untuk perjalanan jauh, periksa kelengkapan dan kondisi setiap alat. Pastikan pula pengemudi memahami cara penggunaannya melalui buku manual kendaraan.

Jangan hanya memastikan mobil siap berjalan, tetapi siapkan juga perlengkapan untuk menghadapi kondisi darurat di perjalanan.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra