JawaPos.com Build Your Dreams (BYD) resmi memperkenalkan teknologi pengisian daya ultra cepat Flash Charging di Indonesia.
Sistem pengusian daya itu mampu mengisi baterai mobil listrik dari 10 persen hingga 70 persen dalam lima menit. Teknologi yang dipadukan dengan Blade Battery generasi kedua ini diklaim dapat memangkas waktu pengisian daya secara signifikan.
Flash Charging Director BYD Asia Pacific Auto Sales Division Richard Li mengatakan, pengisian daya dalam waktu singkat menjadi salah satu keunggulan teknologi terbaru tersebut.
“Lima dan sembilan menit adalah waktu yang hampir sama dengan jika kita memesan secangkir kopi,” ujar Richard dalam peluncuran di Intercontinental Hotel Jakarta, Rabu (14/10).
BYD mengklaim, pengisian daya dari 10 persen hingga 97 persen dapat diselesaikan dalam sembilan menit pada kondisi lingkungan normal.
Kecepatan tersebut ditujukan untuk menjawab kekhawatiran konsumen mengenai lamanya waktu pengisian baterai mobil listrik dibandingkan dengan pengisian bahan bakar kendaraan konvensional.
Vice President BYD Co., Ltd Liu Xueliang mengatakan, keterbatasan akses stasiun pengisian daya dan durasi pengisian masih menjadi kendala bagi sebagian calon pengguna mobil listrik.
“Mereka mengatakan, ‘saya sangat ingin punya mobil listrik, tapi di tempat saya sulit sekali mengakses stasiun pengisian daya’,” kata Liu.
Menurut Liu, BYD berupaya menjawab persoalan tersebut melalui pengembangan teknologi pengisian daya berkecepatan tinggi. Langkah itu juga diiringi pengembangan infrastruktur agar konsumen memiliki akses pengisian daya yang lebih luas.
Dari sisi perangkat, Flash Charging mengandalkan pengisi daya dengan kapasitas hingga 1.500 kilowatt (kW) melalui satu konektor. BYD menyebut perangkat tersebut sebagai pengisi daya dengan konektor tunggal berdaya tertinggi di dunia untuk produksi massal.
Teknologi ini dikembangkan bersama Blade Battery generasi kedua yang dirancang untuk mendukung pengisian daya berkecepatan tinggi sekaligus meningkatkan kepadatan energi dan ketahanan baterai.
BYD mengklaim kepadatan energi Blade Battery generasi kedua meningkat lebih dari lima persen dibandingkan generasi sebelumnya. Peningkatan tersebut memungkinkan kendaraan listrik mencapai jarak tempuh lebih dari 1.000 kilometer berdasarkan standar pengujian China Light-Duty Vehicle Test Cycle (CLTC).
Selain kepadatan energi, baterai generasi terbaru itu diklaim memiliki ketahanan terhadap degradasi yang lebih baik, dengan peningkatan hingga 2,5 persen dibandingkan generasi pertama.
Untuk mendukung kebutuhan daya besar, Flash Charging menggunakan sistem penyimpanan dan pengisian energi terintegrasi. Sistem tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengisian berdaya tinggi tanpa memberikan tekanan berlebih pada jaringan listrik.
BYD juga mengembangkan konektor dengan sistem katrol berbentuk T untuk memudahkan pengguna saat menghubungkan perangkat pengisi daya ke kendaraan. Desain tersebut diharapkan membuat proses pengisian lebih praktis dalam penggunaan sehari-hari.
Di Tiongkok, BYD mencatat telah membangun 12.165 stasiun FLASH Charging hingga 7 Oktober 2026. "Saat ini ada 10 stasiun pengisian BYD Flash Charging yang siang. Kami berencana menghadirkan 100 fasilitas Flash Charging di Indonesia hingga akhir 2026," ungkap Head of Aftersales PT BYD Motor Indonesia Ubaedilah l.
Untuk tahap awal, kendaraan yang mendukung teknologi pengisian daya ultra cepat tersebut masih terbatas pada model BYD yang menggunakan Blade Battery generasi kedua. Dua model yang diperkenalkan dalam peluncuran di Indonesia adalah Danza D9 terbaru dan Danza Z9 GT.
Baca Juga: 'BYD Effect' Mobil Listrik Murah Jadi Penahan Inflasi Australia di Tengah Lonjakan Harga BBM
Kehadiran Flash Charging menjadi bagian dari pengembangan ekosistem kendaraan listrik BYD, mulai dari teknologi baterai hingga infrastruktur pengisian daya. Meski demikian, waktu pengisian aktual tetap dapat dipengaruhi kondisi lingkungan, temperatur baterai, tingkat daya yang tersedia, serta kemampuan kendaraan dalam menerima pengisian daya. (*)