← Beranda
​Keren! ISI Denpasar Tampil dalam Ajang Internasional Bergengsi, Perkenalkan Budaya Nusantara kepada Dunia
Hildaniar Novitasari• Kamis, 7 Desember 2023 | 15.19 WIB
Tim ISI Denpasar saat menampilkan koreografi inovatif bertajuk Waruna-Mukti-Dwipantara dalam Festival Nusantara (Féte De L

JawaPos.com – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan, salah satu perguruan tinggi di Bali yakni Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar berhasil membawa dan memperkenalkan budaya Indonesia dalam ajang internasional bergengsi dan festival nasional.

Tim mahasiswa dan dosen ISI Denpasar ini mengepakkan sayap melalui inovasi seni, desain, dan budaya karya sivitas akademika.

Dilansir JawaPos.com dari Antara, Kamis (7/12), Rektor ISI Denpasar, Prof Dr Dr Wayan ‘Kun’ Adnyana mengatakan bahwa tim mahasiswa dan dosen ISI Denpasar belum lama ini telah tampil di Kuala Lumpur Malaysia dan Paris Perancis.

Sedangkan, di Indonesia mereka telah tampil di festival nasional di Jawa Timur yaitu Malang dan Situbondo.

Tim mahasiswa yang berkolaborasi dengan dosen ISI Denpasar ini menampilkan koreografi topeng Barongan pada International Mask Festival (IMF) II, di Kota Malang, Jawa Timur pada 17 November 2023 lalu.

Koreografi berjudul ‘Ruwat Tri Semaya’ didukung oleh 20 penyaji, dan dipimpin langsung Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Prof Komang Sudirga.

Selain itu, Himpunan Mahasiswa Program Studi Tari ISI Denpasar, mengkreasi koreografi prosesi untuk Situbondo Etnik Festival (SEF) di Situbondo, Jawa Timur pada 26 November 2023.

Koreografi prosesi itu berjudul ‘Waruna Murti’ dengan koreografernya yakni mahasiswa bernama Satria Wirapranata. Pergelaran ini juga melibatkan 20 penyaji dengan dua pembina (Kandiraras MA dan Reni Anggraeni MPd).

Selanjutnya, bersamaan dengan ajang Internasional Paris Fashion Week, karya koreografi dan desain fashion ISI Denpasar tampil untuk Festival Nusantara (Féte De L'Archipel) tahun 2023 beberapa waktu lalu di Paris, Perancis.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Indonesia untuk Perancis, Mohammad Oemar secara langsung mengundang ISI Denpasar di kota mode Paris tersebut. Ia sangat mengapresiasi partisipasi ISI Denpasar dalam festival diplomatik terpenting Indonesia di Kota Paris.

Festival Nusantara mengusung karya koreografi inovatif bertajuk ‘Waruna-Mukti-Dwipantara’ yang mengisahkan kejayaan maritim Nusantara, sejak masa Kutai hingga Indonesia Merdeka.

Selain menampilkan koreografi tematik, tim yang berjumlah 20 penyaji yang terdiri atas mahasiswa terpilih, dosen, dan tenaga kependidikan, juga mempersembahkan komposisi tari nusantara yaitu Kekebyaran Oleg Tamulilingan dan Kebyar Duduk Kembar.

Tak hanya itu, peragaan busana adikarya mahasiswa Program Studi Desain Mode ISI Denpasar bernama Nata Kerthi Fashion Designer juga turut hadir. Busana anggun berbasis endek hasil karya lima mahasiswa tersebut tampil bersanding karya desainer kenamaan Indonesia, yang diperagakan langsung model internasional.

Dalam kegiatan ini, tim seni dan desainer dipimpin langsung oleh Rektor ISI Denpasar, Prof Kun Adnyana dan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Prof.Komang Sudirga serta melibatkan kolaborasi musisi gamelan Panca Indra asal Perancis.

"Partisipasi ini akan memposisikan ISI Denpasar sebagai perguruan tinggi yang bereputasi internasional, terlebih serangkaian ajang ini juga bekerjasama dengan Université Paris Nanterre dan Lembaga Kebudayaan Philharmonie De Paris," ungkap Kun Adnyana di Denpasar, Rabu (6/12) kemarin.

Selain melalui skema diseminasi hasil pembelajaran dan karya inovasi, misi internasional ISI Denpasar juga hadir melalui skema Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Internasional bernama Nata Citta Bhuwana.

Pengabdian internasional tersebut dilaksanakan di Sekolah Internasional Kuala Lumpur (SIKL) selama empat minggu yaitu mulai 10 September hingga 4 Oktober 2023 dan akan terbagi dalam empat tim pengabdi.

Sedangkan Pengabdian Kepada Masyarakat Internasional atas undangan Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Kuala Lumpur, Malaysia, Prof Dr Muhammad Firdaus, bertujuan untuk mengajarkan seni-desain-budaya Nusantara kepada anak-anak migran Indonesia yang sedang menempuh pendidikan SD, SMP, dan SMA pada SIKL.

Pembelajaran seni, desain, dan budaya Nusantara menjadi penting untuk menumbuhkan generasi Indonesia yang berkarakter, terlebih untuk anak-anak migran Indonesia yang rata-rata lahir dan tumbuh di Malaysia, sehingga pengetahuan kebudayaan Indonesia sangat terbatas.

PKM Internasional dilaksanakan selama empat minggu dengan empat tim yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa ISI Denpasar. Setiap tim mengajarkan seluruh bidang seni dan desain (lukis, kriya, gamelan, tari, desain), termasuk teknik fotografi.

 

EDITOR: Mohamad Nur Asikin