← Beranda
Mendikdasmen Berharap OPSI 2026 Picu Lahirnya Riset Pelajar dan Bersiap Hadapi Perubahan Iklim
Ryandi Zahdomo• Minggu, 27 September 2026 | 21.37 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti (dua dari kiri) saat membuka Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Tingkat Nasional 2026 di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). (Istimewa)
JawaPos.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti menekankan pentingnya membangun budaya ilmiah di kalangan pelajar. Budaya itu sangat berguna dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan kemajuan teknologi.

Hal ini disampaikan Mu’ti saat membuka Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Tingkat Nasional 2026 di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Rangkaian OPSI Tingkat Nasional 2026 dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, mulai 24 hingga 30 September 2026.

Antusiasme peserta tahun ini mencatatkan lonjakan signifikan hingga 47 persen. Dari 26.723 peserta pada tahun sebelumnya menjadi 39.300 murid di seluruh tahapan seleksi.

Mu’ti menggarisbawahi bahwa OPSI diselenggarakan bukan semata-mata untuk berburu gelar juara. Lebih dari itu, forum ini merupakan wadah strategis dalam membina tradisi meneliti sejak dini.

"Yang saya garis bawahi adalah bagaimana kita menjadikan OPSI sebagai salah satu ajang untuk membangun budaya ilmiah dan budaya penelitian di kalangan para pelajar dan murid kita," ujar Mu’ti. Ia menambahkan, penguatan di bidang sains dan teknologi sangat krusial bagi generasi muda.

Lewat inovasi riset, para siswa diharapkan mampu merumuskan solusi atas berbagai isu strategis, mulai dari pemanfaatan teknologi, kesadaran ekologis, perubahan iklim, hingga tata kelola sumber daya alam.

 125 Tim Finalis Bersaing Kembangkan Talenta

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen RI, Ir. Suharti melaporkan, babak final tingkat nasional OPSI 2026 diikuti oleh 125 tim finalis yang berasal dari 24 provinsi di Indonesia, serta satu tim perwakilan dari Sekolah Indonesia di Malaysia. Dengan setiap tim berkekuatan dua orang, total terdapat 250 finalis yang berpartisipasi.

Selama ajang nasional berlangsung, para peserta menjalani serangkaian tahapan evaluasi, mulai dari pameran karya, presentasi poster, hingga wawancara mendalam bersama dewan juri.

"Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para finalis untuk menjelaskan argumentasi mengenai pentingnya penelitian yang mereka lakukan," jelas Suharti.

 

Suharti menegaskan bahwa para pemenang tidak hanya mendapatkan penghargaan, melainkan juga pembinaan intensif menuju ajang internasional.

Mereka berkesempatan mengikuti program Bina Talenta Indonesia yang mencakup bidang STEM, coding, kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan kepemimpinan. Selain itu, OPSI menjadi ruang bertukar gagasan dan memperluas jejaring antar-peneliti muda.

UMJ Siapkan Beasiswa Penuh 100 Persen

 Wakil Rektor I UMJ, Prof. Dr. Muhammad Hadi menyampaikan komitmen kampus dalam memfasilitasi para peserta hingga seluruh rangkaian OPSI selesai.

"Dengan demikian, kami tentu mendukung acara ini sampai selesai. Insyaallah, sebagai tuan rumah, kami akan memfasilitasi Bapak dan Ibu sekalian," tutur Hadi.

Guna mengapresiasi keahlian dan minat riset para siswa, UMJ juga menyiapkan program dukungan khusus berupa beasiswa pendidikan."Bagi siswa-siswa yang bagus penelitiannya, nanti kami akan memberikan beasiswa 100 persen di Universitas Muhammadiyah Jakarta," tambahnya. Ajang OPSI Tingkat Nasional 2026 ini diikuti oleh peserta jenjang SMP/MTs/sederajat dan SMA/MA/SMK/MAK/sederajat.

 

Para finalis mewakili berbagai daerah, di antaranya Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Bali, NTB, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Maluku, Papua, Papua Selatan, serta Sekolah Indonesia di Malaysia.

 

EDITOR: Diar Candra