JawaPos.com - Universitas Indonesia (UI) mendorong hasil riset kampus tidak berhenti di laboratorium dan publikasi, tetapi dikembangkan menjadi produk, layanan, serta solusi yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Upaya itu salah satunya dilakukan melalui UI Innovation Festival 2026 yang digelar 2-3 Oktober di Main Atrium Gandaria City, Jakarta Selatan.
Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi UI Chairul Hudaya mengatakan, festival tersebut menjadi bagian dari komitmen UI memperkuat riset, inovasi, hilirisasi, hingga komersialisasi teknologi.
“UI Innovation Festival ini merupakan komitmen kami dari UI dalam memperkuat riset dan inovasi dan hilirisasi dan juga komersialisasi teknologi untuk menjadi tempat penguatan kelembagaan Science Techno Park Universitas Indonesia melalui program project yang namanya Prime Step,” kata Chairul dalam sambutannya, Jumat (2/10).
Mengusung tema Acceleration of Technology Innovation for National Self-Reliance, UI Innovation Festival 2026 menghadirkan pameran inovasi, talkshow, seminar, workshop, kompetisi, hingga promosi produk.
Chairul menyebut terdapat 302 peserta yang telah terdaftar dan 20 exhibitor dari startup UI serta mitra. Pada 2026, UI juga menghasilkan 40 startup melalui pendanaan Prime Step.
Baca Juga: Gandeng UI, Advokat Ingin Wujudkan Pendidikan Berkualitas
“Tahun lalu kami melisensikan 55 IP untuk startup kami dan juga industri, tahun ini tentu saja target dari Warek kami menjadi lebih tinggi lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Adhi Indra Hemanu mengatakan, inovasi perguruan tinggi perlu hadir lebih dekat dengan masyarakat.
“Pesannya adalah bahwa inovasi tidak boleh hanya hidup di laboratorium dan jurnal ilmiah. Jadi harus hadir di tengah masyarakat, dikenal, dirasakan, dan dimanfaatkan,” kata Adhi saat membacakan sambutan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.
Menurut Adhi, proses hilirisasi perlu mendorong hasil riset melewati sejumlah tahapan, mulai dari pengembangan prototipe hingga menjadi produk dan masuk ke pasar.
“Dari laboratorium ke prototipe, dari prototipe ke produk, dari produk ke pasar, dan dari pasar ke dampak ekonomi dan sosial. Itulah yang disebut hilirisasi dan komersialisasi inovasi,” pungkasnya.
Caption: