← Beranda
286 Siswa Labschool Jakarta Belajar di Desa, Gubernur KDM: Pengetahuan Tak Selalu Ada di Kelas
Latu Ratri Mubyarsah• Sabtu, 3 Oktober 2026 | 20.13 WIB
Siswa SMA Labschool Jakarta belajar langsung dari masyarakat di Kampung Banceuy, Kabupaten Subang, dalam program Trip Observasi 2026. (Istimewa)

 

‎JawaPos.com - Dalam rangkaian program Trip Observasi 2026, 286 siswa kelas X SMA Labschool Jakarta dibawa keluar kelas untuk belajar langsung dari masyarakat di Kampung Banceuy, Desa Sanca, Kecamatan Ciater, Subang.

Tidak sekadar mengamati, mereka juga ikut berinteraksi dengan warga, mempelajari alam, melakukan penelitian sederhana, hingga terlibat dalam kegiatan sosial.

Trip Observasi 2026 ini menjadi bagian dari penguatan pembelajaran mendalam melalui pengalaman langsung di tengah kehidupan masyarakat. Pembelajaran mendalam ini merupakan pendekatan yang tengah diterapkan Kemendikdasmen untuk para murid.

Baca Juga: Siswa SMA Kembangkan Inovasi Atasi Krisis Lingkungan dan Energi

‎Rangkaian itu ditutup dengan apel yang dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM), pada Kamis (1/10).

Gubernur Dedi menilai, pembelajaran langsung ke lapangan merupakan hal yang penting karena tidak semua pengetahuan aplikatif bisa diperoleh murid melalui pelajaran di sekolah.‎

‎Selain itu, menurut dia, pengalaman belajar di alam dan tengah masyarakat dapat meninggalkan kesan positif bagi murid.

Baca Juga: Lulusan Kampus Tak Cukup Hanya Siap Kerja, Pengalaman Bisnis Jadi Bekal Ciptakan Lapangan Kerja

Dia berharap para siswa pulang bukan hanya membawa pengetahuan baru, tetapi juga pengalaman yang membuat mereka lebih bahagia.

‎‎”Anak-anak bisa kembali ke alam kemudian memahami alam secara luas, tahu sumber air di mana, tahu gunung di mana, tahu menanam padi bagaimana, tahu cara memasak secara tradisional bagaimana. Ini adalah pengetahuan yang mungkin tidak didapatkan selama ini di sekolah yang bersifat aplikatif,” ujar Dedi.‎

‎Sementara itu, Kepala SMA Labschool Jakarta Badru Zaman mengatakan, Trip Observasi merupakan kegiatan wajib bagi siswa kelas X SMA Labschool Jakarta.

Tahun ini, kegiatan mengusung tema Membentuk Murid yang Mandiri, Berkarakter, dan Berbudaya Ilmiah melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

‎‎Kegiatan tersebut dirancang agar murid mendapatkan pengalaman kehidupan nyata di desa.

Selama berada di Banceuy, kata dia, apra murid belajar untuk berbaur dengan aktivitas warga, melakukan pengamatan dan penelitian sederhana, berdiskusi dengan masyarakat, hingga melaksanakan bakti sosial.

Baca Juga: Mahasiswa Unusa Kembangkan Rambu Evakuasi Tsunami, Bisa Pantau Kondisi secara Real-Time

‎‎Menurut Badru, pengalaman tersebut sejalan dengan motto Labschool, yakni Iman, Ilmu, dan Amal.

Pembelajaran tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan, tetapi diarahkan untuk membentuk murid yang mandiri dan memiliki wawasan luas.

”‎Bagi para murid, tinggal dan berinteraksi langsung dengan masyarakat memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan pembelajaran di kelas. Mereka dapat melihat bagaimana nilai kebersamaan dan gotong royong dijalankan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Badru Zaman.

‎Baca Juga: Kemendikdasmen Berharap Pembelajaran Coding dan AI Kian Masif, Sebut Baru 25 % Sekolah Mengajarkan

‎Perwakilan murid Muhammad Alfarabi Rusadhi mengatakan, kehidupan di Kampung Banceuy membuatnya bisa melihat secara langsung pola hidup masyarakat yang lebih sederhana dan dekat dengan alam.

‎‎”Kami belajar banyak tentang kebersamaan, gotong royong, dan bagaimana masyarakat saling membantu dalam kehidupan sehari-hari. Hal-hal seperti ini mungkin bisa dipelajari di kelas, tetapi di Banceuy kami bisa melihat dan merasakannya secara langsung,” ujar Alfarabi.

‎‎Menurut dia, pengalaman tersebut membuat proses belajar terasa lebih nyata karena murid tidak hanya menerima teori.‎

Baca Juga: Gandeng UI, Advokat Ingin Wujudkan Pendidikan Berkualitas

‎“Di Banceuy, kami bisa merasakan langsung kehidupan yang lebih sederhana, dekat dengan alam, dan lebih banyak berinteraksi dengan masyarakat,” kata Muhammad Alfarabi Rusadhi.

‎‎Sementara itu, Kepala Desa Sanca, Masna menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Trip Observasi SMA Labschool Jakarta di kampungnya.

‎Dia memastikan, warganya selalu terbuka untuk dijadikan laboratorium belajar para murid.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah