JawaPos.com - Indonesia dinilai membutuhkan pendekatan baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga mencapai target 8 persen. Upaya tersebut dinilai perlu berjalan beriringan dengan pembangunan yang tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Hal itu disampaikan Tasdiyanto setelah dikukuhkan sebagai Professor of Practice in Environmental Economics di Universiti Geomatika Malaysia, Sabtu (3/10).
Prosesi pengukuhan berlangsung di hadapan jajaran pimpinan Universiti Geomatika Malaysia serta Majelis Syarahan Profesor universitas tersebut.
Dalam kesempatan itu, Tasdiyanto menyebut pengukuhan yang diterimanya bukan sekadar pencapaian akademik. Menurut dia, posisi tersebut merupakan amanah untuk turut berkontribusi dalam menyiapkan generasi penerus melalui sektor pendidikan.
"Pengukuhan ini merupakan amanah untuk ikut membangun generasi penerus melalui dunia pendidikan. Bangsa Indonesia memerlukan cara-cara baru untuk meraih pertumbuhan ekonomi 8 persen dan menjadi negara maju yang berperadaban ramah lingkungan," kata Tasdiyanto dalam keterangannya, Minggu (4/10).
Ia menekankan, konsep ekonomi lingkungan memiliki peran penting dalam menjembatani kepentingan pembangunan ekonomi dengan kebutuhan menjaga kelestarian lingkungan.
"Environmental economics harus mampu mempertemukan kepentingan pertumbuhan ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan," tegasnya.
Tasdiyanto memiliki rekam jejak panjang, baik di pemerintahan maupun dunia akademik. Ia pernah dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal Komnas HAM RI pada periode 2017–2021.
Setelah itu, Tasdiyanto menjalankan tugas sebagai Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 2021–2025. Pada 2025–2026, ia kemudian dipercaya menjadi Staf Ahli Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Selain itu, pada 2025 Tasdiyanto juga sempat menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas Deputi di Kantor Staf Presiden.
Pengalaman di pemerintahan tersebut turut melengkapi perjalanan akademiknya. Tasdiyanto meraih gelar doktor Ilmu Lingkungan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2010 dengan predikat cum laude.
Ia juga aktif berbagi pengetahuan melalui berbagai kegiatan akademik, mulai dari kuliah umum, seminar, hingga menjadi dosen tamu di sejumlah perguruan tinggi.
Dalam perjalanan akademiknya, Tasdiyanto pernah mengajar di Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Solo, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, serta UPN Veteran Yogyakarta.
Saat ini, ia tercatat sebagai Advisory Board sekaligus Dosen Praktisi di Sekolah Pascasarjana UGM. Tasdiyanto juga mengajar di Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia dan STEBI Lampung.
Sementara itu, Vice Chancellor Universiti Geomatika Malaysia Prof. Datuk Sr. Dr. Mazrin Rohizaq Che Rose mengatakan, pengukuhan Tasdiyanto menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi tersebut untuk mempertemukan pengalaman praktis dengan pengembangan ilmu pengetahuan.
Menurutnya, pengalaman Tasdiyanto di sektor pemerintahan dan profesional diharapkan dapat memberikan perspektif praktis bagi lingkungan akademik sekaligus membuka ruang kerja sama yang lebih luas.
"Professor of Practice diharapkan membawa pengalaman nyata dari dunia profesional dan pemerintahan ke lingkungan universitas serta memperkuat kolaborasi internasional, khususnya antara Malaysia dan Indonesia," pungkasnya.