JawaPos.com - Ajak siswa tidak hanya menghafal rumus, tetapi juga memahami fenomena di baliknya dilakukan Desi Susanti, S.Pd., M.Pd., Gr., guru Fisika di SMA Negeri 1 Sendawar, Kutai Barat, Kalimantan Timur lewat model pembelajaran “Detektif Sains”. Melalui pendekatan ini, Desi memadukan aktivitas penyelidikan dengan pemanfaatan teknologi untuk membantu siswa memahami konsep Fisika secara lebih interaktif.
“Dalam mengembangkan Detektif Sains dari 1.0 hingga 2.0, teknologi atau pendekatan pembelajaran saya pilih berdasarkan permasalahan dan kebutuhan nyata di kelas. Saya ingin teknologi yang digunakan benar-benar membantu siswa memahami konsep Fisika dan terlibat aktif dalam proses penyelidikan, bukan sekadar menjadi pelengkap pembelajaran,” ujar Desi.
Melalui Detektif Sains, siswa didorong untuk tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga aktif menyelidiki fenomena sains. Penerapan model ini dilaporkan menghasilkan tingkat ketuntasan materi hingga 100% dan menjadi bagian dari upaya Desi menghadirkan pembelajaran Fisika yang lebih menarik dan mudah dipahami.
Upaya Desi membagikan praktik pembelajarannya dilakukan melalui kanal YouTube @ibudesifisika yang telah memuat lebih dari 76 video pembelajaran, serta melalui pelatihan dan komunitas guru. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi referensi bagi pendidik lain dalam mengembangkan pembelajaran sesuai kebutuhan siswa.
“Praktik baik seharusnya tidak berhenti di satu ruang kelas. Karena itu, saya membagikan pengalaman melalui platform digital, pelatihan, dan komunitas guru agar dapat dipelajari dan dikembangkan oleh pendidik lain,” ujar Desi.
Baca Juga: Komisi VIII DPR dan UIN Raden Mas Said Dorong Pendidikan Inklusif di Madrasah
Pengembangan Detektif Sains juga menghasilkan dua publikasi ilmiah pada jurnal terakreditasi SINTA 3 dan SINTA 4. Praktik pembelajaran ini disebut telah direplikasi oleh ratusan guru di berbagai daerah di Indonesia.
Inovasi Pendidik Daerah Mendapat Apresiasi
Atas inovasi pembelajaran yang dikembangkan melalui Detektif Sains, Desi Susanti terpilih sebagai penerima Mentari Educreator Awards dalam ajang Mentari National Awards for Educators (MNAE) 2026.
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi Mentari Group kepada pendidik dan pimpinan sekolah yang berkontribusi dalam mengembangkan praktik baik, inovasi pembelajaran, dan pemanfaatan teknologi di bidang pendidikan.
Executive Director Mentari Group, Natalina Rimba, berharap penghargaan ini dapat mendorong para pendidik untuk terus mengembangkan dan membagikan inovasi yang bermanfaat bagi dunia pendidikan.
“Selamat kepada seluruh penerima MNAE 2026. Semoga penghargaan ini menjadi apresiasi atas kontribusi Bapak dan Ibu dalam memajukan pendidikan Indonesia, sekaligus mendorong untuk terus mengembangkan dan membagikan inovasi agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi pendidikan,” ujar Natalina.
MNAE 2026 memilih 20 pendidik dari 770 pendaftar yang berasal dari 228 kota dan kabupaten serta 679 sekolah. Para penerima terdiri atas 10 penerima Mentari Changemaker Awards, lima penerima Mentari Leadership Awards, dan lima penerima Mentari Educreator Awards. Program ini menjadi bagian dari dukungan Mentari Group terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG) 4 tentang Pendidikan Berkualitas.