← Beranda
FEB UIN Jakarta Gelar Konferensi Keuangan Islam ASEAN Ke-14
Latu Ratri Mubyarsah• Sabtu, 10 Oktober 2026 | 01.40 WIB
Ilustrasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri (FEB UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, bersiap menggelar The 14th ASEAN Universities International Conference on Islamic Finance (AICIF 2026).

Forum ilmiah internasional tahunan ini dijadwalkan berlangsung pada 13–15 Oktober 2026, di Serpong, Tangerang Selatan.

Dekan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Ibnu Qizam menyatakan event yang mengusung tema Islamic Finance in the Contemporary Global Economy: Innovation, Stability, and Sustainability.

Baca Juga: 4 Kampus PTKIN Masuk Top 10 Kampus RI dengan Kualitas Riset Terbaik Versi THE WUR 2027

AICIF 2026 menjadi ajang strategis bagi akademisi, peneliti, dan praktisi di kawasan ASEAN untuk memperkuat kolaborasi riset serta memperluas jaringan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

”Konferensi ini dirancang untuk merespons berbagai dinamika global. Wacana yang diangkat mencakup isu-isu krusial, seperti optimalisasi wakaf pendidikan, penguatan koperasi berbasis syariah, hingga peranan teknologi finansial (fintech) syariah dalam mendorong inklusi ekonomi,” ujar Prof. Ibnu Qizam.

Selain para pakar dari dalam negeri, acara ini turut  menghadirkan narasumber dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Filipina, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Baca Juga: PB SEMMI Tegaskan Komitmen Persatuan dan Penguatan Bangsa

”Rangkaian diskusi juga menghadirkan sejumlah pakar ekonomi Islam ternama di tingkat internasional, sebagai pemateri utama (keynote speakers). Antara lain Prof. Dr. M. Kabir Hassan, Ph.D., Prof. Dr. Noraini Mohd Ariffin, Prof. M. Ishaq Bhatti, Ph.D., serta Mr. Alex Sofjan Noor,” terang Ibnu Qizam.

Untuk membedah kompleksitas industri keuangan Islam modern, panitia menetapkan sejumlah pembahasan utama. Seperti Digitalisasi dan Teknologi Keuangan (Fintech), Tata Kelola, Regulasi, dan Etika, serta Ekonomi Hijau dan Keuangan Berkelanjutan.

Selain itu, Keuangan Sosial Islam dan Pertumbuhan Inklusif, Transformasi Global dan Studi Perbandingan, Masa Depan Pendidikan dan Penelitian Keuangan Islam, serta Laporan Pengembangan Ekosistem Ekonomi Halal.

"Seluruh naskah ilmiah yang lolos seleksi akan diterbitkan dalam prosiding konferensi ber-ISBN. Selain itu, artikel-artikel terpilih berkesempatan dipublikasikan, pada sejumlah jurnal bereputasi nasional dan internasional, melalui proses penelaahan sejawat (peer-review) independen,” ucap Ibnu Qizam.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah