JawaPos.com - Perjalanan karier Aymeric Laporte menjadi salah satu kisah paling menarik di sepak bola internasional.
Bek tengah berusia 32 tahun itu sempat meniti karier panjang bersama tim nasional Prancis di berbagai kelompok umur.
Namun, ketika kesempatan tampil bersama tim senior tak kunjung datang, ia akhirnya mengambil keputusan besar yang mengubah arah kariernya.
Baca Juga: Statue of Liberty Kenakan Jersey Spanyol dan Argentina Jelang Final Piala Dunia 2026
Laporte lahir di Agen, Prancis, pada 27 Mei 1994. Sejak usia muda, ia menjadi bagian dari sistem pembinaan sepak bola Prancis. Ia membela Les Bleus mulai dari level U-17, U-18, U-19 hingga U-21. Bahkan, Laporte dipercaya mengenakan ban kapten saat membela tim U-21.
Performa konsistennya bersama Athletic Bilbao membuat namanya beberapa kali masuk radar tim nasional senior Prancis. Pada 2018, Didier Deschamps sempat memanggilnya untuk bergabung.
Namun, kesempatan tersebut batal terwujud setelah Laporte mengalami cedera.
Setelah pulih, Laporte berharap bisa kembali mendapat kepercayaan.
Sayangnya, peluang itu tidak pernah benar-benar datang. Persaingan ketat di lini belakang Prancis membuat namanya terus tersisih dari skuad utama.
Baca Juga: Final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol Digelar Siang Hari, Ternyata Ini Pertimbangan FIFA
Situasi tersebut akhirnya membuat Laporte mempertimbangkan pilihan lain. Pada 2021, setelah memperoleh kewarganegaraan Spanyol, ia resmi berganti asosiasi sepak bola dan memutuskan membela La Roja.
Keputusan itu bukan tanpa pertimbangan. Laporte diketahui sempat menghubungi Didier Deschamps melalui pesan pribadi sebelum menyelesaikan proses perpindahan tim nasional. Ia berharap mendapatkan kejelasan mengenai peluangnya di tim Prancis.
Namun, menurut pengakuannya dalam sejumlah wawancara, pesan tersebut tidak pernah mendapatkan balasan. Kondisi itu semakin menguatkan keyakinannya untuk memulai perjalanan baru bersama Spanyol.
Keputusan tersebut terbukti menjadi titik balik dalam karier internasionalnya. Laporte langsung menjadi pilihan utama di lini pertahanan Spanyol.
Ia membantu La Roja menembus semifinal Euro 2020 sebelum akhirnya menjadi bagian penting dalam keberhasilan Spanyol menjuarai UEFA Nations League 2023 dan Euro 2024.
Hingga pertengahan Juli 2026, Laporte telah mencatatkan lebih dari 50 penampilan bersama tim nasional Spanyol. Pengalamannya menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keseimbangan lini belakang La Roja di berbagai turnamen besar.
Cerita itu menjadi semakin dramatis di Piala Dunia 2026. Pada babak semifinal, Spanyol harus menghadapi Prancis, negara tempat Laporte dilahirkan dan dibesarkan sebagai pesepak bola muda.
Sepanjang pertandingan, Laporte tampil solid mengawal pertahanan Spanyol. Bersama rekan-rekannya, ia berhasil meredam serangan Les Bleus dan membawa La Roja mengamankan tiket menuju partai final.
Baca Juga: FIFA Tunjuk Slavko Vincic Pimpin Duel Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026
Momen tersebut menjadi ironi tersendiri. Pemain yang selama bertahun-tahun menunggu kesempatan bersama Prancis justru menjadi bagian dari tim yang menghentikan langkah negaranya sendiri di panggung terbesar sepak bola dunia.
Terlepas dari berbagai perdebatan mengenai perpindahan kewarganegaraan pemain, perjalanan Laporte menunjukkan bahwa kesempatan dan kepercayaan sering kali menjadi faktor penting dalam menentukan arah sebuah karier.
Kini, Aymeric Laporte tak lagi dikenang sebagai pemain yang gagal menembus skuad utama Prancis.
Ia telah menjelma menjadi salah satu bek berpengalaman Spanyol yang sukses mengukir prestasi di level internasional, sekaligus menjadi bagian penting dalam perjalanan La Roja menuju final Piala Dunia 2026.