JawaPos.com - Anies Baswedan Bacapres 2024 memberi pemahaman mengenai program yang akan dilakukan apabila terpilih pemilu 2024 mendatang.
Salah satu konsep yang ingin diterapkan oleh Anies Baswedan, yakni mengenai kepedulian terhadap orang-orang kecil dengan memberi kebijakan yang mudah dan tidak memberatkan.
Penyampaian konsep yang akan dibawa Anies Baswedan itu, disampaikannya saat hadir di Kota Malang, Jawa Timur pada Senin, 9 Oktober 2023 yang lalu.
Kedatangan Anies Baswedan di Kota Malang Jawa Timur itu untuk menemui Kiai Muda NU, Jawa Timur
Kedatangan Anies Baswedan di Kota Malang yang memberikan penyampaian materi terhadap Kia Muda itu videonya tersebar di media sosial X.
Akun media social X yang mengunggah cuplikan Anies saat memaparkan sedikit programnya yang akan ditawarkan ke warga saat pemilu 2024 mendatang yakni mengenai kebijakan Tata Ruang.
Baca Juga: Produsen Hoax Pakai Foto Lama Narasikan Anies Baswedan Pakai Baju Tahanan
Dalam video yang diunggah oleh akun X@ronaldy596 pada itu memperlihatkan bagaimana Anies Baswedan yang menyinggung semasa kepemimpinannya di Jakarta.
Pada saat awal menjabat gubernur di Jakarta, Anies Baswedan menemukan adanya Pajak Bumi dan Bangunan yang terlampau tinggi.
Menurut Anies, dia sempat menemukan kebijakan Gubernur sebelum dirinya menjabat pernah naik hingga 500%.
Kenaikan PBB yang terlampau tinggi menurut Anies Baswedan itu merupakan bentuk pengusiran yang dilakukan pejabat secara sopan bagi penduduk yang tinggal di suatu wilayah sejak lama.
“Penduduk miskin diusir secara sopan,” ucap Anies Baswedan dalam pemasaran saat menemui Kiai Muda itu.
Disebutnya dengan pengusiran secara sopan, lantaran rakyat yang tidak kuat membayar pajak tinggi itu nantinya akan tersingkir otomatis lantaran belum melaksanakan kewajibannya.
“Rakyat satu persatu rakyat tersingkir keluar,” sebut Anies Baswedan dalam video unggahan akun X@ronaldy596.
Baca Juga: Anies Baswedan Urus SKCK ke Baintelkam Naik Motor
Bahkan tingginya harga pajak yang diperuntukan bagi rakyat, rumah pejuang pun juga tidak luput dari pengusiran.
Anies Baswedan mencontohkan mengenai penggusuran rumah pejuang oleh terhadap pemiliknya yang ada di Menteng, yang kemudian dikuasai oleh pengusaha besar.
Pengusaha besar itu, oleh Anies diasosiasikan sebagai orang yang memiliki modal besar sehingga uangnya banyak dan mampu untuk membayar pajak sesuai yang ditentukan oleh pemerintah.
Rakyat kecil juga tidak dapat maju lantaran ada kebijakan yang menghambat warga yang memiliki perekonomian menengah ke bawah.
Anies Baswedan mencontohkan, pembangunan rumah mewah dengan tujuh lantai harus memiliki tanah seluas 5000 meter persegi.
Menurut Anies, kebijakan itu merupakan hambatan sehingga rakyat tidak dapat melakukan pembangunan gedung tinggi.
“Hanya yang punya modal besar bisa bangu gedung tinggi,” Lanjut Anies dalam pemasarannya.
Kemudian Anies Baswedan mencontohkan di Negara Singapura, Hongkong yang sudah dapat membangun gedung tinggi.
“Jalan ke Singapura, Hongkong, 1000 meter sudah bisa bangun gedung tinggi,” ucap Anies Baswedan dalam menyampaikan programnya itu.
Menurut Anies, nantinya program yang akan diterapkan saat pemilu 2024 yakni memberi kesempatan rakyat kecil untuk maju bersama.
“Kebijakan ini dibuat membesarkan yang kecil, tanpa mengecilkan yang besar,” Sebut Anies Baswedan dalam unggahan akun X@ronaldy596***