’’Pameran ini menghadirkan karya seniman-seniman terkemuka Rusia yang tergabung dalam Bureau of Creative Expeditions,’’ kata Vladimir Nikolaevich Anisimov, pimpinanBureau of Creative Expeditions yang juga berperan sebagai kurator pameran ini. Karya-karya dalam pameran ini bertarikh 20 tahun terakhir. Ada sekitar 50 lukisan berbagai ukuran dan media yang banyak menampilkan rupa-rupa khas Indonesia dalam kacamata seniman Rusia. Dominasi pemandangan alam Indonesia dalam pameran ini memantik ingatan pada bentuk-bentuk lukisan masa Indonesia molek, Mooi Indie.
Selain karya seni, pameran ini juga menghadirkan arsip-arsip terkait hubungan diplomatik Indonesia-Rusia koleksi Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Koleksi berupa surat, dokumen, hingga foto-foto tersebut menunjukkan hubungan antara Jakarta-Moskow sebetulnya telah terjalin sejak 1891. Di masa Hindia Belanda itu Pangeran Nikolay Alexandrovich pernah mengunjungi Jakarta dalam rangka perjalanannya ke beberapa negara di Asia Tenggara.
Bagian dokumen dan arsip juga menunjukkan memamerkan arsip korespondensi Kementerian Luar Negeri Uni Soviet dengan Kementerian Luar Negeri RI tentang pengakuan Uni Soviet terhadap kedaulatan Republik Indonesia tanggal 3 Februari 1950. Ada pula dokumen kerjasama pembangunan Indonesia-Uni Soviet seperti Stadion Gelora Bung Karno, patung Tugu Tani, dan Rumah Sakit Persahabatandi sekitar hangatnya Poros Jakarta-Moskow saat Orde Lama berkuasa.