JawaPos.com - Proyek yang tengah dibangun Xabi Alonso bersama Real Madrid masih belum berjalan mulus. Performa tim sejauh ini jauh dari kata ideal dan terus memunculkan tanda tanya besar.
Bahkan menghadapi CF Talavera de la Reina, tim dari Primera RFEF, Los Blancos gagal menang dengan cara yang benar-benar meyakinkan.
Real Madrid memang lolos berkat dua gol Kylian Mbappe, namun kemenangan tersebut terasa rapuh. Di balik hasil akhir, ada satu sosok yang tak kalah menentukan: Andriy Lunin.
Penyelamatan krusialnya di menit-menit akhir menjadi pembeda antara kelolosan dan potensi perpanjangan waktu yang melelahkan.
Menurut Defensa Central, Xabi Alonso tak menunggu lama untuk menyampaikan apresiasinya. Usai pertandingan, pelatih asal Spanyol itu langsung menghampiri sang kiper di ruang ganti dan melontarkan pujian secara terbuka.
"Kamu hebat, Andriy, penyelamatan di akhir pertandingan itu semua berkat posisi dan fokusmu, kamu menyelamatkan kami dari perpanjangan waktu dan kelelahan yang lebih parah..." ungkap Alonso.
Lunin menanggapi pujian tersebut dengan tenang dan rendah hati. Sikap yang memang sudah lama dikenal di internal klub.
Di lingkungan Real Madrid, Florentino Perez dan lingkaran terdekatnya selalu menaruh respek besar pada Lunin. Mereka paham betul situasi sulit yang dihadapi kiper asal Ukraina tersebut.
Bersaing langsung dengan Thibaut Courtois, yang dianggap sebagai salah satu kiper terbaik di dunia, membuat Lunin praktis berstatus sebagai penjaga gawang cadangan.
Meski begitu, orang-orang di Valdebebas menegaskan satu hal: profesionalisme Lunin tak pernah luntur. Ia selalu berlatih di level tertinggi dan siap kapan pun dibutuhkan. Hal itu terlihat jelas setiap kali ia mendapat kesempatan bermain.
Salah satu contoh paling ikonik tentu saja perannya dalam perjalanan menuju gelar Liga Champions ke-15, terutama saat adu penalti melawan Manchester City yang masih membekas di ingatan Madridistas.
Bagi Xabi Alonso dan staf pelatihnya, seperti yang juga disadari sejak lama, Lunin menawarkan sesuatu yang sangat berharga: keandalan dan rasa aman bagi lini pertahanan. Perkembangannya selama beberapa tahun terakhir dinilai signifikan, dan masa depannya masih terbuka lebar.
Di sisi lain, pembahasan mengenai masa depan Lunin terus bergulir di internal klub. Kontraknya memang masih berlaku hingga 2030, tetapi kemungkinan hengkang sebelum itu tetap ada.
Real Madrid disebut tidak akan menghalangi kepergiannya, dengan catatan ada tawaran di kisaran EUR 30 juta.
Klub berkomitmen menghormati keputusan apa pun yang diambil sang kiper. Mereka merasa itu adalah bentuk penghargaan minimal atas dedikasi dan kesabarannya.
Terlebih, Thibaut Courtois kini sudah berusia di atas 30 tahun dan kontraknya akan berakhir pada 2027. Bukan tidak mungkin, setelah momen itu, tongkat estafet penjaga gawang utama Real Madrid akhirnya jatuh ke tangan Andriy Lunin.