← Beranda
Andoni Iraola Beberkan Peran Krusial Staf Kepelatihan Baru Liverpool Jelang Musim 2026/2027
Bramasta JP• Sabtu, 25 Juli 2026 | 19.04 WIB
Perkenalan Andoni Iraola menjadi manajer baru Liverpool. (Phil Noble)

 

JawaPos.com – Juru taktik baru Liverpool, Andoni Iraola buka suara mengenai pentingnya peran staf pendukungnya di Stadion Anfield, mengingat susunan tim pelatih klub telah mengalami perombakan signifikan pada musim panas ini.

Liverpool mengonfirmasi awal bulan ini bahwa empat pelatih baru akan bergabung sebagai staf pendukung Iraola menyusul kepergian Arne Slot beserta asistennya, Sipke Hulshoff dan Giovanni van Bronckhorst, serta pelatih utama performa fisik, Ruben Peeters.

Dan kini, Tommy Elphick dan Shaun Cooper kemudian ditunjuk sebagai pelatih tim utama, sementara Pablo de la Torre hadir sebagai asisten pelatih dan Tom Webber bergabung sebagai analis taktik tim utama.

Baca Juga: Tugas Baru Alisson Becker! Dijadikan Pengendali Ruang Ganti Liverpool

De la Torre sebelumnya telah bekerja sama dengan Iraola sejak masa-masa di AEK Larnaca, sementara Elphick, Cooper, dan Webber bertemu dengan pelatih asal Basque tersebut saat ia tiba di Bournemouth pada musim panas 2023.

"Bagi saya, penting bagi mereka (Elphick, Cooper, dan De la Torre) untuk ikut bersama saya. Pablo adalah pelatih fisik, tetapi ia telah mendampingi saya hampir sepanjang karier kepelatihan saya,” ujar Iraola.

“Jadi, bagi saya, ia lebih dari sekadar pelatih fisik (para pemain saya). Ia adalah seorang asisten dan kami saling mengenal dengan sangat baik. Saya sangat beruntung memiliki Tommy dan Shaun saat tiba di Bournemouth."

Baca Juga: Dipertahankan Andoni Iraola, Alisson Becker Dijadikan Pengendali Ruang Ganti Liverpool

“Pasalnya, saya sempat mengalami kendala dengan asisten pelatih saya, Inigo Perez (yang tidak bisa mendapatkan izin kerja di Inggris). Pada akhirnya, situasi itu justru berakhir baik baginya karena kini ia melatih Villarreal."

“Mungkin saja kami akan berhadapan dengan mereka di Liga Champions. Namun, saat ada Tommy dan Shaun, kami merasa tidak perlu mendatangkan asisten pelatih lagi. Mereka sangat siap untuk membantu saya dalam memahami budaya Inggris sepak bola Inggris."

“(Terutama memahami) mentalitas para pemain (Liverpool), kebiasaan mereka, apa yang mereka sukai dalam latihan, bahkan detail-detail kecil yang mungkin berbeda dibandingkan (pemain-pemain) di Spanyol."

"Selain itu, berkat pengalaman Tommy di Aston Villa, Bournemouth, Brighton, dan Huddersfield, mereka (asisten saya) bisa menjalin hubungan yang lebih dekat dengan para pemain. Mereka bisa lebih mudah membangun ikatan."

“Usia saya sedikit lebih tua, mungkin ada beberapa pemain yang tidak tahu bahwa saya dulunya seorang pemain sepak bola. Jadi, mereka sangat hebat bagi saya (karena sangat membantu), mereka pelatih yang sangat bagus."

“Kami memiliki pemahaman permainan yang serupa dan mereka memegang peran berbeda dalam staf kepelatihan. Mereka juga membantu menangani situasi bola mati. Itulah alasan saya tetap bekerja sama dengan mereka."

Baca Juga: Bos Amazon Jeff Bezos Masuk Radar Investor Liverpool, FSG Buka Peluang Lepas Saham Minoritas

"Tommy menangani situasi bola mati untuk pertahanan, sedangkan Shaun lebih fokus pada aspek penyerangan dan kreativitas. Namun, kami juga bekerja sama dengan sangat baik bersama analis bola mati (Lewis Mahoney), yang kinerjanya sangat bagus musim lalu."

"Dia sudah menjadi bagian dari klub (sejak musim kemarin), jadi mereka sedang mengerjakan beberapa hal terkait aspek (bola mati) tersebut (yang musim lalu sangat penting bagi tim-tim Liga Inggris)," tutup manajer berusia 44 tahun itu.

Saat ini, The Reds berada di Amerika Serikat untuk melakoni tiga pertandingan persahabatan melawan Sunderland, Wrexham, dan Leeds United. Kemudian mereka memulai kiprah di Liga Inggris pada (23/8) dengan laga tandang melawan Newcastle United di St James Park.

EDITOR: Edi Yulianto