JawaPos.com - Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni menyebut laga persahabatan melawan Benin pada 7 Oktober 2026 akan menjadi momen yang tepat bagi Lionel Messi untuk mengucapkan salam perpisahan kepada masyarakat Argentina.
Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Monumental, Buenos Aires.
Scaloni mengaku berusaha memastikan dirinya tetap bertahan di kursi pelatih dalam laga terakhir Messi. “Saya pikir pemain seperti dia pantas mendapatkannya. Saya secara pribadi juga berusaha karena ingin berada di sana saat perpisahannya. Karena saat ini saya tidak tahu apakah saya akan tersedia nanti, kami berusaha agar dia bisa bermain di pertandingan ini,” kata Scaloni dikutip dari ESPN.
“Kami tahu semua yang dia lalui, tetapi dia tetap menunjukkan keinginan dan usaha untuk datang serta mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orangnya, kepada orang-orang yang sangat mencintainya. Jika ada penghormatan yang harus diberikan, sebaiknya dilakukan sekarang karena nantinya keajaiban itu mungkin tidak akan sama. Sekarang adalah waktunya bagi dia untuk merasakan cinta dari semua orang,” ujar Scaloni.
Baca Juga: Prediksi Skor Gibraltar vs Andorra di Liga Nations UEFA: Tricolors Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Lionel Messi mengakhiri kiprahnya bersama Timnas Argentina dengan status sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa. Penyerang Inter Miami itu telah mencetak 125 gol untuk La Albiceleste, termasuk 21 gol dalam ajang Piala Dunia. Pada Piala Dunia terakhir dalam kariernya, Messi tampil dalam seluruh delapan pertandingan Argentina dan mencetak delapan gol.
Scaloni mengaku memiliki pengalaman luar biasa selama menangani Messi. Menurutnya, kesempatan melatih salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola merupakan sebuah impian. “Melatih dia merupakan pengalaman tertinggi bagi saya. Itu adalah sebuah impian. Saya sudah mengatakan itu kepadanya dan akan mengatakannya sepanjang hidup saya. Tidak akan pernah ada pemain seperti dia,” tutur Scaloni.
“Jarang sekali ada pemain seperti itu, bukan hanya karena apa yang dia lakukan di lapangan, tetapi juga karena segala sesuatu yang dia sampaikan di luar lapangan. Mari kita nikmati [permainan] dia,” katanya. Messi juga masih berpeluang menambah koleksi penghargaan individualnya. Pasalnya, pemilik delapan Ballon d'Or itu masih masuk dalam daftar nominasi penghargaan yang akan diberikan pada 26 Oktober.
Baca Juga: Prediksi Skor Lituania vs Azerbaijan di Liga Nations UEFA: Milli Paksa Tuan Rumah Bermain Imbang
Scaloni menilai performa Messi di Piala Dunia terakhir sudah cukup menjadi dasar untuk membicarakan peluangnya meraih Ballon d'Or. “Setelah Piala Dunia yang baru saja dia jalani, tidak banyak lagi yang perlu ditambahkan. Jika penghargaan itu untuk pemain terbaik, tidak ada keraguan. Statistik sudah membuktikannya,” kata Scaloni.
Sementara itu, masa depan Scaloni sebagai pelatih Argentina juga belum sepenuhnya jelas. Kontrak pelatih berusia 48 tahun itu akan berakhir pada Desember. Scaloni sebelumnya sempat memberikan indikasi bahwa masa baktinya bersama Argentina dapat berakhir setelah kalah di final Piala Dunia 2026. Namun, saat ini Scaloni membuka peluang untuk membahas perpanjangan kontrak dengan Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA).
“Kami akan berbicara. Ada keinginan untuk duduk bersama dan membahasnya. Ada keinginan untuk tetap berada di sini, tetapi ada banyak aspek yang perlu kami diskusikan dengan presiden AFA [Claudio Tapia],” ujar Scaloni.
Scaloni dijadwalkan bertemu Claudio Tapia dalam beberapa hari mendatang. Pelatih berusia 48 tahun itu menegaskan bahwa keputusannya tidak hanya berkaitan dengan satu faktor. “Ini merupakan impian yang menjadi kenyataan, tetapi itu tidak berarti saya harus terus memegang pekerjaan ini selamanya. Ada kondisi tertentu yang harus kami diskusikan dengan presiden, dan kami akan melihat apakah kami bisa mencapai kesepakatan,” ujarnya.