← Beranda
Tiga Klub yang Berpotensi Diuntungkan Jika Gelar Man City Dicabut
M Shofyan Dwi Kurniawan• Minggu, 27 September 2026 | 22.31 WIB
Pep Guardiola. (ig @mancity)

 

 

JawaPos.com - Laporan mengenai putusan kasus Manchester City memunculkan pertanyaan baru tentang nasib trofi yang mereka menangkan selama periode yang menjadi perhatian Premier League. City dilaporkan dinyatakan bersalah atas hampir seluruh tuduhan terkait pelanggaran aturan finansial. 

Melansir The Standard, jika sanksi akhirnya mencakup pencabutan gelar secara retrospektif, Arsenal, Liverpool, dan Manchester United menjadi tiga klub yang berpotensi ikut terdampak.

Namun, pencabutan gelar tidak otomatis berarti trofi tersebut diberikan kepada runner-up. Keputusan mengenai sanksi dan status gelar tetap bergantung pada otoritas Premier League.

Arsenal

Arsenal menjadi salah satu klub yang mendapat perhatian setelah kabar mengenai kasus City mencuat. Namun, The Gunners tidak otomatis mendapatkan gelar Premier League secara retrospektif.

Alasannya, musim ketika Arsenal finis sebagai runner-up di belakang Manchester City tidak seluruhnya berada dalam periode yang menjadi dasar kasus tersebut. Meski begitu, ada satu trofi domestik yang berpotensi menjadi perhatian, yakni Piala Liga 2017/18.

Arsenal kalah 3-0 dari Manchester City pada final yang berlangsung di Wembley. Jika sanksi retrospektif terhadap City mencakup pencabutan trofi tersebut dan otoritas kompetisi memutuskan untuk mendistribusikannya kepada klub lain, Arsenal bisa menjadi salah satu pihak yang terdampak.

Namun, mekanisme tersebut belum tentu diterapkan. Pencabutan sebuah trofi tidak secara otomatis berarti klub yang kalah di final akan ditetapkan sebagai juara.

Liverpool

Liverpool juga memiliki alasan untuk mengikuti perkembangan kasus ini. Salah satu musim yang paling sering dikaitkan adalah 2013/14. Liverpool ketika itu finis sebagai runner-up di bawah Manchester City dalam persaingan gelar Premier League yang berlangsung hingga pekan terakhir.

Jurgen Klopp bahkan pernah berbicara mengenai kemungkinan menggelar perayaan jika Liverpool suatu hari mendapatkan gelar tersebut secara retrospektif, meskipun musim 2013/14 berlangsung sebelum dirinya menangani The Reds.

Namun, potensi keuntungan Liverpool tidak berhenti pada gelar liga. The Reds juga kalah dari Manchester City pada final Piala Liga 2015/16. Pertandingan tersebut berakhir melalui adu penalti setelah kedua tim bermain imbang.

Jika trofi City dicabut dan diberikan kepada klub lain berdasarkan keputusan resmi, Liverpool bisa menjadi salah satu tim yang masuk dalam pembahasan. Tetapi sekali lagi, hal tersebut akan bergantung sepenuhnya pada bentuk sanksi dan keputusan otoritas kompetisi.

Manchester United

Manchester United mungkin menjadi salah satu klub yang paling sering disebut ketika membahas kemungkinan perubahan sejarah gelar Premier League.

United finis sebagai runner-up di belakang Manchester City pada dua musim yang termasuk dalam periode yang menjadi perhatian, yakni 2011/12 dan 2017/18.

Jika gelar City pada kedua musim tersebut benar-benar dicabut dan diberikan kepada klub yang finis di posisi kedua, maka United berpotensi mendapatkan dua gelar tambahan.

Namun, penting untuk membedakan antara pencabutan gelar dan penganugerahan gelar kepada klub lain. Seperti yang pernah terjadi dalam kasus-kasus sebelumnya di sepak bola Eropa, sebuah gelar dapat saja dicabut tanpa kemudian diberikan kepada runner-up.

Karena itu, posisi akhir Manchester United, Liverpool, maupun Arsenal tetap bergantung pada keputusan resmi mengenai sanksi dan bagaimana otoritas Premier League memperlakukan trofi yang terdampak.

Belum Ada yang Bisa Memastikan

Kasus Manchester City masih belum selesai. Klub telah menyatakan bahwa proses Premier League masih berlangsung dan sejumlah elemen penting masih harus diselesaikan.

Sebuah pernyataan yang dikirimkan kepada media berbunyi:

“Proses Liga Premier masih berlangsung, dengan elemen-elemen penting yang perlu diselesaikan, dan tunduk pada kerahasiaan yang ketat.

"Oleh karena itu, posisi Manchester City FC tetap konsisten dengan pernyataan klub pada Februari 2023."

“Klub ini telah dengan tekun menghormati proses hukum selama delapan tahun dengan dasar bahwa dewan dan eksekutif Liga Premier akan bertindak sebagai regulator yang independen, tidak memihak, dan adil, bebas dari pengaruh partisan.”

Dengan demikian, belum ada kepastian bahwa gelar-gelar City akan dicabut. Bahkan jika pencabutan benar-benar menjadi bagian dari sanksi, belum tentu trofi tersebut otomatis diberikan kepada klub yang finis di posisi berikutnya.

 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti