← Beranda
Klub Rival Man City Bisa Menuntut Biaya Ganti Rugi Setelah Dinyatakan Bersalah dalam 114 Pelanggaran
M Shofyan Dwi Kurniawan• Minggu, 27 September 2026 | 22.40 WIB
Manchester City. (Istimewa)

 

 

JawaPos.com - Manchester City berpotensi menghadapi masalah baru setelah perkembangan mengejutkan terkait kasus pelanggaran aturan finansial Premier League.

Menyusul putusan yang dilaporkan menyatakan Manchester City bersalah atas hampir seluruh dari 115 tuduhan pelanggaran yang diajukan terhadap mereka, sejumlah klub rival kini disebut memiliki peluang untuk menuntut kompensasi.

Jika proses hukum tersebut berjalan sesuai laporan yang beredar, nilai tuntutan dari klub-klub rival bahkan berpotensi menembus £200 juta.

Meski putusan resmi belum dipublikasikan, Manchester City secara luas diperkirakan akan dinyatakan bersalah atas sebagian besar pelanggaran yang berkaitan dengan periode sejak 2009.

Setidaknya empat klub disebut telah mempertahankan hak mereka untuk menuntut kompensasi atas potensi kehilangan pendapatan berdasarkan Bagian W dalam buku aturan Premier League.

Lantas, apa sebenarnya Bagian W dan bagaimana aturan tersebut bisa membuka jalan bagi klub lain untuk menuntut Manchester City?

Mengenal Bagian W

Melansir Give Me Sport, Bagian W dalam Buku Panduan Premier League mengatur tata kelola kompetisi, termasuk proses disipliner dan banding.

Pihak yang ingin menantang keputusan komisi yudisial independen harus melakukannya melalui mekanisme yang tercantum dalam Bagian W.

Manchester City sendiri diperkirakan akan mengajukan banding terhadap keputusan tersebut. Jika dilakukan, proses itu akan mengikuti batas waktu yang cukup ketat.

Berdasarkan Aturan W.86, banding harus diajukan dalam waktu 14 hari setelah keputusan diumumkan. Sidang banding kemudian harus diselesaikan dalam waktu 12 minggu sejak pengajuan.

Setelah sidang selesai, keputusan dewan banding juga harus dipublikasikan dalam waktu 30 hari. Alasan tertulis atas keputusan tersebut harus disertakan dalam laporan.

Jika Manchester City gagal dalam proses banding, panel yudisial kemudian dapat melanjutkan ke tahap penentuan sanksi.

Aturan W.51 dan W.64 mengatur sejumlah hukuman yang dapat diberikan kepada klub yang terbukti melakukan pelanggaran.

Sanksinya dapat berupa denda finansial, tetapi konsekuensinya juga bisa jauh lebih besar. Manchester City berpotensi menghadapi pengurangan poin, skorsing dari Premier League, atau bahkan dalam skenario paling ekstrem, dikeluarkan dari kompetisi.

Arsenal, Man United, Liverpool, dan Tottenham Siap Bergerak?

Menurut laporan Independent, Arsenal, Manchester United, Liverpool, dan Tottenham termasuk klub yang telah mengambil langkah hukum untuk mempertahankan hak mereka mengajukan tuntutan berdasarkan Bagian W.

Keempat klub tersebut disebut telah menyelesaikan langkah-langkah hukum yang diperlukan agar batas waktu pengajuan gugatan tidak terlewati.

Jika putusan bersalah terhadap Manchester City resmi dipublikasikan, klub-klub tersebut dapat menggunakan Bagian W untuk menuntut kompensasi atas kerugian yang mereka klaim muncul akibat pelanggaran finansial City.

Namun, mereka bukan satu-satunya pihak yang mungkin mempertimbangkan langkah tersebut. Sejumlah klub lain dilaporkan sedang mencari nasihat hukum untuk mengetahui apakah mereka juga memiliki dasar untuk menuntut kompensasi.

Potensi tuntutan juga tidak harus terbatas pada periode yang secara langsung tercakup dalam penyelidikan. Kasus tersebut mencakup periode sembilan tahun, dari 2009 hingga 2018. Namun, klaim dapat diperluas ke musim-musim berikutnya dengan menggunakan konsep yang dikenal sebagai "kehilangan kesempatan".

Kasus Burnley dan Everton Jadi Contoh

Salah satu contoh yang digunakan untuk menggambarkan konsep tersebut adalah kasus antara Burnley dan Everton.

Awal tahun ini, Everton diperintahkan membayar kompensasi sebesar £40 juta kepada Burnley setelah dinyatakan melakukan pelanggaran finansial pada musim 2021/22.

Pelanggaran tersebut dianggap memberikan keuntungan olahraga kepada Everton. Pada musim tersebut, Everton finis di posisi ke-16 dengan 39 poin dan berhasil menghindari degradasi. Burnley berada di posisi ke-18 dengan selisih hanya empat poin dari klub Merseyside tersebut.

Kasus itu menunjukkan bagaimana persoalan finansial sebuah klub dapat berkembang menjadi persoalan hukum dengan klub lain jika pelanggaran tersebut dianggap memberikan keuntungan kompetitif.

Situasi Manchester City berpotensi menjadi jauh lebih kompleks mengingat jumlah tuduhan dan periode yang terlibat.

Namun, sebelum klub-klub rival dapat benar-benar menuntut kompensasi, proses hukum Manchester City sendiri masih harus berjalan hingga tuntas.

Banding yang kemungkinan diajukan City akan menjadi tahap penting berikutnya. Setelah seluruh proses disipliner selesai, barulah potensi tuntutan dari klub-klub rival bisa memasuki babak baru.

Dengan demikian, persoalan Manchester City tidak hanya menyangkut kemungkinan sanksi dari Premier League. Jika laporan mengenai langkah hukum para rival terbukti, klub juga bisa menghadapi tuntutan finansial bernilai besar dari pihak-pihak yang merasa dirugikan.

 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti