JawaPos.com - Timnas Jerman akan menghadapi Yunani pada matchday kedua Grup 2 UEFA Nations League A 2026/27 di WWK Arena, Augsburg, Senin (28/9) dini hari WIB.
Laga tersebut menjadi kesempatan bagi Jerman untuk meraih kemenangan pertama sejak Jurgen Klopp menangani Die Mannschaft.
Pada pertandingan pembuka, Jerman harus puas bermain imbang 1-1 melawan Belanda.
Baca Juga: Prediksi Denmark vs Wales di UEFA Nations League: Duel Sengit untuk Mencari Kemenangan Perdana
Hasil imbang di Amsterdam membuat Jerman belum meraih kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir.
Sebelumnya, mereka juga mengalami dua kekalahan pada rangkaian pertandingan internasional sebelum bermain seri melawan Belanda.
Klopp kini mendapat tugas untuk membawa Jerman kembali menemukan konsistensi.
Baca Juga: Prediksi Skor Swedia vs Polandia di UEFA Nations League: Blagult Pesta Gol di Strawberry Arena
Pertandingan melawan Yunani menjadi bagian penting dari proses tersebut, terlebih Die Mannschaft sedang menjalani perubahan besar dalam komposisi skuad.
Pelatih asal Jerman itu melakukan sejumlah perubahan untuk jeda internasional kali ini.
Dia membagi skuad ke dalam dua kelompok yang masing-masing berisi 22 pemain sebagai bagian dari proses membangun tim baru.
Jerman juga memiliki modal positif ketika tampil di kandang.
Mereka tercatat memenangkan lima pertandingan kompetitif terakhir di depan pendukung sendiri.
Catatan tersebut tentu menjadi salah satu modal penting sebelum menghadapi Yunani.
Baca Juga: 4 Wakil Indonesia Lolos Semifinal Bulu Tangkis Asian Games 2026, Ada Potensi All Indonesian Final
Meski demikian, situasi di lini depan Jerman tidak sepenuhnya ideal.
Jamal Musiala dipastikan absen setelah mengalami cedera paha ketika melakukan pemanasan sebelum pertandingan melawan Belanda.
Absennya gelandang Bayern Munchen tersebut membuat Klopp harus mencari alternatif untuk mengisi area serang.
Baca Juga: Jurgen Klopp Bela Performa Florian Wirtz di Liverpool: Dia Belajar Banyak dari Tahun Pertama
Masalah lain datang dari Kai Havertz. Penyerang Arsenal tersebut juga meninggalkan pemusatan latihan setelah mengalami cedera saat berada di Amsterdam.
Sebagai gantinya, Jerman memanggil Florian Wirtz dan Jonathan Burkardt.
Keduanya diproyeksikan memberikan tambahan pilihan bagi Klopp untuk pertandingan melawan Yunani.
Baca Juga: Kontrol Emosi Jadi Kunci Alwi Farhan Maju ke Semifinal Asian Games 2026
Nadiem Amiri juga menjadi salah satu opsi yang telah digunakan ketika Jerman menghadapi Belanda.
Dengan sejumlah perubahan tersebut, komposisi lini serang Jerman kemungkinan akan mengalami penyesuaian.
Di atas kertas, Jerman masih mempunyai sejumlah pemain berkualitas untuk mengisi lini depan.
Karim Adeyemi, Wirtz, Maximilian Schade hingga Burkardt dapat menjadi pilihan dalam skema yang disiapkan Klopp.
Baca Juga: Bergson Sebut Laga Malaysia Vs Timnas Indonesia Seperti Duel Brasil vs Argentina
Jerman diperkirakan tetap menggunakan formasi 4-2-3-1.
Marc-Andre ter Stegen berada di bawah mistar, sementara lini belakang dapat diisi oleh Treu, Jonathan Tah, Nico Schlotterbeck, dan Brown.
Joshua Kimmich berpeluang kembali menjadi salah satu pemain penting di lini tengah.
Baca Juga: Ditinggal Richard Hughes ke Al Hilal, Liverpool Tunjuk Julian Ward Jadi Direktur Olahraga Baru
Dia kemungkinan ditemani Felix Nmecha untuk menjaga keseimbangan permainan Jerman.
Sementara itu, Yunani datang dengan kepercayaan diri yang lebih baik. Mereka mengawali perjalanan di Grup 2 dengan kemenangan 2-1 atas Serbia.
Kemenangan atas Serbia juga mengakhiri rangkaian lima pertandingan Yunani tanpa kemenangan di semua kompetisi.
Baca Juga: Open Tournament ORADO Piala Panglima TNI 2026 Resmi Dibuka, 512 Tim Berlaga
Hasil tersebut menjadi modal berharga sebelum mereka bertandang ke Jerman.
Douvikas menjadi salah satu pemain yang patut diperhatikan.
Penyerang Como itu mencetak gol kemenangan ketika masuk sebagai pemain pengganti melawan Serbia.
Dia berpeluang mendapatkan kesempatan tampil sejak menit pertama saat menghadapi Jerman.
Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Main Senin Malam
Namun, Yunani tetap memiliki beberapa pilihan lain di lini depan, termasuk Vangelis Pavlidis dan Charalampos Kostoulas.
Dalam catatan pertemuan, Jerman masih memiliki keunggulan atas Yunani.
Dari 10 pertemuan terakhir, Yunani belum pernah mengalahkan Jerman.
Baca Juga: Swiss hantam Makedonia Utara, Slovenia imbangi Skotlandia, Kroasia Taklukkan Republik Ceko
Die Mannschaft mencatat tujuh kemenangan, sedangkan tiga pertandingan lainnya berakhir imbang.
Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada Juni 2024. Saat itu, Jerman meraih kemenangan 2-1 atas Yunani.
Lima pertemuan terakhir juga memperlihatkan dominasi Jerman.
Baca Juga: Khaldoon Al Mubarak Yakin Manchester City Tak Bersalah
Selain kemenangan 2-1 pada 2024, Jerman sebelumnya menang 4-2 pada perempat final Euro 2012, serta mencatat kemenangan 4-2 dan 2-0 dalam dua pertemuan pada awal 2000-an.
Pertandingan pada 1980 menjadi satu-satunya hasil imbang dalam daftar tersebut dengan skor 0-0.
Meski rekor pertemuan berpihak kepada Jerman, pertandingan kali ini tetap tidak bisa dianggap mudah.
Yunani memiliki momentum setelah menang di Serbia dan kemungkinan akan bermain lebih percaya diri.
Baca Juga: Drama Lima Gol Warnai Kemenangan Spanyol atas Inggris di UEFA Nations League
Jerman membutuhkan kemenangan untuk memperbaiki posisi sekaligus memberikan hasil positif dalam proyek Klopp.
Bermain di kandang menjadi keuntungan tersendiri, tetapi absennya Musiala dan Havertz membuat pilihan di lini depan menjadi lebih terbatas.
Jika mampu mengendalikan permainan sejak awal, Jerman berpeluang memberikan tekanan besar kepada pertahanan Yunani.
Baca Juga: Asian Games 2026: Rahmat Erwin Raih Emas Angkat Besi Kelas 75 Kg
Kimmich dan kawan-kawan juga perlu menjaga konsentrasi hingga menit akhir setelah sebelumnya kehilangan kemenangan melawan Belanda akibat gol pada masa injury time.
Yunani kemungkinan akan mengandalkan permainan yang lebih rapat sembari mencari peluang melalui serangan balik.
Kecepatan Tzolis serta kemampuan Douvikas dan Pavlidis di depan bisa menjadi ancaman bagi pertahanan tuan rumah.
Baca Juga: Timnas Brasil Hampir Tumbang Lawan Australia, Carlo Ancelotti Keluhkan Kondisi Lapangan
Pertandingan ini sekaligus menjadi ujian berikutnya bagi Klopp dalam membentuk Jerman yang lebih stabil.
Setelah hanya meraih satu poin pada laga pertama, kemenangan akan menjadi hasil yang sangat dibutuhkan untuk menjaga langkah mereka di UEFA Nations League 2026/27.
Dengan keunggulan kandang, catatan pertemuan, serta rekor positif dalam pertandingan kompetitif di depan pendukung sendiri, Jerman diprediksi memiliki peluang untuk mengamankan kemenangan.
Yunani tetap berpotensi memberikan perlawanan, terutama setelah keberhasilan mereka mengalahkan Serbia.
Baca Juga: Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Jerman diperkirakan mampu bermain lebih dominan, tetapi harus tetap mewaspadai serangan balik Yunani.
Laga ini berpeluang berjalan ketat sebelum tuan rumah menemukan celah di pertahanan lawan.
Prediksi skor akhir: Jerman 2-0 Yunani.
Baca Juga: John Herdman Sadar Duel Lawan Malaysia Penting, Timnas Indonesia Bidik Kemenangan