JawaPos.com - Pelatih tim nasional Belanda Xavi Hernandez mengaku puas dengan pekan pertamanya sebagai pelatih. Namun, Xavi meminta skuad Oranje meningkatkan intensitas permainan menyerang menjelang dua pertandingan berikutnya di UEFA Nations League.
Xavi memulai masa kepelatihannya dengan hasil imbang 1-1 melawan Jerman di Amsterdam pada Jumat (25/9). Belanda sempat tertinggal sebelum berhasil menyamakan kedudukan pada tambahan waktu.
Tiga hari kemudian, Belanda meraih kemenangan pertama bersama Xavi setelah mengalahkan Serbia dengan skor 2-1 di Stadion Rajko Mitic, Beograd. Dua gol Belanda dicetak Mexx Meerdink yang menjalani debut sebagai starter setelah sebelumnya tampil sebagai pemain pengganti ketika menghadapi Jerman.
Baca Juga: Jurgen Klopp Soroti Performa Jerman Setelah Ditahan Imbang oleh Belanda 1-1
Meski mengamankan tiga poin, Xavi menilai permainan Belanda masih harus diperbaiki. “Yang terpenting selalu mendapatkan tiga poin. Saya senang kami berhasil melakukannya. Namun, kami memang harus bermain lebih baik karena, terutama pada babak pertama, kami tidak melakukan pressing dengan baik. Meskipun demikian, saya sangat puas setelah satu pekan bekerja,” ujar Xavi dikutip dari Reuters.
Xavi secara khusus memberikan pujian kepada Meerdink. Penyerang AZ Alkmaar itu dinilai mampu menjalankan tugas sesuai dengan skema permainan yang diterapkan.
“Mexx adalah pekerja keras yang memahami bagaimana kami ingin bermain. Dia membantu tim bukan hanya dengan gol-golnya, meskipun gol-gol tersebut tentu sangat membantu. Kerja yang dia lakukan untuk tim sangat luar biasa,” kata Xavi.
Baca Juga: Mexx Meerdink Cetak Brace untuk Timnas Belanda, Dapat Pujian dari Virgil Van Dijk
Setelah kemenangan atas Serbia, Belanda masih memiliki dua pertandingan Nations League dalam rangkaian jadwal berikutnya. Mereka akan menghadapi Yunani di Thessaloniki pada Jumat (2/10), sebelum kembali bertemu Serbia pada 5 Oktober di Eindhoven.
Xavi menegaskan ada sejumlah aspek yang harus diperbaiki sebelum kedua pertandingan tersebut. Salah satunya adalah kemampuan pemain dalam menyerang ruang ketika menguasai bola.
“Sebagai contoh, ada banyak momen ketika kami perlu menyerang ruang, tetapi kami tidak melakukannya. Itu sesuatu yang perlu kami tingkatkan. Selain itu, kami juga perlu membuat lapangan lebih lebar dan mengalirkan bola dengan lebih cepat,” tutur Xavi.
Meski masih menemukan sejumlah kekurangan, Xavi melihat perkembangan positif dalam permainan Belanda. Pelatih berusia 46 tahun itu menilai struktur permainan yang diterapkannya mulai membuat para pemain merasa nyaman ketika berada di lapangan.
“Hal terpenting adalah kami menciptakan banyak peluang. Para pemain merasa nyaman di lapangan dengan struktur yang kami gunakan, jadi banyak hal juga berjalan dengan baik,” ujar Xavi.